Hamas Kecam Twitter Karena 3 Kali Blokir Akun Al-Qassam

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Divisi media Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, mengecam perusahaan Twitter yang menutup sejumlah akun resmi Al-Qassam yang berbahasa Arab dan Inggris. Hal itu dinilai sebagai bentuk keberpihakan jelas terhadap Israel, musuh utama Palestina.

Divisi media militer Al-Qossam menegaskan dalam pernyataannya kemarin Kamis (31/3), pada saat perusahaan Twitter memberikan mimbar bebas seluas luasnya kepada tokoh dan lembaga-lembaga penjajah Israel yang mengeluarkan pernyataan dan sikap rasis, ekstrem, dan bernada teroris, Twitter justru untuk ketiga kalinya secara berturut-turut selama dua pekan menutup akun-akun resmi Al-Qassam. (Salah satunya akun @qassamsms https://twitter.com/qassamsms yang tak bisa diakses/suspended)

Hamas Kecam Twitter Karena 3 Kali Blokir Akun Al-Qassam

Al-Qassam menegaskan, apa yang dilakukan Twitter adalah pelanggaran jelas terhadap hak individu dan kelompok yang dijamin dinyatakan Twitter sendiri yang berjanji komitmen kepadanya. Hal itu dinyatakan Twitter di depan warga dunia. Sikap Twitter dengan memblokir ini sebagai bentuk keberpihakan jelas terhadap Israel dalam sebuah konflik yang seharusnya bersikap netral.

Al-Qassam menegaskan, misi Al-Qossam sendiri sudah sangat jelas isinya adalah pembebasan dari penjajahan rasis Israel dan mereka mampu menyampaikan misinya ini kepada dunia. Seharusnya Twitter mampu menyampaikan misi tersebut tanpa diskriminatif.

Al-Qassam meminta Twitter untuk komitmen terhadap yang pernah di umumkannya berupa prinsip-prinsip kebebasan terutama prinsip memberikan semua pihak untuk berinovasi dalam bidang pemikiran informasi dan terlibat langsung tanpa ikatan apapun.

Twitter diminta untuk meralat sikap dan tindakannya dan membuka kembali akun Al-Qassam tersebut.

Sebelumnya Twitter telah menutup tiga akun resmi Al-Qassam berbahasa Arab dan satu akun berbahasa Inggris dalam waktu kurang dari 2 Pekan setelah followernya mencapai lebih dari 200.000 dan dan simpati terhadap twitnya mencapai 30 juta sejak tahun lalu.

Sumber: infopalestina