Kapan Awal Puasa Ramadhan 2016?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Dalam beberapa hari lagi, bulan suci Ramadhan akan segera tiba. Itu artinya jutaan umat muslim di seluruh dunia akan bersiap untuk menyambut datangnya bulan suci tersebut dan siap untuk melaksanakan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Seperti biasa, umat muslim di Indonesia masih harus tetap menunggu keputusan pemerintah tentang kapan awal puasa Ramadhan tahun ini. Meski pemerintah belum menetapkan hari pertama bulan suci Ramadhan, namun Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa jauh-jauh hari.

Kapan Awal Puasa Ramadhan 2016?

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan kepada media tersebut, awal puasa Ramadan 1437 H jatuh pada Senin (6/6). Sementara 1 Syawal 1434 H jatuh pada Rabu (6/7), dan 1 Dzulhijah 1437 H jatuh pada Sabtu (3/9). Karena sudah ditetapkan, dia melanjutkan, dia berharap masyarakat bisa meningkatkan nilai keislamannya memasuki Ramadan tahun ini.

Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan diri dalam beribadah dan berhubungan sosial dengan sesama. Selain itu, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Oman Faturrahman mengatakan, penetapan awal puasa dan Syawal tersebut didasarkan pada hasil hisab hakiki wujudul hilal (perhitungan matematis berdasar posisi geometris benda langit).

Dia menjelaskan, ijtimak jelang Ramadan terjadi pada Minggu (5/6) pukul 10.01 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk. "Karenanya 1 Ramadhan ditetapkan jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016," katanya.

Sementara itu, ada satu lagi metode penentuan hari pertama puasa di bulan Ramadan, yaitu rukyatul hilal (pengamatan visibilitas hilal secara langsung dengan kasat mata). Nah metode ini digunakan pemerintah dan NU. Hingga saat ini, belum bisa diketahui apakah ketetapan hari pertama puasa di bulan Ramadan Tahun ini akan sama antara dua metode ini atau tidak.