Hanya 7 Menit, Begini Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Online

3 min


Makintau.com – Pada artikel kali ini saya akan membahas bagaimana cara daftar BPJS Ketenagakerjaan secara online. Selain cepat, mendaftar BPJS online tentunya sangat efisien tanpa perlu antre berjam-jam.

BPJS Ketenagakerjaan sendiri merupakan program pemerintah yang memberikan jaminan perlindungan terhadap para tenaga kerja di Indonesia guna mengatasi resiko-resiko sosial ekonomi yang bersistem asuransi sosial.

Nah, bagi kamu yang ingin menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan namun belum tahu cara daftar ataupun malas antri berlama-lama, berikut caranya

Syarat Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

bpjs ketenagakerjaan

Sebelumnya, perlu kamu ketahui bahwa peserta BPJS tenaga kerja ini dibagi menjadi empat kategori yaitu Peserta penerima upah (Karyawan perusahaan), peserta bukan penerima upah (Pekerja Mandiri), Pekerja Imigran (TKI), dan Jasa Konstruksi

Peserta Penerima Upah (PU)

Biasanya calon peserta akan didaftarkan secara kolektif oleh perusahaan terkait. Berikut merupakan syarat dokumen yang perlu disiapkan sebelum mendaftar BPJS Tenaga Kerja kategori peserta tenaga kerja dalam hubungan kerja :

  • Asli dan fotocopy Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Asli dan fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  • Asli dan fotocopy Akta Perdagangan Perusahaan
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) karyawan
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK) karyawan
  • Pas foto berwarna karyawan ukuran 2×3 sebanyak 1 lembar

Peserta Bukan Penerima Upah (BPU)

Sedangkan bagi pekerja mandiri, freelancer, pengusaha, content creator dan sebagainya yang termasuk kategori pekerja mandiri, bisa langsung mendaftar mandiri. Berikut syarat dokumen untuk daftar BPJS ketenagakerjaan bagi pekerja mandiri:

  • Surat izin usaha asli dari kelurahan setempat
  • Fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
  • Pas foto berwarna ukuran 2×3 sebanyak 1 lembar

Peserta Pekerja Imigran (TKI)

Yang termasuk kedalam kategori pekerja imigran adalah mereka yang berkewarganegaraan Indonesia namun sedang bekerja di luar negeri atau yang lebih familiar disebut Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

  • Scan KTP (.jpeg)
  • Scan Passport (.jpeg)
  • Scan Surat Kontrak Kerja (.jpg atau .pdf)
  • Pas foto berwarna 3×2 (.jpeg)
  • Scan Visa (.jpeg)

Peserta Jasa Konstruksi

BPJS ini biasanya bersifat tidak tetap dalam artian hanya berlaku ketika sedang menjalankan kontrak kerja sebagai jaminan keselamatan tenaga kerja sebuah proyek yang bergerak dibidang jasa konstruksi.

Jenis proyek yang wajib mendaftarkan pekerjanya ke BPJS Ketenagakerjaan

  • Proyek APBD
  • Proyek atas Dana Internasional
  • Proyek APBN
  • Proyek Swasta
  • dll

Peserta BPJS kategori ini diantaranya pekerja harian lepas, borongan dan kontrak yang secara kolektif didaftarkan oleh perusahaan jasa konstruksi terkait. Adapun syarat dokumen yang harus terpenuhi sebagai berikut:

  • Surat Perintah Kerja (SPK)
  • Surat Perjanjian Pemborong (SPP)

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan Online

cara daftar bpjs ketenagakerjaan online

Banyak sekali keuntungan yang akan kamu dapatkan jika terdaftar sebagai peserta BPJS tenaga kerja salah satunya terdapat program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua.

Melalui perogram seperti itu diharapkan para kekerja baik karyawan maupun mandiri yang terdaftar BPJS memiliki jaminan kesejahteraan secara ekonomi dan sosial. Nah, berikut cara mudah mendaftar BPJS Ketenagakerjaan secara online :

  1. Siapkan semua syarat-syarat yang tadi saya sebutkan diatas
  2. Buka situs resmi BPJS Ketenagakerjaan
  3. Klik “Daftarkan Saya
  4. Kemudian pilih salah satu dari 4 jenis kategori BPJS tenaga kerja (Peneriman Upah, Bukan Penerima Upah, Tenaga Imigran, atau Jasa Konstruksi)
  5. Jika kamu sebagai perusahaan maka masukkan email perusahaan (sebagai pendaftar). Namun jika pekerja mandiri bisa menggunakan email pribadi.
  6. Isi formulir pendaftaran seperti Nama, KTP, Alamat, dll.
  7. Pilih metode dan tempo pembayaran iuran
  8. Jika semuanya sudah selesai, tinggal tunggu email dari BPJS Ketenagakerjaan
  9. Print dan bawa ke kantor BPJS terdekat dengan syarat yang diminta masing-masing kategori kepesertaan.
  10. Selesai!

Sedangkan bagi peserta Tenaga Imigrasi (TKI) kamu bisa mengupload setiap dokumen ke halaman BPJS dengan format file yang diminta atau dengan mengakses SISKOTLN (Sistem Komputerisasi Tenaga Kerja Luar Negeri)

Manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Berbicara tentang manfaat yang didapatkan jika terdaftar sebagai peserta BPJS tenaga kerja, tentunya sangat banyak sekali. Karena BPJS mempunyai 4 program yang memiliki manfaat guna memberikan jaminan ekonomi dan sosial. Berikut adalah beberapa progam dan manfaat BPJS Ketenagakerjaan:

1. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK)

Program jaminan kecelakaan kerja bertujuan untuk menjamin para tenaga kerja mendapatkan pelayanan kesehatan dan uang santunan jika mengalami kecelakaan saat bekerja atau menderita penyakit akibat bekerja.

Iuran JKK bagi pekerja penerima upah biasanya ditanggung perusahaan dengan rasio 0,24% sampai 1,72% tergantung tinggi rendahnya resiko kerja.

2. Jaminan Pensiun

Program Jaminan Pensiun bermanfaat untuk mempertahankan kelayakan hidup para pekerja saat sudah memasuki masa pensiun atau cacat tetap akibat kerja. Program ini bisa juga disebut sebagai tabungan hari tua.

Iuran yang harus dibayarkan sebesar 3% dari total gaji dengan rincian 2% ditanggung perusahaan sesngkan 1% ditanggung pekerja.

3. Jaminan Hari Tua

Dengan tujuan menjamin masa tua para pekerja yang terdaftar sebagai peserta BPJS agar tercukupi secara ekonomi dan sosial. Manfaat program ini bisa mendapatkan sejumlah uang tunai dari iuran yang telah dibayarkan semasa bekerja dan aktif menjadi peserta BPJS.

Iuran yang harus dibayarkan sebesar 5,7% dari total gaji, sebanyak 3,7% ditanggung perusahaan atau instansi dan 2% menjadi tanggungan pribadi

4. Jaminan Kematian

Ketika kelak kamu meninggal karena kecelakaan kerja program jaminan kematian dari BPJS ketenagakerjaan akan memberikan santunan kematian berupa uang tunai kepada ahli waris atau pihak yang ditinggalkan.

Iuran yang harus dibayar sebagai penerima upah (karyawan) sebesar 0,3% dari total gaji bersih sedangkan bagi peserta bukan penerima upah (mandiri) sebesar Rp.6.800.


Like it? Share with your friends!

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Send this to a friend