December 31, 2014

Islam Melarang Saling Hina Tuhan dan Agama

Islam adalah agama yang cinta damai, namun atas ulah dari sebagian kecil orang-orang yang 'anti' terhadap toleransi membuat citra Islam menjadi buruk di mata dunia. Selain itu, banyak juga tuduhan-tuduhan terorisme yang di layangkan kepada Islam hingga munculah istilah 'Islamphobia'.

Islamfobia adalah sebuah istilah yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim. Sebenarnya istilah tersebut sudah ada sejak tahun 80-an, namun setelah serangan 9/11 istilah tersebut menjadi semakin populer di Amerika, Eropa dan di beberapa negara lainnya.

Kendati demikian, umat Islam tidak boleh ikut-ikutan membenci dan menghina agama lain, apalagi menghina sembahan-sembahan (Tuhan) mereka. Karena Allah sendiri yang menurunkan perintah ini:

"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan." [QS. Al-An'am ayat 108]

Dari ayat di atas, kita bisa mengetahui mengapa saling hina antar agama itu terus-menerus ada hingga sekarang. Wajar jika Islam sering diusik oleh orang lain, karena itu terjadi karna ulah umat Islam itu sediri.

Islam Melarang Saling Hina Tuhan dan Agama

Orang-orang Islam sering sekali menganggap dirinya paling suci, sehingga merendahka agama lain. Padahal Allah sangat melarang manusia untuk menganggap dirinya paling suci, paling benar dan sebagainya.

"(Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa." [QS. An-Najm ayat 32]

Dari ayat di atas, sudah jelas jika Allah sangat melarang kita untuk menganggap bahwa diri kita yang paling suci. Saat ini, banyak sekali orang-orang yang menganggap dirinya paling suci dan benar.

Mereka berlaku SARA, dan enggan menerima perbedaan, bahkan tidak jarang mereka menghina dan merendahkan agama dan kepercayaan orang lain. Jadi, marilah kita membuang penyakit dengki yang ada di dalam diri kita.

Jangan juga kita menghina dan merendahkan atau berprasangka buruk terhadap mereka yang berbeda agama dengan kita, karena kita sering menjumpai orang-orang yang mengkait-kaitkan perbuatan baik orang lain (yang beda agama) dengan pemurtadan. Sedangkan, kita sendiri tidak mau membantu sesama kita jika mereka dalam kesusahan.

Dan lagi, Allah juga memerintahkan Rasulullah dan kita semua untuk melindungi orang kafir yang meminta perlindungan kita. Dalam firman-Nya, Allah berfirman:

"Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui." [QS. At-Taubah ayat 9]

Jadi, marilah kita hilangkan sifat dengki dan saling membenci tersebut. Karena Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk tidak saling menghina dan membenci.

Loading...

Author Profile

9 komentar

Jadi kita harus saling menghormati antara orang yang berbeda dengan agama kita dan tidak merendahkannya

Al-An'am108...turun dizaman Rasulullah karena kaum Muslim mencaci maki berhala(patung berhala) sembahan kaum kafir.Bila dalam penafsirannya kita terapkan ke saat sekarang, maka Al-Qur'an jelas dan tegas bahwa 'sembahan mereka yang selain Allah' tidak sama dengan Allah yg kita sembah.
An-Najm 32..ayat ini justru diturunkan kpd kaum yahudi terkait anggapan suci anak kecil mrk yg meninggal saat kecil. Uraian penulis bahwa kaum muslim merasa paling suci, menurut saya sangat kurang tepat. Keimanan bahwa Islam adalah agama yg paling benar, bukan karena kesombongan kami tapi semata2 karena pernyataan dan janji Allah kami yang ada di dalam kitab suci kami.
At-Taubah 6(bukan 9). Harus dibaca lengkap dr ayat 1-13 terkait perjanjian Hudaibiyah.
Konsepnya sdh sangat tidak relevan dgn kondisi sekarang.
Keberagaman dalam kehidupan menuntut adanya(YES) toleransi antar umat beragama tapi harus ada ketegasan sikap Islam bila menyangkut akidah karena tidak untuk(NO) toleransi beragama.

sekiranya bapak berkata NO untuk toleransi beragama, lalu tindakan nyata apa yg sudah bapak lakukan? bukankah kita hidup ditempat yg justru bukan islam saja isinya. menutup dirikah? menjauhkan dirikah? atau mencoba merangkul dan memberikan pemahaman akan kebenaran dan kebaikan yg sebenarnya?

jujur saya amat sangat penasaran dengan jawaban bapak

ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH, WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH

Perintah dalam Al Quran sifatnya permanen yg tak lekang oleh waktu. Kalaupun ada ayat yang tidak relevan dg jaman sekarang itu hanya sebuah pemikiran manusia, artinya pemikiran tersebut telah menyimpang dari Al Quran. Islam itu damai, rukun, saling menghormati.
Memahami islam itu bukan dengan dasar pemikiran tapi dengan hati nurani

Silakan tulis komentar Anda...