Apa Itu Virus Zika? Beserta Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Banyak kabar beredar jika saat ini virus Zika sudah menyebar dan masuk ke Indonesia. Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek membenarkan jika ada masyarakat Indonesia yang telah terjangkit virus Zika yang dikenal berbahaya itu.

Untuk Anda yang belum begitu kenal dengan virus Zika ini pasti bertanya-tanya, apakah virus Zika itu? untuk informasi Anda, virus Zika adalah sebuah virus yang berasal dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk yang sama dengan nyamuk penyebab demam berdarah, Aedes aegypti.

Apa Itu Virus Zika?  Beserta Gejala, Penyebab dan Cara Mengobati

Virus ini sudah diketahui sejak tahun 1950-an dan pertama kali ditemukan pada tahun 1947 pada seekor monyet resus di hutan Zika, Uganda. Virus ini juga ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954.

Pada tahun 2007, virus ini mulai menyebar ke luar Afrika dan Asia dan sudah digolongkan sebagai penyakit endemis. Brasil mulai dijangkiti virus ini pada tahun 2015 dan pada tahun 2016 ini penyebaran virus Zika ini sudah mulai meluas ke seluruh dunia.

Bahkan organisasi kesehatan dunia (WHO) dikutip dari Wikipedia mengatakan bahwa penyakit yang terkait dengan virus Zika di Amerika Latin pada akhir tahun 2015 hingga Januari 2016 telah menimbulkan keadaan darurat kesehatan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, WHO mengumumkan Status Darurat Kesehatan Internasional.

Apa Penyebab Virus Zika?

Seperti yang sudah dikatakan diatas tadi, penyakit Zika disebabkan oleh virus Zika. Infeksinya sendiri melalui perantara gigitan nyamuk Aedes aegypti yang sudah terinfeksi virus Zika. Dan nyamuk tersebut bisa terinfeksi karena sudah menggigit orang yang telah terinfeksi juga oleh virus Zika.

Hal yang harus Anda waspadai adalah nyamuk ini aktif di siang hari dan juga mereka hidup di dalam maupun di luar ruangan yang dekat dengan manusia. Terlebih lagi jika tempat sekitar mereka adalah genangan-genangan air, maka mereka juga akan berkembang biak disana.

Selain karena gigitan nyamuk, penularan virus Zika juga dapat ditularkan oleh ibu hamil kepada bayi atau janin yang dikandungnya. Meskipun hal ini jarang terjadi, namun kasus tersebut juga ada. Selain itu, ada juga laporan yang mengatakan bahwa virus Zika juga bisa menular melalui transfusi darah dan hubungan seksual.

Bagaimana Gejalanya?

Orang yang sudah terinfeksi virus Zika akan memiliki gejala-gejala yang mudah untuk dilihat seperti: demam, nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri di belakang mata.

Virus Zika sendiri belum bisa dipastikan berapa lama masa inkubasinya, namun para ahli memperkirakan bahwa masa inkubasi virus Zika ini berlangsung selama 2-7 hari.

Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi dimana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.

Bagaimana Cara Mencegah Virus Zika?

Ya, virus Zika memang berbahaya. Meski belum meluas hingga Indonesia, namun kita tetap wajib waspada dengan virus yang satu ini. Maka dari itu, kita harus melakukan pencegahan agar terhindar dari virus Zika.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit Zika seperti yang dikutip dari situs alodokter.com antara lain:

  • Memastikan tempat yang Anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk masuk ke ruangan.
  • Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang Anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
  • Gunakan baju dan celana berlengan panjang
  • Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau environmental protection agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
  • Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga Anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi, dan gendongan atau alat pengangkut bayi lainnya.
  • Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut, dan tangan.
  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
  • Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan Anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Lakukan tes virus Zika sekembalinya Anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.

Cara Mengobati Virus Zika

Untuk cara mengobati virus Zika ini ada beberapa kendala yakni vaksin serta obat-obatan penyembuh penyakit ini belum ditemukan. Dokter biasanya akan memberikan banyak cairan untuk mencegah penderita terkena dehidrasi. Selain itu dokter juga akan memberikan obat pereda demam, nyeri dan sakit kepala untuk mengurangi rasa sakit pada pasien. Pasien juga akan disuruh untuk istirahat yang cukup agar tidak merasa lelah.

Sementara ini, cara terbaik adalah dengan mencegah agar tidak terkena virus Zika ini. Sebab vaksin dan obat-obatan penyakit ini belum bisa ditemukan.