Mengenal Para Muadzin Pada Masa Rasulullah


0

Mungkin selama ini kita hanya mengenal Bilal bin Rabah sebagai muadzin pada masa Rasulullah SAW. Bilal bin Rabah adalah seorang budak kulit hitam asal Ethiopia (dulunya Habsyah). Ia memeluk Islam ketika masih diperbudak.

Mendengar Bilal memeluk Islam, majikannya marah dan setiap hari menyiksa Bilal agar Bilal tidak memeluk Islam, namun keteguhan hati Bilal dalam memeluk Islam sangatlah kuat, hingga pada akhirnya ia dimerdekakan oleh Abu Bakar.

Dalam sejarah, Bilal adalah muadzin pertama dalam Islam. Ia ditunjuk langsung oleh Rasulullah untuk mengumandangkan adzan karena suaranya yang keras dan lantang. Hingga kini kita mengenal Bilal bin Rabah sebagai muadzin pada masa Rasulullah, namun tahukah Anda bahwa sebenarnya ada 4 muadzin di zaman Rasulullah? Siapa saja mereka? Simak selengkapnya seperti yang dinukil dari kitab Al Aghshan An Nadiyah Syarhul Khulashah Al Bahiyah Fi Tartib Ahdaats As Sirah An Nabawiyah, hal. 647.

1. Bilal bin Rabah

Seperti yang sudah ditulis diatas, bahwa Bilal bin Rabah adalah muadzin pertama dalam Islam. Ia dibebaskan dari perbudakan oleh sahabat Abu Bakar As-Siddiq. Setelah bebas dari perbudakan, Bilal senantiasa berada disisi Rasulullah SAW, Bilal juga terlibat dalam semua peperangan serta peristiwa besar lainnya bersama Rasulullah dalam memperjuangkan agama Allah. Ia wafat di negeri Syam pada tahu 20 H

2. Amru bin Ummi Maktum

Amru bin Ummi Maktum menjadi muadzin Rasulullah di Madinah, ia juga termasuk dari Al-Muhajirin atau orang-orang yang berhijrah pertama kali. Ia wafat pada akhir masa kekhalifahan Umar bin Khattab.

3. Sa’d bin ‘Aidz Al Qurodh

Sa’d bin ‘Aidz Al Qurodh adalah muadzin Rasulullah di Quba. Pada saat Rasulullah wafat dan Bilal memutuskan untuk tidak menjadi muadzin lagi, Abu Bakar memanggilnya untuk menjadi muadzin di Masjid Nabawi. Ia kemudian wafat disana pada tahun 74 H.

4. Abu Mahdzurah

Memiliki nama asli Aus bin Mi’yar, dialah orang yang melakukan jarji’ dalam adzan yaitu mengulang lafadz-lafadz adzan sebanyak 4 kali, 2 kali dengan suara keras dan dua kali dengan suara lirih dan ini termasuk sunnah dalam adzan, dia wafat di Mekkah pada tahun 59 H.

Semoga tulisan ini menambah wawasan dan pengetahuan kita semua, sehingga kita menjadi makintau.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut

Legend

Pecinta ayam goreng, tempe penyet dan klepon.

Comments

comments

One Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format