Pernyataan Ikatan Guru Indonesia Terkait Adnan vs Dasrul

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Mengomentari kasus penganiayaan yang dialami oleh guru SMK Negeri 2 Makassar, Dasrul, ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) turut prihatin dan mengemukakan komentarnya terkait peristiwa memilukan tersebut.

Berikut pernyataan sikap IGI terkait peristiwa pengainayaan guru di SMK Negeri 2 Makassar tersebut:

Pernyataan Ikatan Guru Indonesia Terkait Adnan vs Dasrul

Sekitar pukul 10 tadi pagi terjadi peristiwa tragis yang memilukan dalam dunia pendidikan kita. Drs. Dasrul, guru gambar SMK Negeri 2 Makassar dianiaya oleh Adnan Achmad, orang tua salah seorang siswa kelas 11 SMKN 2 Makassar.

Mendengar kabar tersebut, kami langsung meminta Pak Waqif, Guru dari Pulau Tupabbiring yang saat bersamaan sedang kuliah S3 di UNM untuk langsung ke Sekolah, Pak Guru Dasrul saat itu sudah selesai menjalani visum di RS Bayangkara dan Adnan Ahmad pun minta agar anaknya juga divisum dan melapor balik guru Dasrul juga dengan tuduhan penganiayaan.

Setelah mendapat banyak gambaran dari Pak Waqif, saya kemudian tersambung Drs. Patorean Kasim, wakasek Kesiswaan, beliau menjelaskan bahwa Alif, siswa kelas 11 ini sebenarnya memang naik percobaan, alif termasuk siswa yang lumayan malas. Saat masuk sekolah hari itu, guru Dasrul meminta tugas dan Alif tidak mengerjakan tugas, Alif kemudian diminta menyelesaikan tugasnya di bagian belakang kelas tapi Alif justru mondar mandir sambil bersungut-sungut dan akhirnya dia berteriak "Guru Sun**l", perkataan itu dalam bahasa Makassar amat sangat kasar sehingga gurunya mendatanginya tapi Alif justru terjatuh karena kakinya tersandung kursi.

Alif kemudian menghubungi orang tuanya yang bernama Adnan Achmad, tak berselang lama Adnan yang menurut kabar adalah aktivis LSM pun langsung masuk sekolah bersama teman-teman LSM-nya dan begitu bertemu guru Dasrul, langsung menghajar pak guru Dasrul, Alif anaknya Adnan Achman yang merupakan siswa pak Dasrul pun tak mau ketinggalan dan ikut menghajar sang guru.

Batang hidung pak Dasrul pun patah dan darah bercucuran. Para Kepsek yang sedang pelatihan melerai dan mengamankan pak Dasrul di ruang kepala sekolah tapi Adnan Achmad masih terus berteriak dan memaki sang guru hingga akhirnya polisi menjemput. Beruntung polisi sigap, jika telat, siswa lainnya yang sudah memasuki masa Istirahat sudah berhamburan hendak menghajar Adnan Achmad bersama Alif.

Beberapa hal yang perlu dicermati dalam hal ini adalah :

  1. Pemerintah telah gagal melindungi guru dari gangguan pihak luar, seharusnya, tak ada ruang buat siapapun masuk kedalam sekolah apalagi dalam keadaan emosi, kejadian ini jika tak bisa disikapi akan terus terjadi, masih baik jika hanya luka tapi jika sudah mengancam jiwa, itu keterlaluan, jika gedung keuangan negara dimana-mana begitu mewah, mengapa sekolah tak bisa diamankan?

  2. Sekolah telah mengupayakan komunikasi dengan orang tua tapi komunikasi itu gagal karena orang tua kadang mewakilkannya kepada orang lain atau ibunya yang datang tapi ayahnya yang mengamuk, sehingga kedepan perlu dibuatkan aturan bahwa pada setiap penerimaan siswa baru atau penerimaan laporan hasil belajar atau hari pertama sekolah, kedua orang tua harus dihadirkan agar terjalin komunikasi antara guru dan orang tua serta orang tua tahu 100%, apa dan bagaimana sesungguhnya anak mereka. Diperlukan perjanjian yang jelas antara orang tua dengan sekolah sehingga orang tua paham bahwa mereka telah menyerahkan anaknya untuk dididik di Sekolah.

  3. Hukuman terhadap mereka yang melakukan kekerasan terhadap dunia pendidikan terlalu ringan, harusnya hukuman itu bersifat extra ordinari karena ini menyangkut bagian dari “mempersiapkan masa depan bangsa”.
Untuk itu IGI akan memastikan membela Pak Dasrul, kami akan segera menunjuk pendamping hukum agar Pak Guru Dasrul bisa terlindungi dan pelaku kejahatan terhadap guru dapat dimaksimalkan hukumannya. Saya juga minta IGI Makassar dan IGI Sulsel terus mengawal kasus ini.

Selain itu, IGI yang saat ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan UU atau Permendikbud tentang Perlindungan guru, minggu lalu telah berkumpul dengan beberapa orprof guru dan masih akan terus berlanjut, semoga kedepan guru terlindungi.