Viral, Video Pengeroyokan Terhadap Seorang Gadis di Pinrang

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Dalam beberapa hari terakhir beredar video yang berisi gambar kekerasan yang dialami oleh seorang gadis di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Video yang disebarkan di Facebook itu mulai menjadi bahan perbincangan dan viral di kalangan netizen.

Aksi pengeroyokan itu dilakukan oleh beberapa orang wanita terhadap seorang gadis remaja yang masih sebayanya. Dalam video berdurasi sekitar lebih dari 11 menit itu terlihat ada sekitar 4 orang yang melakukan penganiayaan itu.

Korban ditampar, ditendang, bahkan nyaris ditelanjangi oleh pelaku penganiayaan tersebut. Video tersebut tentu saja mengundang reaksi banyak netizen. Banyak netizen yang marah dengan aksi penganiayaan tersebut, dan bahkan tak jarang kata-kata kasar pun dikeluarkan untuk mengutuk tindakan para pelaku.

Kejadian

Kejadian tersebut terjadi pada 2 November 2016 dan lokasi kejadian berada di depan SMP Negeri 5, Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang pada pukul 15.00 WITA.

Pelaku penganiayaan adalah Sel (16), Ran, dan Nel. Sedangkan korbannya adalah Riska (15), sebelum kejadian itu terjadi pelaku Sel mendatangi rumah korban kemudian mengajaknya keluar dengan alasan diantarkan ke dokter gigi untuk pemasangan kawat gigi. Namun, ternyata korban dibawa ke tempat kejadian perkara.

Di TKP, korban sudah ditunggu oleh dua pelaku lainnya di tempat yang sepi. Karena tempat itu sepi, pelaku bisa dengan leluasa menganiaya korban mulai dari menendang, menampar hingga bahkan nyaris menelanjangi korban.

Setelah kejadian itu, korban awalnya bungkam dan tidak mau menceritakan kejadian itu kepada orangtuanya atau melaporkannya kepada polisi. Alasannya korban takut akan dianiaya lagi jika buka mulut.

Namun, setelah video ini viral, korban akhirnya mau menceritakan dan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Polisi yang menerima informasi terkait penganiayaan itu datang menemui korban dan ibunya serta mengarahkan mereka untuk membuat laporan di Polsek Duampanua.

Pelaku Ditangkap

Setelah menerima laopran dan barang bukti, polisi langsung menangkap para pelaku tersebut dan menjadikan mereka sebagak tersangka atas tidak penganiayaan ini.

3 pelaku dijerat dengan pasal 170 tentang penganiayaan secara bersama dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara, UU Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal tiga tahun enam bulan, dan UU pornoaksi. Sementara itu seorang pelaku lainnya diancam dengan pasal 56 KUHP tentang pembantu kejahatan dengan ancaman hukuman di bawah 5 tahun.

Pelaku Bukan Seorang Guru

Sempat beredar kabar bahwa salah satu pelaku penganiayaan adalah seorang oknum guru honorer, namun setelah dilakukan penyelidikan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Pinrang, Andi Rudi Hamid membantah jika salah satu pelaku adalah seorang guru honorer.

Sementara pelaku penganiayaan lainnya adalah siswi SMKN di Pinrang, karena kasus ini mereka terancam dikeluarkan dari sekolah.



Ketika diunggah ke Facebook, video tersebut berjudul "Heboh seorang guru di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, bersikap anarkis kepada seorang anak di bawah umur."

Namun setelah ditelusuri ternyata tidak terbukti jika pelaku tersebut adalah seorang guru. Dan diketahui bahwa awal mula terjadinya penganiayaan itu karena pertengkaran korban dan pelaku di media sosial.