Lakukan Ini Sebelum 'Berhubungan' Agar Tidak Diganggu Setan

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Islam telah mengatur segala sesuatu dalam aspek kehidupan mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Segala sesuatu dari hal yang kecil hingga besar sudah diatur didalam Islam.

Sebagai pasangan suami dan istri pasti Anda sudah pernah melakukan 'hubungan' atau jima'. Jima' sendiri dalam Islam bukan hanya sekedar hubungan atara suami dan istri saja, namun juga sebagai salah satu kewajiban suami untuk memberikan nafkah batin kepada istri.

Lakukan Ini Sebelum 'Berhubungan' Agar Tidak Diganggu Setan

Dalam Islam sendiri, jima' memiliki adab-adab yang dapat menjadikan jima' bukan hanya sekedar menjadi sebuah kenikmatan, namun juga menjadi salah satu ibadah yang dapat mendatangkan pahala.

Agar mendapatkan keturunan yang baik, hendaknya melakukan hal-hal berikut sebelum berjima' agar tidak diganggu oleh setan. Adapun adab-adab jima' dalam Islam adalah sebagai berikut:

1. Berwudhu dan Membersihkan Diri

Sebelum melakukan jima' hendaknya pasangan membersihkan diri masing-masing dan berwudhu. Hal ini agar pasangan merasa tertarik dan bergairah untuk melakukan hubungan.

Karena tubuh yang kurang bersih biasanya akan mengganggu pasangan dan dapat mengurangi daya tarik.

2. Memakai Parfum

Wewangian adalah salah satu sunnah Nabi. Beliau bersabda: "Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah" [HR. Tirmidzi].

Bagi istri, memakai parfum/wewangian yang dianjurkan adalah saat-saat seperti ini, bukan pada waktu keluar rumah yang justru dilarang Rasulullah.

"Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina" [HR Ahmad]

Yang perlu diperhatikan di sini ialah, aroma atau jenis wewangian yang dipakai hendaknya yang disukai suami atau istri. Sebab, ada suami atau istri yang tidak menyukai aroma wewangian tertentu. Wewangian yang tepat membuat hasrat suami atau istri semakin meningkat.

3. Shalat dua Raka'at

Adab ini terutama bagi pengantin baru. Sebagaimana atsar Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu yang menasehati pengantin baru agar mengajak istrinya shalat dua raka'at terlebih dahulu ketika memulai malam pertama.

4. Melakukan Jima' di Tempat Tertutup

Islam mengatur kehidupan umat manusia agar kehormatan dan kemuliaannya terjaga. Demikian pula dengan jima'. Ia harus dilakukan di tempat tertutup, tidak diketahui oleh orang lain meskipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.

Bagaimana jika anak masih kecil dan tidurnya bersama orang tua? Pastikan ia tidak melihat aktifitas suami istri tersebut. Caranya bisa Anda berdua yang pindah kamar.

5. Membaca Do'a

Yakni membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا

Artinya: "Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami" [HR. Bukhari dan Muslim]

6. Lakukan Pemanasan

Sebelum masuk ke bagian inti, sebaiknya pasangan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW,

"Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu," [HR. Tirmidzi]

7. Tidak Memengtingkan Diri Sendiri

Ini sangat penting, yakni tidak mementingkan kepuasan diri sendiri.

"Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya." [HR. Abu Ya'la]

8. Tidak Menceritakannya Kepada Orang Lain

Ini adalah yang terpenting. Yakni tidak menceritakan masalah jimak kepada orang lain. Karena salah satu orang yang paling buruk disisi Allah adalah orang yang menceritakan kepada orang lain tentang kondisinya dan kondisi istrinya di atas ranjang. Misalnya melakukan berapa kali, apa yang ia ucapkan ketika itu dan sebagainya.