Shalat menahan kentut

Bagaimana Hukumnya Shalat Sambil Menahan Kentut?

1 min


2
1 share, 2 points

Shalat merupakan ibadah wajib umat Islam yang harus dilaksanakan, jumlahnya sebanyak 5 waktu dalam sehari. Yaitu Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya.

Dalam melaksanakan ibadah shalat, terkadang ada gangguan yang muncul saat shalat. Salah satunya adalah adanya hasrat untuk ingin buang angin atau kentut ketika sedang shalat, apakah kamu juga pernah mengalaminya?

Karena kentut bisa membatalkan syarat sah shalat, kebanyakan orang akan memilih untuk menahan kentut saat sedang shalat.

Shalat tapi menahan kentut, apakah sah?

Nah, dari salah satu contoh kondisi tersebut, pasti ada yang bertanya, “Apa hukumnya menahan kentut ketika sedang shalat?”, dilansir dari Islampos, ternyata belum ditemukan hadis yang membahas tentang menahan kentut.

Hadits yang ada adalah tentang menahan makan dan minum serta menahan kencing atau buang air besar saat sedang shalat, seperti hadits berikut ini,

“Tidak ada shalat di hadapan makanan, begitu juga tidak ada shalat sedang dia menahan air kencing dan air besar (al-akhbatsani)” [HR. Muslim]

Dalam hadits tersebut, yang dimaksud “tidak ada shalat” adalah

tidak sempurnanya shalat seseorang. Sedangkan maksud “di hadapan makanan” bermakna memakan makanan yang dihidangkan di hadapannya. Demikian juga dengan menahan kencing dan air besar.

Menurut Muhyidin Syarf An Nawawi, hadis di atas mengandung hukum makruh shalat bagi seseorang ketika makanan telah dihidangkan dan dia berhasrat untuk memakannya. Begitu juga ketika ada keinginan untuk kencing atau buang air besar, namun dia menahannya.

Shalat dalam keadaan menahan yang demikian dimakruhkan karena dapat menggangu pikiran dan menghilangkan kekhusuan dalam shalat. Jadi, ilah al hukm atau alasan hukmnya adalah perihal hilangnya kekhusuan.

Maka, apa-apa yang serupa kasus di atas dapat dihukumi sama. Menurut  Muhyidin Syarf An Nawawi, kemakruhan tersebut dalam pandangan 4 mazhab dan lainnya, berlaku jika waktu shalat masih longgar.

Berdasarkan keterangan tersebut, jika seseorang menahan kentut ketika shalat semnetara waktu shalat masih luang, maka dia telah melakukan sesuatu yang makruh. Menurut mazhab Syafii dan mayoritas ulama, shalatnya sah, namun dianjurkan untuk diulang. Hal itu mengingat bahwa shalat haruslah dilakukan secara khusyu.

Bagaimana? sudah mendapatkan jawaban dari pertanyaan kamu? semoga artikel ini bermanfaat.


Like it? Share with your friends!

2
1 share, 2 points

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
4
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
1
Takut

Legend

Comments

comments

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format