Sempat Ada Ancaman Bom, Misa Natal Berlangsung Damai


0

Sempat beredar kabar teror tentang adanya ancaman bom di Gereja Katedral Semarang tak membuat jalannya Misa Natal terganggu. Umat Kritiani tetap menjalankan perayaan Natal dengan khidmat, aman, dan damai. Uskup Agung Semarang, Romo Monsinyur (Mgr) Yohannes Pujasumarta mengatakan bahwa masyarakat tidak boleh terlalu percaya dengan isu.

Ia menganggap bahwa isu terror semacam itu adalah perbuatan yang bisa memecah belah kebersatuan rakyat Indonesia, sehingga para jemaat tidak perlu serius dalam menanggapinya. Namun begitu, para jemaat juga harus tetap waspada. Sampai pelaksanaan Misa Natal selesai dilakukan, nyatanya tidak terjadi ancaman tersebut.

Sempat Ada Ancaman Bom, Misa Natal Berlangsung Damai

Usai memimpin Misa Natal, Uskup Agung memberikan komentarnya tentang ancaman bom itu.

“Perayaan keagamaan dimiliki semua agama, setiap tahun kan ada. Kalau isu harus klarifikasi, orang sekarang mudah terkena isu. Kalau sampai benar dilakukan pasti bukan orang beragama,” katanya di Gereja Katedral, Rabu kemarin.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo juga menatakan hal senada. Sembari memantau jalannya perayaan Natal, ia mengatakan bahwa jalannya perayaan berjalan aman dan kondusif. Ia juga menghimbau agar umat beragama untuk saling menghargai satu sama lain.

Sebelumnya di beritaka bahwa ditemukan surat kaleng berisi teror bom sempat ditujukan ke Gereja Katedral Semarang yang mengancam perayaan Natal di sana.

Diketahui ancaman di Gereja Katedral jelang Natal tidak hanya sekali terjadi. Tahun 2013 lalu surat kaleng juga ditujukan ke Gereja Katedral dengan nama pengirim Badri, warga Pamularsih. Surat kaleng tahun ini juga dikirim oleh orang yang juga mengaku bernama Badri.

Namun pihak kepolisian yang merespon laporan tersebut langsung mengecek dan ternyata Badri yang beralamat di Pamularsih adalah seorang manula.
da yang ibadah ancamannya teror-teror. Jangan ah peace,” pungkas Ganjar.

Diketahui ancaman di Gereja Katedral jelang Natal tidak hanya sekali terjadi. Tahun 2013 lalu surat kaleng juga ditujukan ke Gereja Katedral dengan nama pengirim Badri, warga Pamularsih. Surat kaleng tahun ini juga dikirim oleh orang yang juga mengaku bernama Badri.

Namun pihak kepolisian yang merespon laporan tersebut langsung mengecek dan ternyata Badri yang beralamat di Pamularsih adalah seorang manula.


Like it? Share with your friends!

0

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut

Legend

Pecinta ayam goreng, tempe penyet dan klepon.

Comments

comments

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format