Lagi, Orangtua Tak Terima Anaknya Dihukum Guru

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Kejadian memilukan kembali terjadi di Indonesia, seorang guru SMK Negeri 2 Makassar bernama Dasrul ini harus berdarah-darah setelah dianiaya oleh Adnan Achmad, orangtua dari salah seorang murid yang bersekolah di sekolah tersebut.

Dasrul dipukuli oleh Adnan karena tidak terima anaknya yang bernama Alif ini dihukum oleh Dasrul lantaran tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dasrul. Adnan yang sudah marah dan tidak terima itu memukuli Dasrul di ruang kelas saat proses belajar mengajar berlangsung, bahkan menurut saksi, Alif juga ikut memukul guru tersebut.

Lagi, Orangtua Tak Terima Anaknya Dihukum Guru

Hal ini diungkapkan oleh siswa yang menyaksikan kejadian tersebut. Lalu sebenarnya bagaimana kronologi kejadian tersebut?

Hal itu bermula ketika Dasrul meminta Alif untuk mengumpulkan tugas PR, namun Alif tidak mengerjakan PR dan Dasrul menegur Alif dan menyuruhnya untuk mengerjakan tugas tersebut di bagian belakang kelas.

Namun Alif justru marah dan berteriak dengan kata-kata kasar, Dasrul menghampiri Alif dan mendorong Alif hingga terjatuh. Alif kemudian makin marah, dia mengajak Dasrul berkelahi, lalu keluar kelas sambil menendang pintu.

Setelah Alif keluar, Dasrul melanjutkan proses belajar mengajar. Sementara itu, Alif menelpon ayahnya, Adnan dan mengadukan apa yang dia alami barusan. Adnan marah karena tidak terima anaknya dihukum dan didorong, Adnan mendatangi Dasrul di sekolah dan memukulinya hingga batang hidungnya patah.

Tidak mau ketinggalan, Alif juga ikut-ikutan memukul gurunya itu. Pukulan tersebut menyebabkan Dasrul mengeluarkan darah dari hidung. Ia lalu dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulsel, selanjutnya membuat laporan ke Mapolsek Tamalate.

Tak lama berselang, Polisi memanggil Adnan dan Alif untuk dimintai keterangan. Dan tak lama kemudian, mereka berdua ditetapkan menjadi tersangka atas aksi pengeroyokan tersebut.