Komunitas Flat Earth Temui Kepala LAPAN Untuk Minta Bukti Bumi Itu Bulat

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Teori Bumi Datar atau Flat Earth baru-baru ini kembali menjadi salah satu sorotan publik sepanjang tahun 2016 lalu. Meski sudah banyak bukti kalau bumi itu bulat, namun nyatanya banyak juga orang yang percaya dengan teori tersebut.

Di negara-negara dengan ilmu sains yang sudah maju saja, masih banyak orang yang percaya dengan teori bumi datar tersebut. Dan di Indonesia sendiri, komunitas tersebut juga ada.

Di Facebook, komunitas tersebut memiliki grup Facebook dengan nama Indonesian Flat Earth Society yang mempunyai anggota 19.659 orang. Teori tersebut berkembang di Indonesia dan menjadi perdebatan setelah salah satu saluran YouTube bernama Flat Earth 101 mengunggah video-video bantahan teori bumi bulat.

Dari situlah sehingga banyak orang yang menjadi percaya dengan teori bumi datar. Beberapa waktu lalu, beberapa orang dari komunitas Flath Earth menemui profesor Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin untuk berdiskusi tentang bentuk bumi.

Pertemuan itu dilakukan di LAPAN pada Jumat, 30 Desember 2016 lalu. Kedatangan mereka pun disambut baik oleh Thomas Djamaluddin yang kemudian menjelaskan bantahan tentang teori flat earth.

Dikutip dari Brilio.net, Thomas mengatakan,

"Beberapa penggemar FE (Flat Earth) meminta berdiskusi tentang konsep gerhana, satelit, dan hal-hal terkait. Saya sediakan waktu Jumat, 30 Desember 2016 di Kantor LAPAN. Saya jelaskan konsep sains yang benar,"

Dalam sebuah video yang diunggah oleh djamaluddin di YouTube, terlihat penggemar FE menyebut jika kedatangan mereka untuk meminta penjelasan dari Thomas Djamaluddin.

Pertemuan tersebut direkam dan bisa dilihat pada video dibawah ini:



Jawaban-jawaban dari Profesor Thomas Djamaluddin bisa dilihat di blog tdjamaluddin.wordpress.com.