Mengenal Likuifaksi, Yang Menjadi Penyebab “Tanah Bergerak” Akibat Gempa Di Palu

1 min


Pasca terjadinya gempa 7,4 Skala Richter dan tsunami yang melanda kota Palu dan sekitarnya pada 28 septermber 2018, beberapa daerah seperti kelurahan Petobo dan Balaroa mengalami fenomena alam ‘tanah bergerak’ atau likuifaksi. Peristiwa ini ditandai dengan tanah yang kehilangan kekuatannya dan berubah menjadi lumpur.

Fenomena ini menyebabkan berbagai rumah roboh dan tertelan lumpur, tercatat ada 1.747 rumah di Balaroa dan 744 rumah di Petobo yang ‘ditelan’ lumpur, dan diduga, ada ratusan orang juga yang ikut terhisap di bawah lumpur tersebut.

Likuifaksi ini terjadi karena adanya getaran gempa yang memicu terjadinya fraksi (butiran) kasar yang terkumpul di bawah dan butiran halus serta air akan keluar, fenomena ini mengakibatkan turunnya daya dukung tanah terhadap tekanan di atasnya. Likuifaksi ini merupakan fenomena alamiah yang terjadi karena adanya aktivitas kegempaan.

Llikuifaksi terjadi pada lapisan di bawah tanah yang biasanya berupa butiran berukuran pasir, sehingga air yang tersimpan di dalamnya akan ikut terbawa keluar ketika terjadi likuifaksi, proses inilah yang kemudian membuat tanah bercampur air menjadi lumpur yang keluar dari dalam perut Bumi.

Lalu, bagaimana cara agar bisa terhindar dari likuifaksi ini?

Untuk terhindar dari likufaksi,  biasanya lapisan tanah yang berupa pasir dikeringkan sebelum membuat bangunan di atasnya. Untuk konstruksi bangunan bertingkat tinggi, harus ada soil boring untuk melihat apakah ada hal-hal yang dikhawatirkan terjadi likuifaksi.

Soil boring sendiri merupakan teknik yang dipakai untuk mensurvei tanah dengan mengambil beberapa inti dangkal dari sedimen. Teknik ini sangat penting digunakan sebelum melakukan pengeboran untuk investigasi lepas pantai untuk menentukan kondisi tanah.


Like it? Share with your friends!

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Send this to a friend