Apa Hukumnya Menikah di Bulan Ramadhan?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah dan pahala. Setiap pahala yang kita dapatkan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT, untuk itu kita diperintahkan untuk berlomba-lomba dalam beribadah dan mencari pahala tersebut.

Namun ada beberapa pertanyaan terkait bulan Ramadhan yang tampaknya masih menjadi hal yang membingungkan untuk banyak orang, salah satunya adalah bolehkah menikah di bulan Ramadhan?

Apa Hukumnya Menikah di Bulan Ramadhan?

Masih banyak orang yang bingung dan bertanya-tanya tentang hukum menikah di bulan Ramadhan ini, ada pula yang menganggap bahwa menikah di bulan Ramadhan adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan, tapi benarkah demikian? begini penjelasannya.

Dalam masalah muamalah, kaidah yang berlaku adalah semua dibolehkan, selama itu bermanfaat dan tidak ada larangan dalam syariat. Termasuk diantaranya penentuan tanggal pernikahan atau tanggal hajatan lainnya.

Di dalam Islam sendiri tidak ditemukan larangan dalam syari'at untuk menikah di bulan Ramadhan disebabkan posisi bulan ini sebagai bulan Ramadhan. Bahkan tidak ada larangan untuk menikah di bulan-bulan tertentu seperti yang banyak diyakini dalam kehidupan masyarakat sekarang, karena menikah dapat dilakukan di bulan apa saja, di hari apapun dan waktu kapanpun.

Oleh karena itu, menikah di bulan Ramadhan juga boleh dilakukan. Namun tidak boleh diyakini bahwa menikah di bulan Ramadhan memiliki nilai keutamaan khusus dibandingkan bulan lainnya, kecuali jika di sana ada dalil yang menyebutkan keutamaan khusus menikah di bulan Ramadhan.

Selain itu, pasangan yang baru menikah juga harus bisa memastikan bahwa mereka tidak akan membatalkan puasa. Karena orang yang berpuasa di bulan Ramadan wajib menahan diri dari makan, minum, dan jima’ dari sejak menyingsingnya fajar hingga tenggelamnya matahari.

Sehingga para pasangan yang menikah di bulan Ramadhan wajib untuk tidak mendatangi istri yang baru dinikahinya di sepanjang siang agar tidak menjadi dosa besar bagi suami istri tersebut.

Untuk pasangan yang melanggar ketentuan tersebut, maka ia wajib mengganti puasa yang ditinggalkan dan membayar kaffarah yang berat, yakni memerdekakan budak. Jika ia tidak mendapatkannya maka ia wajib berpuasa selama dua bulan berturut-turut, jika ia tidak mampu maka memberi makan enam puluh orang miskin. Dan jika mengulangi jima’ selama beberapa hari, maka bertambah pula kaffarah yang harus dibayar sesuai dengan jumlah hari tersebut.

Jadi itulah penjelasan tentang bolehkah menikah di bulan Ramadhan, pada intinya menikah di bulan Ramadhan boleh dilakukan selama pasangan tersebut bisa menahan syahwat mereka selama siang hari ketika masih berpuasa, semoga bermanfaat.