Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Anak yatim adalah anak yang tidak memiliki kedua orangtua, entah karena ditinggal ataupun karena orangtuanya telah meninggal dunia. Mereka tentu akan sangat merasakan kehilangan dan juga kerinduan terhadap orangtua mereka.

Di dalam Islam, kita sangat dianjurkan untuk merawat atau paling tidak menyantuni anak-anak yatim tersebut. Karena hal itu memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi kita.

Keutamaan Menyantuni Anak Yatim

Selain mendapatkan banyak pahala dari Allah SWT, ada beberapa manfaat lain yang dapat kita peroleh dengan menyantuni anak yatim. Rasulullah SAW pernah bersabda,

"Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini." kemudian beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu 'alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya. [HR. Bukhari]

Hadits ini menunjukan bahwa kelak, orang-orang yang menyantuni anak yatim akan sangat dekat dengan Rasulullah SAW di surga. Selain itu, orang yang menyantuni anak yatim juga akan mendapatkan kedudukan yang tinggi di surga.

Selain itu, doa dari anak yatim adalah salah satu doa yang mujarab. Oleh sebab itu kita sangat dianjurkan untuk berbuat baik dengan cara menyantuni anak yatim.

Jika Anda ingin merawat anak yatim, maka ada hal-hal yang harus diperhatikan seperti:

  • Tidak boleh menisbatkan anak tersebut kepada selain ayah kandungnya. Ini adalah ketetapan langsung yang Allah turunkan melalui firman-Nya:

    "Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka; itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu." [QS. Al-Ahzab ayat 5]
  • Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya, berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia.
  • Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram, sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut, sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di masa Jahiliyah.

Nah itulah beberapa keutamaan-keutamaan menyantuni anak yatim, semoga kita bisa menjadi lebih peduli dengan keadaan mereka dan mau merawat atau menyantuni mereka.