Google Tahu Segalanya Kecuali Palestina

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Pada 25 Juli 2016 lalu, Google secara resmi menghapus nama Palestina dari layanan Google Maps mereka. Aksi tersebut praktis menuai berbagai macam reaksi dari berbagai kalangan di seluruh dunia.

Bahkan muncul petisi berjudul 'Google: Put Palestine On Your Maps!' agar Google kembali mengembalikan nama Palestina di Map mereka.

Google Tahu Segalanya Kecuali Palestina

Di Twitter, kebijakan Google tersebut mendapatkan banyak kritikan, salah satu pengguna Twitter dengan nama akun @satriobiru menyindir perusahaan mesin pencari informasi terbesar di dunia maya itu karena telah menghapus peta Palestina. "Google knows everything, except Palestine. Soo sad!" tulisnya di Twitter.

Google Tahu Segalanya Kecuali Palestina

Mohammed Ismail, pemilik akun Twitter @mohammedzismail juga menyindir kebijakan Google tersebut dengan mencuitkan tweet, "#Palestine recognised at #RioOlympics2016 but not on Google maps." tulisnya di Twitter. Menurut dia, Palestina saja menjadi peserta Olimpiade Rio de Janeiro. Namun Google tak juga mengenalinya.

Seperti yang kita ketahui, Google adalah mesin pencari terbesar di dunia. Mereka mengoperasikan lebih dari 1 juta server yang tersebar di berbagai negara.

Namun, kebijakan mereka menghapus peta Palestina dari Google Map menuai banyak kecaman. Forum Jurnalis Palestina mengecam Google yang menghapus Palestina dari petanya. Wilayah Palestina di Google Maps diganti dengan nama Israel.

Dalam pernyataan yang dirilis kemarin, Rabu (3/8), forum mengatakan keputusan Google itu adalah bagian dari skema Israel. "Keputusan Google menghapus Palestina dari peta adalah bagian dari skema Israel untuk menjadi negara terlegitimasi bagi generasi masa depannya dan menghapus Palestina," katanya, dikutip Middle East Monitor.