Inilah Alasan Suporter Pelempar Petasan Roket Hingga Tewaskan Catur

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Polisi akhirnya berhasil menangkap salah seorang suporter timnas Indonesia yang menyalakan petasan saat pertandingan Timnas Indonesia melawan Fiji hingga menyebabkan salah satu suporter lain bernama Catur Yuliantono meninggal dunia.

Pelaku yang bernama Adrian Rico Palupi itu terus tertunduk saat digiring polisi. Ia meminta maaf kepada keluarga korban serta seluruh suporter Indonesia dan mengakui perbuatannya telah melemparkan rocket flare yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.

"Saya minta maaf kepada keluarga dan seluruh suporter sepak bola," kata Adrian di Mapolres Metro Bekasi Kota, Senin (4/9/2017).

Ia juga tidak berniat untuk melukai penonton lain, saat ia melepaskan dua flare usai pertandingan persahabatan tersebut.

"Maaf, maaf. Saya tidak ada niat melukai orang," ujar Adrian saat digelandang petugas masuk ke dalam jeruji Polres Kota Bekasi.

Namun, meski mengaku tak ada niat melukai orang lain di stadion itu, Adrian harus tetap menjalani proses hukum karena apa yang telah dilakukannya itu telah membuat salah satu suporter meninggal dunia.

Kepada polisi, Adrian mengaku bahwa dirinya mendapatkan flare tersebut dari toko online lalu dibawa masuk ke dalam stadion menggunakan tas.

Berdasarkan keterangan, Adrian melepas kembang api suar jenis rockets flare secara sepontan. Ia juga sebetulnya sadar jika flare tersebut bisa mengganggu pertandingan, sehingga ia menyalakannya sesaat setelah pertandingan usai.

Namun, Adrian tak menyangka jika tembakan flare tersebut akan mengenai suporter lain hingga menyebabkan korban bernama Catur tersebut meninggal dunia.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Hero Henrianto Bachtiar mengatakan, motif Adrian melakukan itu adalah karena euphoria pertandingan bola semata. Adrian yang diketahui gemar menonton sepak bola itu, sengaja menyiapkan sejumlah flare sebagai cara dan rasa bangganya untuk mendukung para pemain Indonesia.