Lagi! Laut Natuna Diklaim China, Ini Sejarah Panjang Sengketa Natuna

3 min


Sengketa Laut Natuna – Laut Natuna berada di provinsi Kepulauan Riau (KEPRI) letaknya yang bersinggungan dengan Laut China Selatan akhir-akhir ini viral setelah beredar video singkat armada kapal China mengklaim Laut Natuna Utara termasuk wilayah mereka.

Dalam video tersebut memperlihatkan perdebatan sengit antara Bakamla RI (Badakan Keamanan Laut Republik Indonesia) dengan salah satu kapal militer Coast Guard China milik negara Tirai Bambu, China.

Padalah secara hukum laut internasional dibawah naungan PBB, UNCLOS 1982 mengatakan bahwa Laut Natuna Utara merupakan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Akhirnya pemerintah mengambil sikap tegas terhadap China dengan mengirimkan kapal TNI Angkatan Laut ke perairan Laut Natuna serta memanggil kedutaan China untuk Indonesia.

Tidak hanya China, Negara tetangga Malaysia juga pernah mengakui bahwa pulau Natuna seutuhnya adalah milik mereka. Lalu apa saja sejarah panjang sengketa Natuna? berikut ulasannya :

Sejarah Natuna Dari Kesultanan Riau Hingga PBB

sejarah singkat natuna

Sejarah Kabupaten Natuna tidak terlepas dari sejarah Kesultanan Riau. Sebenarnya pada tahun 1597 Kepulauan Natuna termasuk kedalam wilayah kerajaan Pattani dan Johor di Malaysia.

Namun sekitar abad ke 19, kesultanan Riau berhasil menguasai kepulauan Natuna. Singkat cerita, setelah Indonesia merdeka perwakilan kesultanan Riau menyerahkan kedaulatan sepenuhnya kepada Indonesia yang waktu itu berpusat di pulau Jawa.

Tepatnya pada tanggal 18 Mei 1956, Indonesia secara resmi mendaftarkan Natuna ke PBB sebagai wilayahnya. Baru kemudian pada tanggal 12 Oktober 1999 dengan dilantiknya Bupati natuna kala itu, Drs. H. Andi Rivai Siregar, kabupaten Natuna terbentuk dengan 4 Kawedanaan, meliputi :

  • Kewedanaan Tanjungpinang, terdiri dari Kecamatan Bintan Selatan (termasuk Bintan Timur, Galang, Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Timur).
  • Kewedanaan Karimun, terdiri dari Kecamatan Karimun, Kundur dan Moro.
  • Kewedanaan Lingga, terdiri dari Kecamatan Lingga, Singkep dan Senayang.
  • Kewedanaan Pulau Tujuh, terdiri dari Kecamatan Jemaja, Siantan, Midai, Serasan, Tembelan, Bunguran Barat dan Bunguran Timur.

Namun berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Riau tanggal 9 Agustus 1964 No. UP/247/5/1965. Keempat kawedanaan tersebut kemudian dihapus dan diganti dengan 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Barat, Jemaja, Siantan, Midai dan Serasan dan satu Kecamatan Pembantu Tebang Ladan.

Kabupaten Natuna mengalami beberapa kali pemekaran wilayah. Pada tahun 2004, 2007, 2008, hingga 2015 menjadi 16 Kecamatan 70 Desa dan 6 Kelurahan.

Perebutan Wilayah Oleh Malaysia

Berdasarkan sejarah kewilayahan, seorang akademisi dari Malaysia menyatakan bahwa seharusnya Laut Natuna dan kepulauannya secara sah merupakan bagian dari Malaysia.

Namun, untuk menghindari konflik berkepanjangan setelah era konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1962-1966, Malaysia tidak lagi menggugat status Natuna.

Disisi lain Indonesia juga sudah membangung berbagai sarana dan prasarana di kepulauan itu seluas 3.420 KM. Penduduk lokal pulau Natuna terdiri dari kombinasi Melayu mencapai 85 persen, Jawa 6,34 persen dan China 2,52 persen.

Berada dikawasan strategis pelayaran Internasional dan menyimpan cadangan gas bumi terbesar di asia tak heran jika Natuna menjadi perebutan banyak negara tetangga.

Konflik Indonesia dengan China

Sejarah sengketa laut natuna

Setelah konfrontasi Indonesia – Malaysia, terjadi pergerakan anti China yang mengakibatkan berkurangnya etnis China dari 5000 orang tersisa 1000 orang di Natuna.

Pada tahun 2009 China telah melanggar sembilan titik garis tarik dari pulau Spartly, lalu mengklaim Laut Natuna Utara sebagai Zona Ekonomi Eksklusif mereka.

Saat itu Susilo Bambang Yudoyono sebagai Presiden Republik Indonesia memprotes tindakan China tersebut melalui Landas Kontinen PBB. Hal itu dipicu karena kebijakan pemerintahan Kuomintang di Taiwan yang menyatakan bahwa wilayah China mencapai 90 persen di Laut China Selatan, yang berarti Laut Natuna Utara termasuk kedalamnya.

Dimana terdapat garis putus-putus yang diklaim China sebagai pembaharuan peta negara pada tahun 1947. Akhirnya sejak saat itu pemerintah Indonesia mengerahkan lebih dari 20.000 personil TNI untuk menjaga wilayah Natuna.

Sumber Daya Alam Natuna Jadi Incaran

Disisi lain penyebab munculnya sengketa Natuna antar Indonesia dengan China dipicu karena kekayaan Natuna yang menyimpan cadangan Gas terbesar se-Asia Pasifik dan memiliki kekayaan alam melimpah.

Data tersebut berdasarkan salah satu ladang gas alam Blok Natuna D-Alpha, yang mana dikatakan Natuna menyimpan cadangan gas sebesar 222 TCF (triliun cunic feet). Jika dikalkulasi tidak akan habis dalam 30 tahun mendatang.

Sedangkan potensi gas recoverable di kepulauan Natuna mencapai 46 tcf (triliun cubic feet) atau setara dengan 8,383 miliar barel. Total jika digabungkan, setidaknya terdapat 500 juta barel energi hanya dari blok D-Alpha. Dari situlah para ahli mengklaim Natuna menyimpan kekayaan Gas alam terbesar se Asia-Pasifik bahkan dunia.

Jika diuangkan, kekayaan gas di Natuna mencapai 6.000 triliun. Belum lagi kekayaan sumber daya laut yang tak kalah melimpah.

China Kembali Mengklaim Natuna

Pada akhir Desember 2019 sengketa laut natuna kembali terjadi, beredar sebuah video yang memperlihatkan perbincangan sengketa alot antara pemerintah RI dengan China. Keduanya saling mengklaim Laut Natuna Utara sebagai wilayah kedaulatan masing-masing.

Situasi semakin memanas dengan menyusulnya armada China, Coast Guard China yang mengawal nelayan mereka untuk mencari ikan di perairan Natuna dengan melewati batas ZEE yang sudah ditetepkan berdasarkan Hukum Laut Internasional, PBB.

Hal itu kemudian mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan memprotesnya memalui Kementrian Luar Negeri dan mengirimkan beberapa personil kapal perang milik TNI AL ke laut Natuna.

Tak hanya itu, Asosiasi Nelayan Indonesia bersama pemerintah telah mengirimkan sekitar 120 kapal nelayan pencari ikan ke perairan Natuna sebagai bentuk protes terhadap tindakan China tersebut.

Demikian artikel tentang sejarah panjang sengketa laut Natuna tepatnya di perairan Natuna Utara


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
1
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Send this to a friend