4 Fakta Dibalik Konflik AS-Iran, Motif Balas Dendam?

3 min


Konflik AS-Iran – Ketegangan antara Amerika dengan Iran beberapa pekan ini disebabkan karena terbunuhnya jendral terkuat Iran, Qassem Soleimani oleh Drone kiriman Presiden Trump.

Tak berselang lama pasca kejaidan itu Iran membalasnya dengan mengirimkan serentetan rudal balistik ke Pangkalan Militer Amerika Serikat di Irak. Islamic Revolutionary Guard Corp (IRGC) mengklaim atas serangan pembalasan tersebut

Namun dalam konferensi pers, Rabu (08/01) di Gedung Putih, Donald Trump menyampaikan jika tidak ada korban jiwa atas serangan Iran.

“Semuanya aman, Tidak ada satupun warga Amerika yang menjadi korban. Semua tentara kita aman. Hanya beberapa kerusakan kecil di markas militer kita,” kata Presiden Trump

Lantas hal apa saja yang menjadi fakta dibalik konflik antara Amerika Serikat dengan Iran ini? Simak ulasan berikut

Kematian Jendral Qassem Jadi Pematik

potret Qassem Soleimani

Ketegangan antara Amerika dengan Irak memanas setelah Amerika meluncurkan serangan roket yang menewaskan Jendral kesayangan Iran, Qassem Soleimani, pada kamis 2 januari 2020

Dimana Qassem dianggap sebagai sosok militer terkuat yang pernah dimiliki Iran serta berada diposisi kedua penguasa Iran setelah Ayatollah Ali Khamenei.

Dilansir dari liputan6.com, Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Azad menilai jika serangan AS terhadap Iran yang menewaskan Qasem Soleimani merupakan teror pengecut sekaligus biadab. Ia juga menyatakan, Iran akan tetap melakukan serangan balasan kepada AS dengan cara yang sama, yaitu agresi militer.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat, Pentagon mengatakan jika serangan yang menewaskan Qassem Soleimani merupakan “upaya pertahanan” yang dilakukan AS untuk melindungi para diplomatiknya.

Sebab menurut mereka, Soleimani telah merencanakan berbagai penyerangan kepada diplomat AS, salah satunya pembakaran Kedubes Amerika Serikat di Baghdad.

Selain itu Pentagon juga mengatakan jika Pasukan Quds yang dipimpin langsung oleh Soleimani termasuk kedalam daftar “Organisasi Teroris Asing” serta ada kaitannya dengan Hezbollah dan Hamas.

“Jenderal Qassem Soleimani seharusnya sudah musnah sejak bertahun-tahun lalu,” kata Presiden Trump.

Pemerintahan Presiden Trump mengungkapkan jika Pasukan Quds terlibat dalam sejumlah serangan yang menewaskan lebih 600 tentara Amerika pada tahun 2003 hingga 2011.

Serangan Balas Dendam Iran ke Amerika

aksi serangan konflik as-iran

Rabu 08 Januari 2020, subuh waktu setempat. Iran membalaskan dendam Qossem Soleimani dengan menembakkan rudal balistik ke markas militer Amerika di Irak.

Dalam komandonya, Ayatollah Ali Khamenei ia menyebutkan jika balasan ini sebagai tamparan atas apa yang telah diperbuat Amerika, Pimpinan tertinggi Iran itu juga meneriakkan “Amerika harus mati” dihadapan warga Iran.

Meskipun begitu, Trump dalam keterangan persnya mengkonfirmasi jika tidak ada korban jiwa dalam peristiwa serangan fajar tersebut.

Hal ini lantas membuat beberapa diplomat berasumsi bahwa Iran memang dengan sengaja mengirimkan rudalnya agar tidak mengenai pasukan tentara AS. Mereka hanya ingin memperlihatkan ketidakterimaan atas kematian jendral terbaiknya serta tidak mau memperkeruh keadaan.

Trump ke Iran : Amerika Siap Berdamai

Trump ke Iran, Amerika siap damai

Atas serangan balas dendam Iran yang menewaskan Qassem Soleimani, terebut alih-alih Trump membalas lagi, malah menyatakan sikap siap damai dan menawarkan kesepakatan yang membuat iran dapat tumbuh dan sejahtera.

Trump kepada rakyat Iran menyampaikan “kami ingin kalian punya masa depan luar biasa yang pantas kalian dapatkan. Sejahtera di dalam negeri dan harmonis dengan negara-negara lain. Kami (AS) siap merangkul perdamaian bersama mereka yang menginginkannya,” kata Donald Trump.

Walaupun kekuatan Amerika lebih besar dibanding Iran, para pengamat di Timur Tengah menilai jika Presiden Trump takut jika terjadi perang besar mereka akan kalah. Pasalnya Iran bersekutu dengan Rusia dan China.

Akar Masalah Konflik AS – Iran

akar masalah konflik as-iran

Memanasnya konflik AS-Iran tidak terlepas dari perkembangan pasca-invasi pasukan Amerika Serikat ke Irak pada tahun 2003 silam. Irak yang mengharapkan kondisi stabil setelah terbuhunnya Saddam Husein justru malah sebaliknya.

Akibatnya rakyat Irak kini terbelah kedalam dua kelompok antara Syiah dan Sunni. Dimana kelompok Kurdi dan Syiah yang dulunya terpuruk pasca kejadian itu kini berbalik menjadi kuat dan sangar.

Awalnya hubungan Iran-AS terlihat sangat dekat. Hal ini dibuktikkan pada saat penggulingan Saddam Husein, Iran menyediakan wilayah perbatasan yang kemudian digunakan pasukan AS untuk mendaratkan pesawat tempurnya guna menyerang Irak.

Bahkan Qassem Soleimani pada saat itu terlihat berkali-kali berhubungan dengan AS dalam membentuk pemerintahan baru di Irak serta membantu AS dalam menginvasi Afganistan.

Sayangnya, hubungan antar kedua negara tersebut mulai retak ketika pengaruh Iran di Irak semakin kuat. Ribuan demonstran menolak secara brutal pengaruh Iran di Irak. Hal itu yang kemudian menyebabkan Irak terpecah menjadi dua kubu, Kubu Iran dan kubu Amerika.

Setelah berhasil merampas basis ISIS, justu Amerika malah semakin mendapatkan tekanan dari para sekutunya yang pro terhadap Iran untuk segera angkat kaki dari Irak.

Puncaknya pada 27 Desember 2019 kemarin, puluhan rudal dilancarkan kelompok milisi Kataib Hizbullah bentukan Iran menghantam pangkalan militer Amerika Serikat di Kirkuk dan menewaskan seorang kontraktor AS serta melukai pasukan tentara Amerika dan Irak.

Dalam hitungan hari AS kemudian melancarkan serangan balasan ke Irak di dekat bandara Baghdad pada 3 Januari 2020 dan menewaskan sekitar 25 anggota milisi diantaranya terdapat Abu Mahdi al-Muhandis (pemimpin Kataib Hizbullah) dan Qassem Suleimani (Panglima AL-Quds, Pasukan Khusus Garda Revolusi).

Itulah serentetan kejadian yang mendasari terjadinya konflik AS-Iran. Berdasarkan data-data diatas, apakah menurutmu Word War III atau perang dunia ketiga bakal benar-benar terjadi di tahun ini? Semoga saja tidak.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
1
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Send this to a friend