Inilah Sosok Phoebe Snetsinger, Sang Pengamat Burung Paling Berjasa

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Siapakah sosok Phoebe Snetsinger yang pada hari ini, Kamis, 9 Juni 2016 tampil di Google Doodle? mungkin belum banyak orang yang tahu tentang sosok paling berjasa di bidang pengamatan burung ini.

Namanya adalah Phoebe Snetsinger, wanita yang lahir pada tahun 1931 ini merupakan salah satu pengamat burung paling berjasa dan berdedikasi di dunia. Tercatat, dia telah melihat 8.398 spesies dari 10.000 spesies yang diketahui manusia. Dan hasil penemuan spesies burung Snetsinger ini menjadi yang terbanyak di dunia.

Inilah Sosok Phoebe Snetsinger, Sang Pengamat Burung Paling Berjasa

Pada hari ini, Kamis, 9 Juni 2016 adalah hari ulang tahunnya yang ke-85. Google merayakannya dengan membuat Doodle khusus untuk Snetsinger. Phoebe Snetsinger memiliki kisah yang sangat menarik dalam hidupnya, salah satunya adalah awal mula mengapa ia bisa menjadi seorang pengamat burung.

Snetsinger mulai menyukai burung pada tahun 1965, ketika dia melihat Blackburnian Warbler. Namun, petualangannya dalam mengamati berbagai jenis spesies burung dimulai ketika ia berusia 50 tahun.

Pada saat itu, ia divonis oleh dokter bahwa ia hanya akan bisa hidup selama 1 tahun lagi karena penyakit kanker kulit yang ia derita. Mengetahui usianya tak lama lagi, dia memutuskan untuk berkeliling dunia dan mengamati burung untuk menghabiskan sisa umurnya yang pendek itu.

Phoebe Snetsinger

Namun siapa sangka, Tuhan justru berkehendak lain. Snetsinger justru dapat bertahan hingga 18 tahun, Alaska menjadi lokasi pertama Snetsinger mengamati burung. Setelah itu, ia terus berkeliling dunia untuk mengamati burung-burung yang ada di dunia ini.

Dalam perjalanannya, dia sering kali menghadapi bahaya-bahaya yang mengancam nyawanya seperti penyakit malaria yang menyerangnya di Zambia, hampir mati di Zaire, bahkan yang paling ditakutkan seorang wanita yakni pemerkosaan pernah dialami Snetsinger di pinggiran Port Moresby, Papua Nugini.

Phoebe Snetsinger

Namun hal itu tidak membuatnya berputus asa dan menyerah dalam mengamati spesies-spesies burung di dunia. Dia bukan ahli burung (ornotolog) profesional namun hasil pengamatan dan pencatatan setiap jenis burung yang ditemukannya bahkan melebihi seorang ornotolog pro.

Setelah bertahun-tahun mengamati burung, akhirnya petualangannya berakir di tahun 1999. Kala itu, yang menyebabkan ia meninggal bukanlah penyakit yang di deritanya, melainkan karena sebuah kecelakaan mobil yang di alaminya ketika hendak mengamati burung di Madagascar.

Kala itu, mobil yang ditumpanginya terbalik dan Phoebe Snetsinger dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan itu. Ia meninggal di usia 68 tahun atau 18 tahun kemudian setelah divonis dokter ketika usianya masih 50 tahun.

Burung terakhir yang berada dalam catatan pengamatannya adalah red-shouldered vanga (Calicalicus rufocarpalis). Burung yang masuk dalam ordo Passeriformes sangat langka dan ditemukan Snetsinger pada tahun 1997.

Atas jasa dan pengorbanan hidupnya itu, pada tahun 2003 Asosiasi Pengamat Burung Amerika (American Birding Association/ABA) menerbitkan buku "Birding on Borrowed Time" karya Phoebe Snetsinger.

Dan pada hari ini, demi mengenang jasa-jasanya, Google mempersembahkan Doodle khusus untuk Phoebe Snetsinger dengan cara memperingati haru ulang tahunnya yang ke-85.