May 1, 2018

Sejarah May Day, Kenapa Hari Buruh Diperingati Pada 1 Mei?

May Day atau Hari Buruh Internasional biasa diperingati pada tanggal 1 Mei dan dirayakan sebagai hari libur nasional di beberapa negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Sebelumnya, di era Presiden Soeharto peringatan Hari Buruh ini sempat dilarang. Namun kemudian Hari Buruh kembali menjadi hari libur nasional saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkannya tahun 2014.

Sejak dulu, May Day memang memiliki sejarah panjang. May Day ini lahir dari rentetan perjuangan dari para pekerja untuk memperoleh hak-hak mereka dan upah yang layak setelah revolusi industri.

Pada masa itu, banyak pabrik yang mempekerjakan pekerja mereka selama 16 jam dalam sehari, bahkan ada yang memberlakukan 19 jam kerja untuk para buruh dengan upah yang minim serta kondisi kerja yang buruk.

Pada 1 Mei 1886, sejumlah Serikat Pekerja di Amerika Serikat melakukan demonstrasi besar-besaran sekaligus melakukan mogok kerja secara massal, aksi itu bertujuan untuk menuntut diberlakukannya 8 jam kerja setiap hari serta kenaikan upah yang layak.

Aksi yang terjadi di seluruh negeri tersebut kira-kira diikuti oleh sekitar 400.000 buruh. Aksi tersebut berlangsung selama 4 hari sejak 1 Mei tahun tersebut.

Tanggal 4 Mei malam, di alun-alun Haymarket di Chicago, sejumlah aktivis masih melakukan orasi bergantian. Karena cuaca buruk banyak partisipan aksi membubarkan diri dan kerumunan tersisa sekitar ratusan orang.

Pada saat itulah, 180 polisi datang dan menyuruh pertemuan dibubarkan. Ketika pembicara terakhir hendak turun mimbar, menuruti peringatan polisi tersebut, sebuah bom meledak di barisan polisi.

Satu orang terbunuh dan melukai 70 orang di antaranya. Polisi menyikapi ledakan bom tersebut dengan menembaki kerumunan pekerja yang berkumpul, sehingga 200 orang terluka, dan menewaskan beberapa orang.

Meskipun belum jelas siapa yang melemparkan bom tersebut, media massa dan politisi borjuis mulai melemparkan tuduhan-tuduhan bahwa ledakan tersebut merupakan ulah kaum sosialis dan anarkis.

Para buruh yang tewas dalam tragedi tersebut dikenal sebagai martir, sementara itu para pemimpin aksi yang diduga bertanggungjawab atas insiden yang terjadi itu ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Konferensi Internasional Sosialis tahun 1889 kemudian menetapkan demonstrasi besar-besaran di AS dan Kanada serta insiden Haymarket sebagai momentum untuk perjuangan para buruh. Awal mula aksi tanggal 1 Mei 1886, ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional. Sejak saat itu hari buruh diperingati di seluruh dunia pada tanggal 1 Mei.

Author Profile

Silakan tulis komentar Anda...