Gara-Gara Status Facebook, Karyawan Twitter Ini Dipecat

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Greg Gopman harus menerima nasibnya yang seakan dipermainkan Twitter. Perusahaan mikroblog itu merekrutnya sebagai manajer bisnis virtual reality (VR) pada 18 Oktober lalu.

Hanya sehari, Gopman lalu dipecat hari ini, Kamis (20/10/2016). Hal ini diketahui dari status Gopman di akun Facebook personalnya.

Gara-Gara Status Facebook, Karyawan Twitter Ini Dipecat

Ini baru pertama kali dilakukan Twitter selama lebih kurang 12 tahun berdiri sebagai perusahaan. Lantas, kesalahan apa yang dibuat Gopman?

Dilansir KompasTekno dari Quartz, Twitter mendapati rekam jejak Gopman yang dianggap buruk sebagai pengguna Facebook. Pria tersebut pernah menulis status yang terkesan merendahkan para gelandangan di jalanan.

"Tak ada hal positif jika mereka (gelandangan) ditempatkan berdekatan dengan kami," begitu salah satu kutipan dari statusnya yang terhitung panjang, hingga empat paragraf.

Status itu ditulis pada 2013 lalu dan sudah dihapus dari laman Facebook Gopman. Sayangnya, apa yang sudah diunggah ke internet kerap tak bisa benar-benar dihapus.

Salah satu media teknologi kawakan, TechCrunch, menulis soal penunjukan Gopman sebagai kepala VR di Twitter. Pada artikelnya, TechCrunch juga membubuhkan informasi soal status "berbahaya" Gopman beberapa tahun lalu.

Twitter lalu memutuskan untuk memecat Gopman. Hal ini mengisyaratkan dua hal. Pertama, Twitter sangat memperhatikan sikap sosial pekerjanya. Di sisi lain, HRD Twitter terbukti tak menggali secara dalam soal latar belakang calon pekerjanya.

Pasalnya, TechCrunch pun tak melakukan upaya keras untuk mendapati status Facebook Gopman pada masa lampau. Ketika mencari nama Gopman di mesin pencari, beberapa media kala itu sudah memberitakan soal status tersebut.

Kejadian ini lagi-lagi mengingatkan kita bahwa sikap di internet bisa menentukan masa depan. Sebaiknya, sebelum membagi apa pun di ranah maya, konsekuensinya dipikir matang-matang. (KompasTekno)