May 26, 2018

Pengertian dan Hukum Shalat Dhuha

Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang dapat dilakukan pada waktu pagi atau waktu dhuha. Waktu dhuha biasanya berawal ketika matahari sedang naik setinggi tombak atau naik sepenggelah atau sekitar pukul tujuh, delapan, sembilan, hingga akan masuk waktu dzuhur.

Allah Subhanahu wa Ta'ala sendiri juga menerangkan dalam Alquran surat ad-Dhuha dalam permulaan ayatnya Allah berfirman, "Demi waktu matahari sepenggalahan naik," maka saat itu telah dipilih untuk melakukan suatu kebajikan bagi manusia yang tentunya beriman kepada-Nya dengan melaksanakan shalat dhuha.

Shalat dhuha memiliki manfaat dan dipercaya Allah akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang melakukan shalat dhuha. Itulah alasan mengapa Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk melakukan shalat dhuha.

Hukum Shalat Dhuha


Shalat dhuha adalah salah satu shalat muakkadah (sangat dianjurkan untuk dilaksanakan) disamping shalat-shalat lainnya seperti shalat tahajjud dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu barangsiapa yang ingin mendapatkan pahala shalat dhuha maka hendaknya mengamalkannya. Dan bagi yang tidak mengamalkannya pun tidak akan mendapatkan dosa.

Dalam sebuah hadits disebutkan: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam senantiasa shalat dhuha sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah meninggalkannya. Tetapi kalau sudah meninggalkan sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah mengerjakannya." [HR. Tirmidzi]

Kemudian dalam hadits lain dari Abu Hurairah RA berkata:

"Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam tercinta berpesan kepadaku tiga hal yaitu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mengerjakan dua rakaat dhuha dan berwitir dulu sebelum tidur." [HR. Bukhari dan Muslim]

Bilangan Shalat Dhuha


Mengenai bilangan rakaat shalat dhuha, paling sedikit adalah dua rakaat dan paling banyak adalah dua belas rakaat dengan setiap dua rakaat satu kali melakukan salam. Hal ini sudah dijelaskan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam dalam sabda beliau.

Sementara itu ada pula hadits yang mengatakan bahwa bilangan rakaat shalat dhuha itu tidak tentu alias tidak terbatas. Diriwayatkan dari Ibrahim an-Nakhi bahwa ada seseorang bertanya kepada Aswad bin Yazid: "Berapa rakaatkah saya harus mengerjakan shalat dhuha?", ia menjawab: "Sesuka hatimu". Semoga bermanfaat.

Loading...

Author Profile

Silakan tulis komentar Anda...