December 16, 2017

Apakah Kondisi Keuangan Kamu Sehat 100%? Ketahui dengan 7 Hal Ini

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Kamu memiliki keinginan untuk melakukan investasi dalam jangka panjang atau menengah?, berinvestasi merupakan rencana keuangan baik yang harus dipikirkan dalam keluarga.

Akan tetapi kamampuan untuk berinvestasi dari sisi financial perlu diketahui anda pertimbangkan. Sebelum anda berpikir menjadi seorang investor baiknya keuangan anda harus benar benar sehat, jangan sampai dengan investasi yang kamu tanam, keuangan kamu menjadi morat-marit. Dari beberapa aspek ini menunjukkan keuangan kamu benar dalam keadaan sehat atau tidak.

1. Cicilan KPR/KPA


Sejatinya anggaran yang harus disediakan untuk cicilan rumah/apartemen tidak melebihi 25% dari total pendapatan yang kamu terima dalam sebulan. Bila cicilan KPR/KPA melebihi dari jumlah tersebut sebaiknya kamu waspada dan pertimbangkan untuk mencari alternetive lain agar biaya KPA kamu tidak melebih 25%.

2. Hutang kartu kredit


Upayakan membayar tagihan kartu kredit yang sudah jatuh tempo secara full, banyak memilih membayar cicilan minimal, hal ini bisa berdampak buruk bagi keuangan kamu dalam jangka waktu panjang. Untuk hutang/cicilan kartu kredit yang sudah jatuh tempo sebaiknya tidak melebih 10% dari pendapatan yang kamu peroleh.

3. Dana darurat


Mungkin kamu sudah mengerti manfaat dana darurat, yakni dana digunakan sewaktu waktu digunakan dalam keadaan mendesak atau keperluan lain yang sifatnya urgent sementara kamu tidak memiliki dan tunai maupun saldo dalam rekening. Sebaiknya rekening gaji bulanan dan dana darurat dibuat secara terpisah.

Untuk besaran dana darurat setiap keluarga tentu berbeda beda, akan tetapi secara umum dana darurat yang harus disediakan 3 kali dari jumlah pengeluaran rutin setiap bulannya. Misalkan pengeluaran rutin kamu sebesar 5 juta, diluar komitmen untuk menabung, berarti besaran dana darurat yang harus tersimpan sebesar 15 juta.

Angka ini hanya acuan, kondisi keluarga turut menentukan besaran dana tabungan yang dipersiapkan. Faktor lain yang turut mempengaruhi seperti jumlah tanggungan, aset yang digunakan seperti rumah dan mobil juga kondisi kesehatan keluarga.

4. Proteksi (asuransi)


Untung tidak dapat diraih, malang tidak dapat ditolak, pepatah ini sangat akrab di telinga kita. Untuk menghindari hal ini sebaiknya anda menyiapkan proteksi dengan cara membeli asuransi.

Sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi dalam bentuk lain, pastikan seluruh keluarga sudah terproteksi oleh asuransi. Hal ini sangat penting karena kesehatan keluarga kamu sewaktu waktu menurut/sakit, tentu akan berdampak pada keuangan keluarga. Begitu juga dengan aset seperti rumah dan kendaraan (mobil) perlu untuk diproteksi.

5. Dana pensiun


Banyak yang tidak menyadari arti dan pentingnya dana pensiun. Bahkan hampir seluruh konsultan keuangan menyatakan dana pensiun tidak kalah penting dengan proteksi diri/keluarga (asuransi).

Harus di akui, seiring bertambahnya usia akan berimbas menurunnya produktivitas seseorang. Dana hari tua sebaiknya dilakukan sejak usia 30 tahun bila berencana pensiun di usia 55 tahun.

Dalam jangka waktu 25 tahun tersebut diharapkan kamu bisa mengumpulkan biaya di hari tua kelak nanti. Kita ambil contoh, asumsikan bunga tabungan dalam setahun sebesar 3%, maka dalam rentan waktu tersebut terkumpul dana sebesar 225 juta. Bila dalam bentuk reksadana yang menghasilakan bunga rata rata sebesar 15% pertahun maka jumlah dana yang terbentuk sebesar 1,6 milyar.

6. Asset


Berapa banyak aset yang kamu miliki saat ini?, konsultan keuangan sering mengatakan kondisi keuangan yang sehat menempatkan aset pada investasi yang berbeda beda. Misalkan seseorang memiliki aset investasi sebesar 100 juta, sebaiknya dana sebesar 25 juta ditempatkan pada deposito berjangka, 25 juta pada reksa dan campuran.

Dari enam item diatas merupakan cerminan keuangan sehat, artinya bila salah dari item tersebut tidak terpenuhi, bisa dikatakan kondisi keuangan kamu belum memiliki kesehatan 100%. Hal ini tentu sulit untuk tercapai tanpa melakukan evaluasi kondisi keuangan, istilah lain financial check up.

Perencanaan keuangan bukan istilah yang asing bagi kebanyakan orang, akan tetapi masih enggan untuk melakukan evaluasi keuangan seperti sudah berapa lama bekerja dan menerima gaji? Berapa jumlah gaji yang kamu terima sejak pertama kali bekerja?.

Anggap saja setiap gajian mengumpulkan 10 % dari gaji tersebut untuk mengetahui aset yang kamu miliki. Misalkan kamu telah bekerja selama 15 tahun dan ditotal penerimaan selama bekerja,5 milyar, kalikan dengan 10%, maka akan ditemukan angka 500 juta. Bila gambaran ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada maka keuangan kamu dapat dikatakan tidak sehat.


Author Profile