Kisah Malaikat Jibril dan Mikail Menangis Ketika Allah Melaknat Iblis

6 min


0
112 shares

Iblis merupakan musuh bagi umat manusia, sepanjang hidupnya Iblis sudah bersumpah kepada Allah bahwa ia akan berusaha untuk menyesatkan anak cucu Adam yang jauh dari jalan Allah agar mereka mau menjadi pengikutnya dan menjadi orang-orang yang tersesat. Untuk itu, marilah kita lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT agar kita tidak terhasut oleh tipu daya Iblis.

Tapi, tahukah Anda bahwa jauh sebelum nabi Adam diciptakan, Iblis adalah merupakan makhluk yang mulia disisi Allah dan merupakan salah satu makhluk yang paling di hormati oleh Malaikat. Kasih sayang Allah terbesar kepada Iblis adalah bahwa yang pertama dia telah mendapatkan taufik untuk menyembah Allah SWT. Yang kedua karena ibadahnya yang banyak, dia dimasukkan ke dalam kumpulan para malaikat. Dan sebaik-baik pertolongan Allah kepadanya adalah ia menjadi teman pendamping para malaikat sehingga dapat memahami keindahan, kesucian dan kebersihan mereka.

Saking mulianya Iblis pada masa itu, dalam sebuah kitab karangan Imam al-Ghazali menyebutkan bahwa Iblis itu sesungguhnya namanya disebut sebagai al-Abid (ahli ibadah) pada langit yang pertama, lalu langit yang kedua disebut az-Zahid, kemudian langit ketiga namanya disebut al-Arif, pada langit keempat namanya adalah al-Wali, pada langit kelima namanya disebut at-Taqi, pada langit keenam namanya disebut al-Kazin, dan pada langit ketujuh namanya disebut Azazil manakala dalam Luh Mahfudz (Lauhul Mahfudz) namanya ialah Iblis.

Dikisahkan Iblis dulunya adalah ahli ibadah yang tidak pernah membangkang dan mengeluh terhadap perintah-perintah Allah. Ia pernah bersujud kepada Allah selama 1000 tahun lamanya dan ia sangat giat dalam beribadah.

Baca Juga: Keajaiban Al Quran Tentang Relativitas Waktu

Bahkan Iblis pernah menjadi Sayyidul Malaikat (Penghulu atau Pemimpin Malaikat), dan Khozinul Jannah (Bendahara Surga). Namun, lama-kelamaan Iblis menjadi sombong dan angkuh. Ia menganggap bahwa dirinya adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya di antara makhluk-makhluk Allah yang lain.

Hingga pada suatu saat ketika Allah baru saja menciptakan Adam sebagai manusia, maka Allah memerintahkan Iblis untuk bersujud kepada Adam, lalu Iblis berkata, “Adakah Engkau mengutamakannya daripada aku, sedangkan aku lebih baik daripadanya. Engkau jadikan aku daripada api dan Engkau jadikan Adam dari pada tanah.”. Kemudian Allah berfirman kepada Iblis, “Aku membuat apa yang Aku kehendaki.”.

Oleh karena iblis memandang dirinya penuh keagungan, maka dia enggan sujud kepada Adam karena ia merasa bangga dan sombong. Dia berdiri tegak hingga malaikat selesai bersujud. Ketika para malaikat mengangkat kepala mereka, mereka mendapati Iblis tidak sujud sedang mereka telah selesai sujud.

Maka para malaikat bersujud kembali untuk kali kedua kerana bersyukur, tetapi Iblis telah dirasuki oleh sifat angkuh dan sombong tetap enggan sujud. Dia berdiri tegak dan berpaling dari para malaikat yang sedang bersujud. Dia tidak ingin mengikuti mereka dan tidak pula dia merasa menyesal atas pembangkangannya terhadap Allah.

Kemudian Allah merubahkan mukanya pada asalnya yang sangat indah cemerlangan ke bentuk hina yang menyerupai babi hutan. Allah membentuk kepalanya seperti kepala unta, dadanya seperti daging yang menonjol di atas punggung, wajah yang ada di antara dada dan kepala itu seperti wajah kera, kedua matanya terbelah pada sepanjang permukaan wajahnya.

Lubang hidungnya terbuka seperti cerek tukang bekam, kedua bibirnya seperti bibir lembu, taringnya keluar seperti taring babi hutan dan janggut terdapat sebanyak tujuh helai.

Setelah itu, lalu Allah mengusirnya dari surga, bahkan dari langit, dari bumi dan ke beberapa jazirah. Dia tidak akan masuk ke bumi melainkan dengan cara sembunyi, Allah melaknatnya hingga hari kiamat kerana dia menjadi kafir.

Baca Juga: Keajaiban Al Quran Tentang Atap yang Terpelihara

Meski Iblis pada sebelumnya sangat indah cemerlang rupanya, mempunyai sayap empat, banyak ilmu, banyak ibadah serta menjadi kebanggan para malaikat dan pemukanya, dan dia juga pemimpin para malaikat karubiyin dan banyak lagi, tetapi semua itu tidak menjadi jaminan sama sekali baginya.

Ketika Allah membalas tipu daya iblis, maka menangislah Malaikat Jibril dan Mikail. Lalu Allah S.W.T berfirman kepada para Malaikat, “Apakah yang membuat kamu menangis?”, lalu mereka menjawab, “Ya Allah! Kami tidaklah aman dari tipu dayamu.”. Kemudian Allah kembali berfirman kepada Malaikat, “Begitulah Aku. Jadilah engkau berdua tidak aman dari tipu dayaKu.”.

Setelah di usir dari surga, maka Iblis berkata, “Ya Tuhanku, Engkau telah mengusir aku dari Surga disebabkan Adam, dan aku tidak menguasainya melainkan dengan penguasaan-Mu.” Lalu Allah berfirman pada Iblis, “Engkau dikuasakan atas dia, yakni atas anak cucunya, sebab para nabi adalah maksum.”. Berkata lagi iblis, “Tambahkanlah lagi untukku.” Allah berfirman, “Tidak akan dilahirkan seorang anak baginya kecuali tentu dilahirkan untukmu dua padanya.”.

Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.” Lalu Allah berfirman, “Dada-dada mereka adalah rumahmu, engkau berjalan di sana sejalan dengan peredaran darah.”. Berkata iblis lagi, “Tambahkanlah lagi untukku.”, maka Allah berfirman lagi yang bermaksud, “Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki, artinya mintalah tolong menghadapi mereka dengan pembantu-pembantumu, baik yang naik kuda maupun yang berjalan kaki. Dan berserikatlah dengan mereka pada harta, yaitu mendorong mereka mengusahakannya dan mengarahkannya ke dalam haram. Dan pada anak-anak, yaitu dengan menganjurkan mereka dalam membuat perantara mendapat anak dengan cara yang dilarang, seperti melakukan senggama dalam masa haid, berbuat perkara-perkara syirik mengenai anak-anak itu dengan memberi nama mereka Abdul Uzza, menyesatkan mereka dengan cara mendorong ke arah agama yang batil, mata pencarian yang tercela dan perbuatan-perbuatan yang jahat dan berjanjilah mereka.”.

Hal ini juga disebutkan dalam surah al-Isra ayat 64 yang artinya:

“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” [QS. Al-Isra ayat 64]

Sebelum dilaknat Allah, Iblis pernah melakukan tugas-tugas mulia yang diperintahkan Allah kepadanya yaitu:

1. Iblis sebagai penjaga surga dalam kurun waktu 40.000 tahun.
2. Iblis pernah hidup bersama bergabung dengan Malaikat selama 80.000 tahun.
3. Iblis diangkat menjadi penasehat Malaikat selama 20.000 tahun.
4. Iblis menjadi pemimpin malaikat karobiyyun dalam waktu 30.000 tahun.
5. Iblis melakukan thowaf (mengelilingi) arasy bersama para malaikat dalam waktu 14.000 tahun.

Jadi, keseluruhan Iblis beribadah melakukan semua perintah Allah dalam kurun waktu 185.000 tahun lebih. Selama dalam ibadahnya seperti kita umat Islam, melakukan sholat, puasa, thowaf dengan para malaikat (mengelilingi baitul makmur di Arsy).

Iblis tidak merasa lelah dan mengeluh dalam menjalankan perintah Allah yang mulia ini. Iblis menjalankan dengan ikhlas, tidak ada niat apapun kecuali karena Allah semata.

Pada masa itu malaikat dan lainnya memberi gelar kepada Iblis Al A’ziz (makhluk Allah yang termulia), ada yang memberi gelar A’zazil (panglima besar malaikat).

Menurut kitab tafsir Munir dan Showi, Iblis beribadah pada Allah dalam masa 80.000 tahun, thowaf di baitul Makmur dan Arsy selama 14.000 tahun. Oleh karenanya dilangit pertama sampai ketujuh Iblis begitu dihormati oleh para Malaikat.

Malaikat di penjuru alam semesta, dari bumi, langit, baitul makmur, arsy, dan sebagainya, mereka semua menghormati pada Iblis sebagai makhluk Allah yang terhormat dan termulia, sehingga bila Iblis lewat di depan para malaikat, maka malaikat menghormati pada Iblis, bagaikan penghormatan prajurit kepada komandannya, pengawal istana pada rajanya, sehingga terhormatlah nama Iblis di penjuru alam semesta.

Namun sayang, di lauhul mahfudz, tulisan Iblis terselubung rapi tidak satupun makhluk yang tahu kecuali Allah, tertera Al-kafir Al-mal’un (Iblis inkar terkutuk). Dalam sumber lain, Iblis pada mulanya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah jin yang taat kepada Allah dan memang Iblis sebenarnya adalah dari golongan Jin seperti pada firman Allah,

“Dan ingatlah ketika kami berfirman kepada para malaikat ‘Sujudlah kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan Jin, maka ia mendurhakai Tuhannya” [QS. Al-Kahfi ayat 50]

Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua, begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat.

Apa pun perintah Allah kepada malaikat juga adalah perintah baginya, karena dialah imam para malaikat yang memimpin malaikat. Azazil adalah imam dari seluruh malaikat (Al-muqorrobun, imamul jami’il malaikat).

Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80.000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadirat Allah SWT.

Dalam satu riwayat menceritakan, malaikat Israfil melihat yang tersurat di Luh Mahfuz ada tercatat satu suratan yang berbunyi: “Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80.000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat.”.

Maka menangislah Israfil karena bimbang makhluk yang tersurat di Loh Mahfuz itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah Israfil kepada segala malaikat pengalamannya melihat apa yang tersurat di Loh Mahfuz.

Maka menangislah sekelian para malaikat karena takut dan bimbang dengan nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat, agar Azazil mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat.

Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa: “Ya Allah, janganlah Engkau murka terhadap mereka (para malaikat).” Namun, Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Setelah mendoakan semua para malaikat, Azazil terus menuju ke surga. Di atas pintu surga, Azazil terlihat suratan yang menyatakan: “Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk membuat satu tugasan, tapi hamba tersebut mengengkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat.”.

Lalu Allah Menciptakan Adam as, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dahulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahawa dirinya lebih baik dari pada Adam. Sementara para malaikat lain terus sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.

Bukan saja enggan sujud, Azazil malah sombong dan menjawab kepada Allah: “Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu semua kepada Adam’, lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: ‘Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?'” [QS. Al-Isra ayat 61]

Kesombongan Iblis ini berpuncak pada iri hati dan kedengkian Iblis terhadap Adam. Ia tidak terima karena Allah akan menciptakan Adam sebagai khalifah di bumi. Karena ia merasa lebih mulia dari Adam yang diciptakan dari tanah, sedangkan ia lebih mulia karena diciptakan dari api.

Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa akan dirinya dimata Allah. Tak seharusnya ia membangkang perintah Tuhannya. Maka setelah itu, Iblis akhirnya diusir dari surga. Namanya dirubah menjadi Iblis dan dia bersumpah akan menyesatkan manusia dibumi.

“Dia (iblis) berkata: “Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil”. [QS. Al-Isra ayat 62]

Kemudian Allah berfirman, “Tuhan berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.” [QS. Al-Isra ayat 63]

Dari kisah ini kita bisa mendapatkan pelajaran bahwa Iblis yang dulunya adalah ahli Ibadah dan makhluk Allah yang mulia sekalipun bisa menjadi makhluk yang dilaknat oleh Allah karena kesalahannya. Untuk itu, sebaiknya kita menjauhi sifat-sifat Iblis seperti sombong, angkuh iri dengki dan yang lainnya agar kita terhindar dari laknat Allah.

Sumber dan Referensi:
Facebook
Wikipedia: Azazil


Like it? Share with your friends!

0
112 shares

What's Your Reaction?

Bangga Bangga
0
Bangga
Keren Keren
0
Keren
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
2
Sedih
Wow Wow
0
Wow
Marah Marah
0
Marah
Takut Takut
0
Takut

Legend

Comments

comments

47 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    1. Semua agama memang dari sumber yang sama.Allah Swt.hanya disempurnakan.seperti undang2.undang2 terbaru merevisi undang2 yg sebelumnya baik itu menghapus semua atau sebagian ,mengganti dan atau menambahkan.jadi kalau yg dahulu sama dengan yg baru itu sudah benar,tapi kalau yg dahulu bertentangan dengan yang baru tentu saja yg sah yg terbaru.

    2. padahal di alkitab di bagian terakhir : yaitu kitab wahyu, tertulis : "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini." Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman: "Ya, Aku datang segera! " Amin, datanglah, Tuhan Yesus (wahyu 22:18-20).
      artinya alkitab sudah cukup, dan sempurna…, tidak ada lagi yg perlu ditambahkan / dikurangi. Bagaimana mungkin Allah plin plan atau mengingkari apa yg telah difirmankanNya? pasti tidak kan? kalo tentang penyesatan, memang disebutkan akan ada banyak muncul penyesatan yg berusaha mengaburkan kebenaran….

    3. Diperbaiki lagi karena ada klaim Isa as dianggap Tuhan. REVISI. Apakah setelah Al Quran ada revisi lagi. Kita tidak tahu.Seperti nasib iblis yang tiba2 tidak tahu kalau dia dilaknat fatal. Maka merengeklah kita terhadap Allah agar kita tidak terkena laknat. Berlombalah dalam kebaikan.

    4. jika ada. gimana bisa kalo tuhan itu ada satu? apa mereka juga bersahabat kaya manusia? apa mereka juga saling berkeluarga kaya manusia? kenapa ada manusia? kalo mereka juga udah memiliki kehidupan mereka sendiri? apa ini bentuk lain dari kesombongan?

  1. iblis merasa dirinya paling mulia karena terbuat dari api sedangkan manusia terbuat dari tanah .
    Api tanpa penopang tidak mungkin menyala contoh [ korek api kayu apinya sudah mati tetapi kayunya masih ada ]

  2. Ini lebih kayak cerita dongeng daripada cerita tentang kebenaran. Di al qur'an aja nggak dikisahkan bentuk dan sifat jin sebelum ada nabi adam. Ini hanyalah pemikiran (lebih tepatnya khayalan) manusia belaka.

    1. "dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)" (Al-Jin ayat 9)

    2. ikuti dan imani apa yang disampaikan di Al Quran. batasi diri & jangan mengarang hal2 ghaib yang tidak ada ayat dan haditsnya. . hati2 iblis hebat menipu manusia, terbukti iblis sudah menipu si TS penulis artikel yang mengarang cerita yg tidak ada dasar dalilnya.

    3. Mungkin maksud si TS itu ingin mengingatkan agar kita tidak memiliki sifat seperti Azazil itu. Biarpun beribadah ratusan ribu tahun, tetapi kalau kita memiliki sifat sombong dan iri hati seperti yang dimiliki Iblis itu ya tidak ada gunanya. Lebih baik kta ambil sisi positifnya saja, kalau yang menurut kita kurang pas ya tidak usah di ambil.

    4. bersikaplah rendah hati,,,krn apa yg km anggap salah itu bs jd kebenaran,,,ingat komentarmu mencerminkan keimanan dan aqidahmu sbg seorang muslim

  3. Anonymous said…
    Klo menrut ane sie bkn mslh bnar atau slhnya, lbih kpd bijak dlm memaknai isi pmbhsannya, kasian donk sob klo kwn kita cpe" udd nulis ini trus qt cela..toh niat nya kn dakwah mnyampaikn wlau stu ayat….intinya klo mnrut ane ibdh tuh mncari ridha Alloh… gg sdkit jg org yg qt anggap bgus ibdhnya trmsuk org yg diridhoi Allah… wlwpun qt dri golongan islm mnapun intinya mndpt ridha Alloh atas khendaknya…
    ..brpangku tgn sling erat mmgang tli prsaudaraan..qt muslim.
    Jdikan swtu perbedaan sbgai acuan utk trus menggali dn mnambah keimanan..
    Qt muslim Tjuan Kita smua sm..
    Maaf klo krg berknn..
    Slam ukhuwah…

    Wednesday, 10 December, 2014

  4. Walahh..Koq malah dibilang ga jelas..kan udh dikasih sumber nya yaitu surat-surat di alquran dan diperkuat lagi dengan kajian kitab kuning,kan udh jelas alquran itu terjamin kemurnian nya dari tangan manusia dan ga ada satupun yg bisa merubah isi kandungan alquran, coba ente buka alquran surat al hijr ayat 793.disitu dijelaskan bahwa Allah memurnikan alquran dan menjamin sampai hari kiamat tentang kandungan isinya…
    Ehh dengan gampang nya ente bilang ini karangan dan dongeng, pesan ane ngaji dulu yg bener jangan jadi orang yg suka menggampangkan agama, bersyukurlah masih ada artikel yg seperti ini bukan malah menghina apalagi mengatakan ini karangan penulis..
    Wassalam..

    1. Cerita ini tidak ada dasarnya dalam Quran dah Hadits. Berdasarkan sumber internasional yg saya baca, cerita azazil / azazel adalah cerita orang yahudi (jew). Dari suatu forum
      "This is from israeliyate, the story is not true and its been said by the jew, they believe in it and they teach their kids like this."

      dan juga wikipedia berbahasa Inggris mengatakan bahwa Ibnu Abbas dan ibnu Mas'ud tidak pernah mengatakan apa2 mengenai Azazil ini. Buku2 mengenai Azazil telah dilarang membaca dan pendistribusiannya oleh ulama2 Saudi.

      " Ibn Abbas and Ibn Masoud saying anything regarding Azazel and it is important to note that scholars have deemed the interpretations by Mansur Al-Hallaj as false and baseless, the book by Pir Sadardin has also been deemed false and baseless and both books are subjected to a Saudi Fatwa advising Saudi Muslims against the distribution and viewing of these books." (http://en.wikipedia.org/wiki/Azazel)

      Tolong cek keakuratan suatu berita sebelum menyebar luaskan ke publik. Cek sumber lokal dan interlokal.
      Semoga kita selalu ditunjukkan jalan yang lurus. Aamiin.

    2. Ini sumber dari Quran yang menyebutkan bahwa Iblis dulunya itu merupakan salah satu makhluk penghuni Surga. Dan setahu saya, orang-orang penghuni Surga itu adalah orang yang taat kepada Allah serta para ahli ibadah.

      "Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan". (QS. Shaad : 77 – 78)

      Iblis di usir karena ia merasa bahwa dirinya lebih baik dari Adam, karena ia diciptakan dari api sedangkan Adam dari tanah.

  5. selagi bukan ajakan untuk berbuat syrik dan musrik menyesatkan, menyekutukan tuhan tak apalah….sebagai penyeimbang cerita..karena sejujurnya alqur'an itu adalah cerita yg benar dan akurat apa adanya tentunya harus dibarengi dengan keyakinan akan kebenaran alqur'an…..makna dari alquran adalah cerita dan ajaran, ajakan , tata cara hidup yg baik…….ambilyg sesuai yg tidak sesuai dengan keyakinan jangan diambil……

  6. Emg bener sih, klo soal2 yg menyangkut agama secara langsung, hrs ada sumber yg secara benar, memang benar al quran g menjabarkan secara detail kronologis nya, hanya garis besar nya, . Dn itu hrs di jabarkan oleh hadits yg shahih, minimal hasan, meskipun itu hadits qudsi

  7. Dear Teman2ku, Saya sebagai Muslim, pernah mendapat pengetahuan ini selain dari Al Quran dan Hadist juga dari pengajian2..bahwasannya: Malaikat tercipta dari Cahaya, Iblis dan Golongan Jin dari Api serta Manusia dari Tanah. Dan Cahaya dan Api sebagai unsur yang berbeda bukan. Ada juga pendapat dari rekan-rekan Nasrani: bahwa mereka percaya Iblis dulu sebagai Malaikat yang dilaknat Allah Swt bernama Lucifer. Mudah2an wacana tersebut bisa menambah khazanah pengetahuan saja yah.

  8. Haha, selain dari al qur'an, hadist, banyak kitab2, dan satu lagi pendapat para ulama.
    Yo al qur'an wae gak pernah dibaca, hadist gak tau, gak pernah ngaji kitab, pengetahuan kurang. Yah mau gmana lagi.

  9. islam berasal dari 2 aliran dasar :
    1.islam garis keras/radikal
    2.islam non radikal

    dasarnya apa?, dasarnya kedua-duanya adalah alquran, – yang membedakannya adalah cara memandang hadistnya. bila islam garis keras mengambil semua hadist bukhari-muslim – sedang islam non radikal mengambila hadist yang tidak bertentangan dengan sifat allah (salah satunya ar-rahman).

    klo cerita diatas menurut saya ini cerita islam garis keras/radikal. kenapa karena cerita diatas bertentangan dengan sifat allah yang rahmatan lil alamin (ar-rahman). – maaf : masa tuhan kok bersifat seperti diktator (yang menentukan siapa yang masuk surga dan neraka)

  10. islam berasal dari 2 aliran dasar :
    1.islam garis keras/radikal
    2.islam non radikal

    dasarnya apa?, dasarnya kedua-duanya adalah alquran, – yang membedakannya adalah cara memandang hadistnya. bila islam garis keras mengambil semua hadist bukhari-muslim – sedang islam non radikal mengambila hadist yang tidak bertentangan dengan sifat allah (salah satunya ar-rahman).

    klo cerita diatas menurut saya ini cerita islam garis keras/radikal. kenapa karena cerita diatas bertentangan dengan sifat allah yang rahmatan lil alamin (ar-rahman). – maaf : masa tuhan kok bersifat seperti diktator (yang menentukan siapa yang masuk surga dan neraka)

    saya yakin situs ini tidak menyebarkan ajaran islam radikal. – hanya kurang pemahaman mazhab mazhab yang ada. terimkasih

  11. ketika kita berbicara tentang hal yang berhubungan dengan agama, khususnya hal yang gaib … kuncinya adalah adanya keterangan/sumber/dalil yang jelas

    sebab jika tidak, maka setiap orang bisa mengarang cerita yang berbeda-beda sesuai dengan versinya masing2( namanya juga gaib …)

    oleh karena itu akan lebih pas kalau disampaikan dengan detail : sumbernya, siapa , buku apa, halaman berapa dll.

  12. Di dunia ini banyak generasi Islam yg hanya mempelajari terjemah Alqur'an dan Tejemah hadits sj. maka jgn kaget ketika yg mereka tahu hanya sekitar itu2 sj. Sedikit sj ada yg beda langsung kebakaran jenggot. Duh … ngenesss melihat mutu generasi Islam saat ini. Namanya juga generasi INSTAN! HARAP MAKLUM….

  13. kalau mau yang jelas ya liat sumber masing masing , toh yang bakal dapat ilmu juga yang baca dan mau berusaha , bahasa sanggahannya akan lebih baik kalau pakai bahasa persaudaraan, dengan jauh dari menyalahkan tetapi lebih ke bertanya, supaya gak ada kesalahfahaman. sama'' orang islam ya sama'' hamba Allah. benar gaknya cerita yang lebih tau hanya Allah, yang paling penting adalah kita mengambil inti sari dari cerita di atas, jangan sampai kita mempunyai sifat sedikitpun yang mirip dengan iblis, dan selalu merasa takut/bimbang seperti para malaikat ketika mengetahui tulisan di loh manfuz. yuk sama sama beriman dan bertqwa.

  14. Maaf menurut saya kisah ini referensinya sangat lemah, betul ada kutipan ayat, tapi hanya pada sebagian kecil kerangka cerita, sementara yang penting-penting nya (nama asli Iblis, dll.) sanad kisah lemah, hanya bisa ditelusuri sejauh artikel Wikipedia, itupun mengutip dari dua situs yang dua-duanya sudah tidak ada lagi.

    Kepada rekan pembaca lain, jangan karena semata-mata isi tulisan memuat kutipan-kutipan ayat lantas ditelan bulat-bulat, praktikkan tabayyun supaya tidak tersesat.

    Wassalam,

  15. Semuanya harus sesuai dengan alquran dan hadist shahih… jika tidak sesuai maka kebenarannya diragukan dan tidak bisa di terima.

  16. Hati hatilah sobat.. dalam membaca artikel ini.

    Karena di dalam artikel ini ada sebagian yang jelas dan benar kutipan beserta sumber nya,
    ada pula yang tidak jelas kutipan dan sumbernya (seperti pd bagian awal awal)

    Jd imani yang sudah jelas saja yakni bersumber dari Al-Qur'an dan hadist. Selain itu, jangan mudah percaya.

    Allah maha sempurna, maha bijaksana, Allah maha adil, Maha tahu yang terbaik.

    Hati hati dg salah pemahaman..

    Niat baik tapi cara penyampaian kurang baik, itu bisa menjadi fatal.

    Wallohu'alam bishowab.

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format