Bus Wisata Terguling di Tol Cipularang, 6 Orang Luka Parah

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Bus pariwisata dari perusahaan oto bus (PO) Banter, menabrak pembatas jalan dan terguling di Kilometer 92.200 jalan Tol Cipularang, di wilayah Sukatani, Purwakarta, pagi tadi. Bus tersebut diketahui membawa rombongan ibu pengajian dari kampung Pamoyanan, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut Jawa Barat.

Bus Wisata Terguling di Tol Cipularang, 6 Orang Luka Parah

Rombongan hendak ke Masjid Kubah Emas di daerah Depok, Jawa Barat. Kecelakaan itu membuat 6 orang penumpang mengalami luka serius dan 3 di antaranya luka berat. Mereka dievakuasi ke Rumah Sakit MH Thamrin Purwakarta guna mendapat penanganan medis.

"Sudah dievakuasi jumlahnya 6 orang," kata pengemudi bus, Nala, di lokasi kejadian, Sabtu (24/9).

Menurut sopir bus, Nala (42), kecelakaan terjadi saat bus berusaha menghindari tabrak belakang dengan kendaraan di depannya. Namun karena hilang kendali kemudian bus menabrak pembatas jalan dan terguling hingga masuk parit yang ada di pinggir jalan Tol.

"Saya kan sedang melaju di jalur Bandung menuju Jakarta, nah di depan ada kendaraan yang mengerem mendadak. Saya banting stir ke kiri tapi malah oleng dan keluar jalur kemudian menabrak pembatas dan akhirnya terguling," tutur Nala.

Bus Wisata Terguling di Tol Cipularang, 6 Orang Luka Parah

Bus Banter kecelakaan di Tol Cipularang
Pascakejadian, penumpang selamat kemudian dialihkan ke bus lain. Namun rencana berwisata ke Masjid Kubah Emas terpaksa harus dibatalkan.

"Kalau berangkat ke Masjid Kubah Emasnya di batalkan, rombongan kembali ke Garut," ujar Nala.

Hingga saat ini bus nahas tersebut masih teronggok di lokasi kejadian dan belum dievakusia. Sedangkan kasusnya dalam penanganan satuan Lakalantas Polres Purwakarta. (merdeka.com)