Mengenal Label Barcode Dalam Bisnis Perdagangan

4 min


1 share
Label Barcode

Dalam bisnis perdagangan modern, Label Barcode sangat penting fungsinya terutama dalam kontrol jumlah produk. Apalagi jika jenis barang yang di pasarkan terdiri atas banyak item, varian harga dan skala yang besar, tentu saja akan sangat membantu. Di samping itu, secara estimasi waktu juga akan lebih efisien terutama dalam menghitung keluar masuknya barang, di bandingkan dengan cara pelabelan yang manual. Sehingga ini sangat cocok untuk di pakai pada bisnis perdagangan sistem ritel, baik skala kecil maupun besar seperti mini market hingga perusahaan-perusahaan besar.

Sementara jika masih menggunakan pelabelan konvensional, dalam eskalasi waktu justru tidak efektif. Selain itu, pada saat proses controlling produk juga akan banyak mengalami kendala terutama kesalahan dalam menghitung. Padahal dalam perdagangan, keseimbangan neraca antara pemasukan, pengeluaran dan stok barang sangat penting dalam memastikan safety tidaknya sebuah bisnis. Sehingga human error harus di tekan semaksimal mungkin, dengan berbagai cara antara lain adalah melalui pelabelan barang yang berbasis teknologi.

Mengenal Jenis Label Barcode

Terdapat beragam jenis Label Barcode yang bisa di gunakan oleh para pelaku usaha, khususnya yang bergerak di bidang perdagangan sesuai dengan kebutuhannya. Terutama dalam jenis bahan yang di gunakan, mulai dari yang awet (kuat dan tahan lama) hingga bahan label yang standar. Soal jenis mana yang paling baik, tentu saja kembali lagi kepada prinsip “ada kualitas, ada harga”. Berikut ini terdapat beberapa pilihan jenis label yang bisa anda pertimbangkan, berdasarkan bahan yang di gunakan.

  1. Label Barcode Semi Mantel

Jenis label Semi Coat ini secara tampilan mempunyai permukaan yang lebih mengkilat di bandingkan dengan model lainnya. Secara karakteristik, bahan yang mengandung unsur coat berada di lapisan paling atas pada label stiker. Sehingga akan menutupi pori-pori pada kertas yang membuat unsur carbon ribbon dapat menempel dengan sempurna pada saat di lakukan pencetakan barcode.

Secara harga, Label Barcode semi coat ini terbilang cukup ekonomis dan terjangkau, jika di bandingkan dengan jenis lainnya. Terbukti produk label ini secara permintaan tergolong paling tinggi di gunakan, terutama oleh bisnis perdagangan seperti minimarket, supermarket, klinik/Rumah Sakit hingga perusahaan-perusahaan industri seperti manufaktur.

  1. Vallum TTL

Label jenis Vallum TTL mempunyai karakteristik di mana tidak terdapat lapisan pada bagian atas dari label stiker. Sehingga tampilan label akan terlihat lebih putih murni dan tidak mengkilap seperti pada bahan semi coat. Akan tetapi, dari segi kekuatan pada jenis label ini justru lebih unggul. Karena cetakan akan terserap sempurna sampai ke pori-pori kertas dan tidak tertutup oleh lapisan seperti pada bahan semi coat. Pengguna jenis label ini di antaranya Di stro atau gerai Clothing Brand, Retail Fashion dan termasuk juga minimarket. Baca juga paket aqiqah yang rekommended dengan pelayanan terbaik

  1. Label Termal

Pengguna Label Barcode jenis termal ini umumnya adalah bisnis makanan pokok seperti toko buah dan sayur, daging, telur dan juga bisnis ekspedisi pengiriman barang. Secara karakteristik, jenis ini tergolong sederhana karena tidak terdapat lapisan pada bagian atas stiker yang membungkus kertas label. Secara harga pun terbilang lebih ekonomis di bandingkan jenis lainnya.

  1. Label Yufo

Yufo merupakan jenis label yang mempunyai keunggulan berupa bahan yang tahan air, kuat dalam suhu panas, dan tergolong anti sobek. Sehingga sangat cocok di gunakan untuk pelabelan barang-barang yang berada di ruang terbuka, langsung terkena panas sinar matahari maupun terpapar air hujan. Kelebihan lainnya adalah bahan stiker yang anti gores yang membuat hasil cetakan barcode tetap aman dan terbaca saat scanning. Label jenis Yufo ini sering di gunakan untuk inventarisasi kendaraan hingga alat berat.

Jenis Kode Label Barcode

Penting di ketahui bahwa setiap Label Barcode memiliki jenis kode tersendiri yang menyesuaikan kebutuhan dan peruntukannya. Hal ini wajib di pahami oleh setiap calon pengguna agar tidak salah dalam menentukan jenis kode dan varian produk. Berikut ini terdapat beraneka jenis kode pada barcode yang berlaku universal.

  1. Uniform Product Code (UPC)

Kode barcode ini umumnya di gunakan sebagai checkout produk penjualan, persediaan barang, dan biasanya sering di jumpai di toko-toko ritel.

  1. Kode 39 (alias 3 dari 9)

Biasanya kode Label Barcode jenis ini di peruntukkan dalam pencarian produk, inventarisasi dan pengiriman.

  1. POSTNET

Kode barcode sering di jumpai pada US mail yang di gunakan sebagai pos encoding.

  1. European Article Number (EAN)

Kode Label Barcode ini di fungsikan sebagai superset pada UPC yang membantu identitas negara asal melalui digit ekstra tertentu.

  1. Bookland

Jenis ini tergolong familiar dan sering kita jumpai pada bagian belakang sampul buku atau majalah. Kode yang di gunakan biasanya berdasarkan ISBN.

  1. ISSN barcode

Kode Label Barcode ini hampir serupa dengan Bookland yang berisikan ISBN pada buku majalah. Perbedaannya pada ISSN di gunakan di luar Amerika Serikat.

  1. Interleaved 2 of 5

Di gunakan khususnya pada segmen industri pelayaran dan berbagai jenis gudang.

  1. Codabar

Terutama Federal Express, perpustakaan-perpustakaan, hingga bank darah bisa menggunakan kode Label Barcode jenis ini.

  1. Magnetic Ink Character (MIC)

Kode barcode jenis ini sering di jumpai pada aktifitas perbankan. Isinya terdiri atas font khususnya yang berisi nomor pada bagian bawah lembar cek bank.

Membaca Label Barcode

Terdiri atas deretan kode-kode tertentu, setiap Label Barcode tentu mempunyai makna tersendiri. Sehingga setiap pengguna wajib mengetahui cara membaca setiap kode yang ada pada label. Berikut ini adalah cara membaca kode barcode yang bisa di praktekkan sendiri.

  1. Setiap barcode jenis apapun pasti terdapat dua garis yaitu hitam dan putih. Kode biasanya di simpan pada ruang putih yang berada di antara dua garis hitam pada stiker label.
  2. Perlu di perhatikan bahwa di dalam Label Barcode terdapat perbedaan ukuran garis. Mulai dari yang paling tipis yang di sebut “1”, sedang yang di tandai “2”, lebih tebal “3”, dan paling tebal di antara garis-garis yang lain, dengan kode “4”.
  3. Tiap-tiap digit angka dalam label umumnya berisi empat angka tertentu. Misalnya 0 = 4125; 1 = 3118; 2 = 4221 dan seterusnya.

Aturan Kode Label Barcode

Agar dapat Universal, semua kode baris pada Label Barcode yang biasa tempelkan pada barang atau produk apapun, harus sesuai dengan aturan internasional. Tujuannya tentu saja agar terdapat keseragaman dan memudahkan proses koding produk terutama dalam kegiatan ekspor-impor. Terdapat 13 digit angka pada barcode yang masing-masing berisi kode sebuah negara, kode perusahaan, kode produk dan cek digit. Misalnya untuk kode barcode dengan angka 889 di awal, adalah untuk Indonesia. Artinya barang atau produk dengan kode tersebut berasal dari dalam negeri.

Itulah sekilas tentang aneka jenis Label Barcode yang dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Keuntungannya tentu saja untuk memperbaiki jalannya bisnis. Di samping agar mempermudah pemantaun keluar-masuk barang dan transaksi perdagangan.


Like it? Share with your friends!

1 share

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Send this to a friend