Fakta Tentang Muhammad Ali yang Jarang Diketahui

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Muhammad Ali adalah petinju legendaris asal Amerika Serikat yang juga dianugerahi gelar "Sportsman of the Century" oleh Sports Illustrated. Karirnya begitu cemerlang, ia telah tiga kali menjadi Juara Dunia Tinju kelas Berat.

Namun pada 3 Juni 2016 waktu setempat, Muhammad Ali dinyatakan meninggal dunia di usianya yang ke-74 setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Kabar ini membuat dunia berduka hingga tagar atau hashtag #RIPAli menjadi trending topic di Twitter.

Fakta Tentang Muhammad Ali yang Jarang Diketahui

Semasa hidupnya, Muhammad Ali memiliki banyak kisah yang mewarnai jalan hidup dan karirnya. Dan berikut ini adalah fakta-fakta tentang Muhammad Ali yang jarang diketahui banyak orang.

1. Sepedanya Pernah di Curi

Ketika berusia 12 tahun, Muhammad Ali pernah kehilangan sepeda Schwinn berwarna merah-putih karena dicuri. Ia sangat marah saat sepedanya dicuri pada bulan Oktober 1954. Ia melaporkan pencurian ke Louisville, Kentucky, kepada polisi Joe Martin dan bersumpah untuk memukul pelakunya. Martin, yang juga seorang pelatih tinju, menyarankan Ali untuk belajar tinju untuk meredam emosinya. Dari sinilah awal karir Ali sebagai petinju bermula.

2. Memeluk Islam Ketika di Puncak Karir

Sebelum memeluk Islam, Ali memiliki nama lahir sebagai Cassius Clay, kemudian ia mengganti namanya menjadi Cassius X. Pagi hari setelah mengalahkan Liston, juara kelas berat baru mengkonfirmasi laporan bahwa ia telah masuk Islam. Ia mengatakan kepada wartawan bahwa ia telah meninggalkan nama keluarga, yang ia sebut sebagai "nama budak,". Pemimpin Islam setempat, Elijah Muhammad memberinya nama suci. Nama itu Muhammad Ali yang dianugerahkan pada tanggal 6 Maret 1964.

3. Menolak Wajib Militer dan Dipenjara

Muhammad Ali pernah menolak untuk ikut wajib militer dan ikut ambil bagian dalam perang Vietnam pada tahun 1967. Penolakannya itu membuat marah banyak pihak, juara kelas berat itu ditangkap dalam tuduhan rencana penggelapan, lisensi tinju dicabut dan ia diminta menanggalkan gelarnya. Ali dihukum maksimum lima tahun penjara dan didenda 10 ribu dolar AS. Pada tahun 1970 Mahkamah Agung New York memerintahkan lisensi tinju Ali diberikan kembali, dan ia kembali ke ring dengan mengalahkan Jerry Quarry pada bulan Oktober 1970.


4. Memiliki Darah Irlandia

Kakek buyut Ali, Abe Grady adalah orang Irlandia yang beremigrasi ke Amerika Serikat dan menetap di Kentucky pada 1860-an. Di sana ia menikah dengan seorang budak yang dibebaskan, dan salah satu cucu mereka adalah ibu Ali, Odessa Lee Grady Clay. Pada tahun 2009, Ali mengunjungi kampung halaman leluhur besar-kakeknya dari Ennis, Irlandia, dan bertemu sesama anggota klan O'Grady.

5. Melawan Rasisme

Setelah lulus SMA, Ali (18 tahun) pergi ke Roma dan memenangkan medali emas kelas berat ringan di Olimpiade 1960. Ali menulis pada tahun 1975 dalam otobiografinya bahwa setelah kembali ke Louisville, ia melemparkan medali emas dari jembatan dan medalinya tenggelkam ke Sungai Ohio. Itu dilakukan Ali untuk memprotes rasisme yang masih ditemuinya di kampung halamannya.

6. Anak Perempuan Ali Menjadi Petinju

Muhammad Ali telah menikah empat kali dan memiliki tujuh anak perempuan dan dua anak laki-laki. Salah satu putrinya, Laila Ali juga menjadi petinju yang memulai kariernya pada tahun 1999.

7. Menjadi Juru Perdamaian

Pada tahun 1984 Ali didiagnosis terkena sindrom Parkinson, penyakit yang terhubung ke trauma kepala berat yang diderita selama karier bertinju. Keterampilan motorik mantan juara ini telah perlahan-lahan menurun, dan gerakan dan pidatonya terbatas. Terlepas dari Parkinson, Ali tetap dalam sorotan publik, berkeliling dunia untuk membuat kegiatan kemanusiaan. Dia bertemu dengan pemimpin Irak Saddam Hussein (1937-2006) pada 1990 untuk merundingkan pembebasan sandera Amerika, dan pada tahun 2002 ia pergi ke Afghanistan sebagai Utusan Perdamaian PBB.

Itulah beberapa fakta mengagumkan tentang Muhammad Ali. Kini sang legenda telah kembali ke pangkuan sang ilahi, semoga amal dan ibadahnya diterima disisi-Nya. Aamiin.