Perhatikan Ciri-ciri Depresi Yang Umum Terjadi Ini!

4 min


Apakah anda sering merasa cemas atau mudah lelah? jika hal itu sering anda alami bisa jadi itu adalah ciri-ciri depresi. Ada banyak ciri-ciri depresi yang bisa dikenali. gejala depresi yang muncul berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya.

Tahukah anda jika satu dari lima orang di dunia mengalami depresi ketika pada tahap tertentu dalam hidup mereka. Depresi sendiri merupakan gangguan suasana hati yang serius. Kondisi ini dapat memengaruhi perasaan, pikiran, dan bahkan  perilaku seseorang dalam jangka waktu tertentu.

Perlu untuk diketahui, ada banyak jenis-jenis depresi seperti: Depresi, Depresi Psikologis, Dysthmia atau persistent depressive disorder yang adalah bentuk lain dari depresi kronis, Postpartum depression, Seasonal affective disorder (SAD), hingga gangguan Bipolar.

Lantas, apa saja sih tanda dan gejala depresi yang paling umum? simak penjelasannya berikut ini:

Tanda dan gejala depresi

Depresi umumnya ditandai dengan memburuknya suasana hati selama berhari-hari bahkan bisa berbulan-bulan. ada perbedaan antara stres dan depresi, seperti kurang bersemangat, sulit berkonsentrasi, dan kehilangan minat pada hal-hal yang tertentu yang sebelumnya disenangi.

Umumnya gejala depresi akan terasa melelahkan dan bahkan bisa menghambat penderitanya. Berikut Tanda dan gejala atau ciri-ciri depresi secara umum:

Gejala Psikologis

  • Merasa sedih terus-menerus atau berkepanjangan
  • Mood sering memburuk secara drastis.
  • Sering menangis tersedu-sedu
  • Merasa mengasihani diri sendiri hingga putus asa.
  • Merasa tidak berharga atau pecundang.
  • kehilangan gairah atau motivasi
  • Susah membuat keputusan.
  • Mudah merasa cemas atau khawatir.
  • Diselimuti perasana bersalah terus-menerus
  • Mudah kesal, emosi, dan susaqh toleran terhadap orang lain.
  • Sulit merasakan kebahagiaan dari situasi atau kejadian yang positif
  • Melukai diri sendiri hingga berpkir untuk bunuh dri

Gejala Fisik

  • Sering sembelit
  • Perubahan nafsu makan
  • Bergerak atau bicara lebih lambat dari biasanya
  • Perubahan berat badan secara drastis
  • Sakit dan nyeri tubuh yang sulit dijelaskan.
  • tampak lemas, letih, dan lesu.
  • Gairah seks yang menurun atau bahkan hilang sama sekali.
  • Menstruasi tidak teratur (bagi perempuan)
  • Susah tidur nyenyak dan sering terbangun tengah malam, atau bangun pagi-pagi sekali.

Gejala Sosial

  • Memilih menutup diri atau menghindari bersosialisasi
  • Sulit bekerja atau beraktivitas seperti biasa
  • Mengabaikan bahkan membenci hobi atau kegiatan yang sebelumnya disukai.
  • Susah bersosialisasi di lingkungan, bahkan sering rentan menghadapi masalah dengan orang sekitar.

Berbagai ciri-ciri yang telah disebutkan di atas dapat dikatakan sebagai depresi jika telah berlangsung setidaknya dalam kurun waktu dua minggu atau lebih. jika ada cukup banyak tanda dan gejala diatas yang terjadi pada anda, coba konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. terapis, atau bisa juga ke psikolog atau psikiater

Hal yang perlu diingat adalah gangguan mental (mental illness) bisa dialami oleh siapa saja.  langkah awal untuk mencapai penyembuhan adalah dengan menyadari bahwa anda memang sakit atau mengalami hal tersebut.

Ingat, jangan pernah merasa malu untuk melakukan konsultasi ke dokter atau psikolog terkait gangguan mental (mental illness) yang sedang Anda alami.

Penyebab depresi

Menurut para ahli depresi bisa terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

Faktor genetik

Sebagian besar peneliti menduga bahwa jika anda memiliki orangtua atau saudara kandung  yang mengalami depresi, anda bisa berpeluang untuk mengalaminya juga. ingat, ini tidak bisa dijadikan acuan.

Faktor biologis

Kondisi ini dapat disebabkan karena kadar senyawa kimia dalam otak (neurotransmitter) yang mengatur suasana hati tidak seimbang. Ketika senyawa kimia dalam otak itu kekurangan pasokan, hal ini dapat menyebabkan serangkaian gejala yang umumnya dikenal sebagai depresi klinis.

Jenis kelamin

Tahukah kamu ternyata perempuan lebih berisiko mengalami depresi dibandingkan pria. wanita diketahui dua kali lebih mudah terkena depresi dikarenakan pengaruh perubahan hormon yang terjadi selama hidupnya. seperti ketika masa menstruasi, setelah melahirkan, dan permineopause. Namun seringkali risiko ini akan menurun  setelah menopause.

Narkoba

Waspadalah penggunaan obat-obatan terlarangan dan alkohol ternyata bisa memicu gangguan depresi. Bahkan resep obat-obatan yang diberikan dokter pun bisa berpeluang menyebabkan kondisi ini.

Perhatikan beberapa resep obat-obatan yang berkaitan dengan gejala depresi termasuk obat statin, stimulan, beta-blocker, antikonvulsan, kortikosteroid, dan benzodiazepoine.

Riwayat penyakit tertentu

Tahukah anda jika kondisi psikologis dan fisik berkaitan erat satu sama lain. Jadi, jika Anda mengalami masalah kesehatan fisik, Anda berkemungkinan mengalami masalah psikologis juga.

Seringkali, stres dan rasa sakit karena penyakit kronis bisa memicu depresi yang berat. Penyakit tertentu, seperti gangguan tiroid, Addison dan penyakit hati, juga bisa memicu gejala depresi.

Trauma masa kecil

Trauma saat kecil juga memberikan pengaruh yang besar terhadap kondisi psikologis ketiga beranjak menjadi dewasa. Beberapa peristiwa buruk seperti pelecehan seksual, perceraian atau kehilangan orangtua dapat memicu kondisi ini.

Stres berat dan kronis

Hati-hati jika anda sering mendapatkan tekanan terus-terusan. kondisi tersebut dapat memicu stres berat yang pada akhirnya dapat menyebabkan depresi. Hasil penelitian memnyebutkan bahwa kadar hormon kortisol yang tinggi dapat menekan kadar serotonin hingga menjadi pemicu gejala depresi.

Faktor lingkungan

Selin itu gangguan mental ternyata juga dapat disebabkan dari hal-hal yang umumnya sering kita temui sehari-hari, misalnya Pekerjaan yang menumpuk atau lingkungan kerja yang kurang nyaman hingga permasalahan didalamnya dapat memicu seseorang mengalami depresi.

Selain itu, lingkungan di rumah atau lingkar pertemanan yang tidak mendukung (toxic)  juga dapat memicu kondisi ini.

Ditinggal orang terkasih

Terakhir, ini yang umumnya sering dialami oleh kawula muda, yakni patah hati. Adakah yang lebih menyedihkan dari ditinggal orang terkasih ketika sedang sayang-sayangnya? dalam banyak kasus, duka mendalam akibat ditinggal atau bahkan dikhianati orang-orang yang dicintai dapat memicu gangguan mental (mental illness).

Cara mengatasi depresi

Namun jangan khawatir, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk melawan perasaan depresi yang Anda alami. anda bisa pergi ke dokter, pesikolog atau psikiater untuk konsultasi, atau menerapkan pola hidup sehat dengan makan secara teratur dan rajin berolahraga.

Hal tersebut dapat memicu hormone endorfin. Hormon endorfin sendiri merupakan senyawa yang bisa membantu meningkatkan mood alias suasana hati.

Demikian penjelasan mengenai ciri-ciri depresi. jika ciri-ciri tersebut terjadi pada anda segera komsultasi ke dokter atau psikiater. ingat, jangan cemas berlebihan. semoga tulisan tersebut membantu atau anda juga bisa membagikan artikel tersebut kepada teman, saudara, atau siapapun yang anda sayangi


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
1
Takut

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Send this to a friend