5 Rahasia Menjaga Kestabilan Jiwa


Seperti yang kita ketahui bersama bahwa ada 2 elemen dalam diri yakni jiwa dan raga. Banyak sekali artikel yang membahas cara menjaga kesehatan raga. Kemudian, bagaimana cara menjaga kesehatan jiwa? Yang nampaknya jarang menyapa indra kita. Salah satunya kita bisa menjaga kestabilan jiwa sebagai ikhtiar.

Sebenarnya ada 1 cara yang diberikan dalam poin pertama Pancasila kita. Yup, Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, teman-teman pasti pada tahu ada orang yang ibadahnya rajin tapi punya aura yang berantakan? Bisa jadi, ada luka batin yang tidak selesai, lho. Intip 5 cara di bawah ini yang  jadi penyebab jiwa tidak stabil.


Jaga Gerbang Subuh dan Gerbang Malam

Usahakan setiap bangun tidur kamu jangan langsung membuka Hp (kebiasaan umum yang buruk). Usahakan stop untuk memegang Hp dan menonton lewat jam 7 malam. Karena apa? Pada 2 waktu tersebut alam bawah sadar kita sedang terbuka. 

Saat alam bawah sadar kita terbuka, maka apa pun yang kita lihat dan dengar akan masuk dengan mudah menjadi afirmasi. Ini bisa jadi gudang emosi penuh. Lagi, membuat kestabilan jiwa kita kurang baik.

Sebaiknya, saat 2 waktu tersebut kita gunakan untuk menghafal dan belajar. Pilih-pilah juga apa yang ingin dipelajari. Jangan sampai malah menjadi sampah emosi juga. Kamu juga bisa memanfaatkan waktu malam untuk berkumpul dan ngobrol dengan keluarga. Jangan bertengkar ya teman-teman.

Di 2 waktu tersebut usahakan untuk tidak melihat dan mendengar hal-hal yang negatif. Sebab melalui mata dan telinga kita memberi makan jiwa “your food your medicine”. Penting untuk menjaga gerbang subuh dan gerbang malam!


Berhenti Berharap dihargai

Untuk menjaga kestabilan jiwa, ternyata kamu perlu berhenti berharap dihargai orang lain. Karena begini, orang yang kamu harapkan untuk menghargai dan membahagiakan kamu. Mereka juga kosong, kok. Mereka juga berharap dihargai dan dibahagiakan juga.

Jika kamu berharap orang itu “selalu” menghargai. Jelas ini akan membuat jiwa tidak stabil. Kita bicara soal realita saja, apakah ada orang yang bahagia terus dalam hidupnya? Jangan karena kamu lihat hidupnya “tampak” bahagia lantas berpikir orang tersebut mampu membuatmu selalu bahagia.


Banyak Menghindari Kebisingan

Sering berada di kebisingan dan hiruk pikuk itu membuat jiwa lelah. Kemungkinan penyakit yang datang juga beragam, lho. Bisa buat badan gampang lelah, nyeri haid, mimpi buruk, mood swing, psikotomatik, dsb. Makanya, orang Jakarta itu sering setiap minggu ke Bandung untuk menenangkan diri dari polusi suara.

Seharusnya menenangkan diri harus dilakukan setiap hari. Misal, kamu bisa kok dalam satu hari beri waktu untuk me time (beri jeda). Mendengarkan musik kesukaan, tidak melakukan apa-apa (berdiam diri) tanpa memikirkan apa-apa. Sebab banyak hal dalam hidup yang harus di-gapapa-in (Rintik Sedu).


Kita Harus Punya Hidup yang Giving

Tidak mengganggu atau menyakiti orang lain. Ternyata itu juga tidak cukup lho, teman. Kita juga mesti punya hidup yang giving (suka berbagi) untuk menjaga kestabilan jiwa. Saya yakin kamu pernah banget bantuin orang dan orang itu senang dengan bantuan kamu. Apa yang kamu rasakan saat itu? Ikut bahagia.

Karena Tuhan menciptakan kita untuk hal yang baik dan tujuan yang baik. Suka memberi adalah hal yang baik. Tidak melulu berharap diberi. Namun, jangan sampai terpaksa ya, teman. Memberi bukan hanya soal materi, kok.

Setiap seminggu sekali kamu bisa mencari orang-orang yang bisa kamu bantu. Bantu nenek-nenek atau anak-anak menyebrang jalan, memberi semangat teman, dan hal lain yang tidak memberatkan kamu.


Kita Banget! Temukan Cinta

Cinta sendiri terbagi menjadi 2 jenis yaitu cinta eros dan cinta non-eros. Cinta eros itu cinta antara lawan jenis, kamu cinta dia sayangnya dia tidak. Kudu cari yang lain ya, teman. Cinta non-eros itu cinta antara ibu dan anak, ke paman/bibi, atau saudara lain termasuk saudara ketemu gede.

Tapi keluargaku itu individual tidak ada saling perhatian di dalamnya. Jika begitu, kamu bisa buat jadwal untuk berkunjung ke panti asuhan dan panti jompo. Tidak perlu bawa apa-apa. Kamu bisa sedekah pelukan dan perhatian di sana. Semua manusia itu butuh cinta, teman.

Bullshit! Jika ada yang mengatakan aku tidak butuh cinta, pasti sudah ada luka batin, tuh. Ini juga menjadi rahasia terakhir yang dibahas untuk menjaga kestabilan jiwa kita. Semoga bermanfaat ya, teman. Yuk, ketemu lagi di artikel saya yang berikutnya.

Catatan: Setiap mendapati ilmu baru jangan berhenti di sana ya, teman. Perlu pendalaman pembelajaran lagi supaya amanah ilmu tersebut.


    Suka dengan artikelnya? Bagikan ke sosial media kamu!

    What's Your Reaction?

    Marah Marah
    0
    Marah
    Bingung Bingung
    0
    Bingung
    Sedih Sedih
    0
    Sedih
    Ngakak Ngakak
    0
    Ngakak
    Mantap Mantap
    0
    Mantap
    Wth Wth
    0
    Wth
    Takut Takut
    0
    Takut
    Suka Suka
    4
    Suka
    desay

    Komentar