Nicky Hayden Meninggal Dunia

Nicky Hayden Meninggal Dunia

Dunia olahraga kembali berduka, kali ini kabar duka tersebut datang dari mantan pembalap MotoGP, Nicky Hayden. Mantan juara dunia MotoGP itu meninggal dunia di usia yang ke-35 tahun.

Sebelumnya, Nicky Hayden dikabarkan kritis dan harus dirawat di rumah sakit setelah mengalami kecelakaan di Italia. Ketika itu, Hayden tengah mengendarai sepeda di daerah Rimini, Italia pada Rabu, pekan lalu.

Hayden harus dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami insiden itu dan harus dirawat secara intensif. Dokter mengatakan bahwa Hayden mengalami luka parah di bagian kepala dan mengalami kerusakan otak akibat dari kecelakaan tersebut.

Hayden dilarikan ke rumah sakit setempat sebelum dipindahkan ke ruang ICU di rumah sakit di Cesena, pekan lalu juga ada kabar bahwa Nicky Hayden meninggal dunia, namun kabar itu ditepis.

Namun kali ini, maut benar-benar menghampiri pria berjuluk The Kentucky Kid itu. Kerabat dan rekan-rekannya sangat sedih atas kematian juara dunia MotoGP 2006 itu.

Banyak yang tak menyangka kejadian ini akan menimpa Hayden. Sebab, saat ini dia masih mengikuti ajang World Superbike dan berada di posisi 13 kelasemen sementara.

Sampai kematiannya Hayden didampingi oleh kedua orang tuanya Earl dan Rose, tunangannya Jackie, kedua saudara laki-lakinya Roger Lee dan Tommy, serta dua saudra perempuannya Jenny dan Kathleen.
Selengkapnya
Apa Itu Bitcoin?

Apa Itu Bitcoin?

Bitcoin adalah sebuah mata uang virtual yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi jual-beli di internet, mata uang digital ini sudah dikembangkan sejak tahun 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Bitcoin ini hanya bisa digunakan untuk melakukan transaksi di internet, sama seperti dollar, rupiah dan mata uang lainnya, bitcoin juga bisa digunakan untuk melakukan pembayaran secara online.

Sama halnya seperti uang di dunia nyata, kita juga bisa mengirim dan menerima bitcoin dari manapun, asalkan kita memiliki wallet atau dompet bitcoin.

Bitcoin menggunakan jaringan peer-to-peer, yang artinya bitcoin tidak memiliki server pusat. Server penyimpanannya bersifat desentralisasi dan terdistribusi dan dibagi ke berbagai server yang dijalankan oleh setiap pengguna yang terhubung ke dalam jaringan.

Selain itu, bitcoin juga tidak dikontrol oleh lembaga atau pemerintah manapun. Bitcoin yang menggunakan database Blockchain tidak dikontrol oleh suatu pihak, sehingga bitcoin sangat aman dari pemalsuan transaksi bitcoin. Seluruh transaksi bitcoin dicatat secara live, transparan dan juga tersebar ke jutaan server di dunia.



Seorang peretas yang ingin memalsukan atau mengubah transaksi data bitcoin, setidaknya harus bisa meretas jutaan server tersebut secara bersamaan, dan hal itu tampaknya mustahil untuk dilakukan.

Bagaimana Bentuk Bitcoin Itu?


Bitcoin hanya ada di dunia digital, sehingga jika kamu bertanya bagaimana bentuk bitcoin itu seperti apa, maka jawabannya bitcoin itu tidak memiliki bentuk fisik.

Bitcoin merupakan mata uang virtual sehingga ia juga hanya tersedia dalam bentuk virtual. Tapi yang jelas, saat ini bitcoin sudah menyebar ke berbagai belahan dunia.

Sudah banyak orang yang berlomba-lomba untuk mencari dan mendapatkan bitcoin. Alasannya adalah, harga bitcoin yang saat ini sangat mahal. Data terbaru yang diperoleh dari situs bitcoin.co.id memperlihatkan bahwa harga 1 bitcoin (BTC) saat ini mencapai Rp. 30.776.600 dan tampaknya akan terus naik.

Bagaimana Cara Mendapatkan Bitcoin?


Untuk mendapatkan bitcoin, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Bisa dengan membeli bitcoin melalui layanan exchanger, bisa juga mendapatkannya dengan cara melakukan mining atau bisa mendapatkan bitcoin melalui faucet-faucet bitcoin yang tersedia.

Bitcoin sendiri diciptakan melalui sebuah proses yang disebut dengan 'mining', dimana para miner akan menggunakan komputer-komputer yang sangat canggih untuk untuk menguraikan matematika kompleks untuk menemukan block baru Bitcoin, sebagai hadiahnya si penemu akan dihadiahi sejumlah bitcoin. Hadiah per ditemukannya 1 block awalnya ada 50 BTC, sekarang 25 BTC/block, selanjutnya akan terus berkurang diiringi dengan bertambahkan sirkulasi Bitcoin. Sistem telah memastikan bahwa maksimal bitcoin yang beredar di dunia adalah 21 Juta BTC sehingga tidak akan terjadi inflasi.

Apakah Bitcoin itu Aman?


Sistem bitcoin memang aman, karena menggunakan sistem ini telah direview oleh berbagai kalangan sebagai tanpa cacat. Setiap data transaksi masa lampau tersimpan di semua peer di seluruh jaringan, dan harus berurutan. Setiap transaksi baru akan diverifikasi oleh sejumlah peer baru dinyatakan valid.

Sehingga, seseorang tidak bisa dengan mudah untuk memanipulasi data dengan membobol sistem bitcoin untuk menerbitkan sejumlah bitcoin untuk dirinya sendiri.

Namun, perlu diingat, meskipun sistem bitcoin ini aman, namun kamu harus tetap berhati-hati dalam bertransaksi menggunakan bitcoin. Sebab, sama seperti password internet banking, hacker bisa dengan mudah mencuri sejumlah uang dari Anda jika komputer terjangkit virus.

Kelebihan dan Kekurangan Bitcoin


Bitcoin memiliki kelebihan yakni bisa digunakan sebagai alat pembayaran yang simple dan ringkas. Selain itu, bitcoin juga memperbolehkan penggunanya untuk memiliki, mengirim, dan menerima secara anonymous, sehingga privasi pemilik bitcoin tetap terjaga keamanan dan kerahasiaannya.

Namun sayangnya, hal tersebut sering disalahgunakan oleh peretas dan pelaku penjahat siber untuk menjalankan aksinya. Mereka menggunakan bitcoin sebagai alat transaksi kejahatan mereka karena dirasa aman dan tidak bisa dilacak.

Selain itu kekurangan lain dari bitcoin adalah karena bitcoin hanya berupa file, maka sewaktu-waktu bitcoin bisa saja rusak atau hilang dari komputer. Namun hal itu bisa disiasati dengan menggunakan jasa penyimpanan bitcoin pihak ketiga yang sudah terpercaya.
Selengkapnya
Apa Itu 'WannaCry' Ransomware? Dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Apa Itu 'WannaCry' Ransomware? Dan Bagaimana Cara Mencegahnya?

Saat ini internet sedang dihebohkan dengan munculnya sebuah program jahat ransomware bernama 'Wanna Decryptor' alias 'WannaCry'. WannaCry atau Wanna Decryptor (WCRY) itu terdeteksi sebagai Win32/Filecoder.WannaCryptor.D trojan.

Ransomware WannaCry ini memanfaatkan tool senjata siber milik dinas intel Amerika Serikat, NSA yang pada bulan April lalu telah dicuri oleh kelompok hacker bernama Shadow Broker.

Tool tersebut bernama "EterbalBlue", ia memanfaatkan celah keamanan di sistem operasi Windows lewat eksekusi remote code SMBv1. Ketika komputer terinfeksi malware ini, maka program jahat tersebut akan mengunci data dan sistem komputer korban.

Kemudian, korban akan diminta untuk membayar sejumlah uang untuk mengembalikan data-data yang terkunci tersebut. Sudah ada banyak komputer yang menjadi korban keganasan ransomware ini, setidaknya 16 rumah sakit yang tergabung dalam jaringan National Health Service (NHS) di Inggris terserang WannaCry dan program jahat tersebut meminta 'tebusan' sebanyak 300 dollar AS dalam bentuk Bitcoin agar data-data komputer yang terkunci bisa kembali.

Tak hanya menyerang rumah sakit di Inggris, WannaCry juga dikabarkan telah menyerang puluhan ribu komputer di 99 negara termasuk di Indonesia.

Cara Mencegah Ransomware WannaCry atau Wanna Decryptor


Saat ini belum ada cara yang tepat dan ampuh untuk menghentikan serangan jika komputer sudah terlanjur terinfeksi virus tersebut, namun beberapa tips pencegahan ini akan sangat berguna untuk mencegah infeksi malware berbahaya ini.

Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (Id-SIRTII) M. Salahuddin mengungkapkan potensi penyebaran ransomware WannaCry masih terbuka di Indonesia lantaran kejadian awalnya berlangsung di akhir pekan, saat sebagian kantor sedang libur dan mematikan komputer.

Begitu komputer kembali dinyalakan nanti, maka WannaCry bisa menyusup masuk ke komputer dan meluas di jaringan tanpa diketahui.

Untuk itu, ia menyarankan pengguna tidak langsung menyalakan dan menyambungkan komputer ke LAN atau internet. Sebelumnya, pengguna diimbau agar terlebih dahulu mem-backup data penting.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah merumuskan langkah-langkah pencegahan infeksi ransomware WannaCry. Selengkapnya bisa dilihat di bawah:

  • Cabut sambungan LAN dan matikan Wi-Fi komputer untuk mencegah infeksi.
  • Update keamanan Windows dengan memasang patch MS17-010, silakan unduh di tautan ini.
  • Jangan mengaktifkan fungsi macros.
  • Non aktifkan fungsi SMB v1.
  • Blokir port 139/445 dan 3389.
  • Perbarui software anti-virus dan anti-ransomware.
  • Selalu backup file penting di komputer dan simpan di tempat lain.

Untuk pengguna Windows Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows 8, pihak Microsoft telah merilis patch khusus untuk memerangi dan mencegah infeksi virus ini. Silakan unduh patch tersebut di tautan ini.
Selengkapnya