fbpx

Kamu Wajib Kenali Nama Lain Dari Daging Babi Dalam Komposisi Makanan


Bagi semua umat muslim, makan daging babi dianggap haram, tidak hanya daging babi, tapi seluruh bagian dari babi juga haram dikonsumsi, termasuk lemak, susu, otot, dan unsur lainnya.

Saat umat muslim membeli atau memesan makanan, biasanya akan memastikan bahan tersebut tidak mengandung daging babi dan bagian-bagian lainnya dari babi. Istilah babi dalam komposisi makanan yang sudah biasa diketahui adalah Bacon atau Pork.

Namun ternyata, saat ini, ada banyak istilah yang digunakan untuk menyebut babi dalam komposisi makanan atau obat-obatan loh. Tapi, masih banyak juga umat muslim yang kurang paham dengan hal ini.

Tidak hanya menggunakan istilah pork, bacon atau ham saja, ternyata ada banyak istilah untuk menyebut daging babi dalam komposisi makanan. Berikut ini merupakan istilah-istilah yang digunakan dalam produk yang mengandung/menggunakan unsur babi:

  • Pork : Istilah umum untuk seekor babi muda, berat kurang dari 50 kg.
  • Pig : Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.
  • Ham : Daging babi bagian paha.
  • Boar : Babi liar, babi hutan, atau celeng.
  • Swine: Daging babi untuk semua spesies.
  • Sow: Babi betina dewasa.
  • Bacon: Daging babi yang di asapi.
  • Bak: Daging babi dalam bahasa Tiongkok, misal: Bak Kut Teh, bakkwa
  • Lard: Lemak babi, biasa digunakan sebagai minyak untuk masakan, kue, atau bahan sabun.
  • Hog : Babi dewasa dengan berat lebih dari 50 kg.
  • Sow milk: Susu yang dihasilkan dari babi.
  • Char siu : Daging babi barbeku.
  • Cu Nyuk : Daging babi dalam bahasa Khek/Hakka, Istilah ini digunakan dalam makanan siomay dan bubur.
  • Rou : Babi dalam bahasa Mandarin, misalnya, hingshao rou, rou jia mo, tuotuorou, yuxiangrousi.
  • Dwaeji : Daging babi dalam bahasa Korea, iasanya digunakan sebagai varian dalam bulgogi dan galb.
  • Tonkatsu : Hidangan Jepang berupa irisan daging babi yang digoreng dengan tepung panir.
  • Tonkotsu : Hidangan Jepang berupa ramen berkuah putih keruh, terbuat dari tulang, lemak, dan kolagen babi. 
  • Yakibuta : Hidangan Jepang mirip char siu, biasanya digunakan untuk toping ramen.
  • Nibuta : Hidangan Jepang berupa pundak babi yang dimasak dengan sedikit kuah
  • B2 : Sebutan makanan yang berbahan daging babi dari daerah Batak atau Jogja.
  • Khinzir : Babi dalam bahasa Arab dan Melayu.
  • KAKUNI : Makanan dari perut babi rebus dalam kuliner Jepang
  • Saksang : olahan daging babi khas daerah Tapanuli
  • Bak kut teh : makanan Tionghoa paduan dari sayur asin dengan kaldu iga babi khas Kepulauan Riau.

Istilah kimia untuk aneka makanan dari babi :

Loading...

Makanan tertentu biasanya mengandung emulsifier yaitu zat untuk membantu menjaga kestabilan emulsi minyak dan air dalam makanan. Secara umum bahan pengemulsi terdiri dari emulsifier alami dan emulsifier buatan (sintetis). Beberapa di antaranya ada yang terbuat dari lemak babi. Cukup sulit untuk mendeteksinya karena kamu perlu paham istilah-istilah kimia berikut ini:

E 120 Karmin, Cochenille; E 140 Chlorophyll; E 141 Chlorophyll -ikatan Cu; E 153 Carbo medicinalis; E 160 a Alpha/Beta/Gamma -Carotin; E 161 a Flavoxanthin; E 161 b Lutein; E 161 g Cantaxanthin; E 252 Kaliumnitrat, Salpeter; E 422 Glycerin; E 430 Polyoxiethylen (8) Stearat; E 431 Polyoxiethylen Stearat; E 432 s/d E 436 Polysorbate; E 470 s/d E 478 Salze, Mono- dan Diglyceride, Ester; E 491 Sorbitanmonostearat; E 492 Sorbitantristearat; E 494 Sorbitanmono -Oleat; E 542 Knochonphosphate; E 570 Stearin Acid; E 572 Magnesiumstearat; E 631 Natriuminosinat; E 632 Kaliuminosinat; E 635 Natrium -5′-ribonucleotid; E 913 Wollfett, Lanolin; E 920 L -Cystein, L -Hydrochlorid; E 921 L -Cystin

Bahan Pewarna:

E 120 Karmin pure, Cochenille, Karmin Acid; E 430 Polyoxiethylen (8) Stearat; E 431 Polyoxiethylen Stearat; E 470 Natrium-, Kalium-, dan Calcium Acid; E 471 Mono- dan Diglyceride; E 472 a s/d f, E 473 Sucroester; E 474 Sucroglyceride; E 475 Polyglycerinester; E 476 Polyglycerolester; E 477 Propylenglycolester; E 478 Asam Susu

Bahan Penyedap:

E 631 Natriumosinat; E 635 Natrium-5′-ribonucleotid

Lainnya:

E 153 Carbo medicinalis; E 160 a : Alpha/Beta/Gamma-Carotin; E 161 a : Flavoxanthin; E 432 s/d E 436 Polysorbate; E 491 Sorbitanmonostearat; E 492 Sorbitantristearat; E 494 Sorbitanmono-Oleat sintetis; E 570 Stearin Acid; E 572 Magnesiumstearat; E 632 Kaliuminosinat; E 921 L-Cystin.

Walaupun tidak semuanya bisa kita hafal di luar kepala, paling tidak kita harus waspada dengan selalu mengecek kandungan bahan makanan pada makanan yang tidak mengandung label halal. Semoga kita terhindar dari makanan-makanan haram agar amalan kita bisa diterima Allah SWT.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
1
Bangga
Keren Keren
2
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
2
Sedih
Wow Wow
1
Wow
Marah Marah
1
Marah
Takut Takut
0
Takut
Anisa Eka Rahmawati
Dududududududu :D

Comments

comments

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format