Apakah Deja Vu Itu? Bagaimana Bisa Terjadi?

Apakah Deja Vu Itu? Bagaimana Bisa Terjadi?

Mungkin sebagian dari kamu ada yang sudah pernah mendengar kata Deja Vu, tapi apakah kamu tau apa sih yang dimaksud dengan De Javu itu? Nah, menrurut Wikipedia Déjà vu adalah sebuah frasa Perancis yang artinya secara harafiah adalah "pernah melihat" atau "pernah merasa". Maksudnya adalah mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini juga disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para (παρα) yang artinya ialah "sejajar" dan mnimi (μνήμη) "ingatan".

Kata tersebut mempunyai turunan jika di telisik deja vecu yang berarti (sudah mengalami),deja sentri (sudah memikirkan),kemudian deja visite (telah mengunjungi). Salah satu ilmuwan yang bernama Emile Boirac. Dia adalah satu-satunya ilmuan yang mengawali pembelajaran tentang hal ini, penelitian tersebut di awali pada tahun 1876. Jika kita mau memahami dengan bahasa perancis, De Javu memiliki lawan kata dengan kata Jamais Vu yang artinya tidak pernah melihat. De Javu berlangsung ketika kita sulit mengingat kejadian yang pernah kita alami sebelumnya. Sebelumnya , saya perlu mengenalkan lebih dulu apa yang di maksud dengan Recognition Memory.

Apakah Deja Vu Itu? Bagaimana Bisa Terjadi?

Recognition Memory

Apa itu Recognition Memory? Recognition Memory yaitu sejenis ingatan dimana kita sadar tentang kejadian yang baru kita alami saat ini sesungguhnya telah kita alami sebelumnya. Recognition Memory ini terdapat 2 tipe yang berflukuasi dalam otak ,yang mana dia adalah Recollection dan Familiarity. Kamu dapat mengucapkan Recollection ini sebagai ingatan kembali,yang mana kamu dapat mengingat-ingat secara pasti kapan dan juga apa kejadian yang sesungguhnya sudah terjadi. Sebagai contoh, waktu kamu menjumpai seorang kakek-kakek di Stasiun, Fikiran kamu sadar jika sesungguhnya kamu pernah berjumpa dengan kakek-kakek itu di dalam kereta. Nah ingatan inilah yang kita disebut recollection/pengumpulan kembali. Tetapi kalau Familiarity yaitu kebalikannya, yang mana pada waktu otak kamu tidak mampu mengingat seseorang yang telah kita jumpai itu. De Javu ini masuk pada tipe Familiarity.

Teori Tentang De Javu

Emile Boirac memang telah meneneliti tentang de javu ini,akan tetapi dia gagal mengungkap mengenai dejavu ini. dari kegagalan itu lalu beberapa peneliti ingin mengungkap tentang de javu yang orang orang masih belum mengenal terlalu dalam. Alhasil dari penelitian penelitian itu membuahkan beberapa teorai tentang de javu,kurang lebih sekitar 40 teori yang paling terkenal telah di temukan.Saya tidak akan menjelaskan semuanya,hanya teori yang paling sering digunakan saja yang akan di bahas,dan 2 teori yaang menurut saya lebih utama adalah Teori Sigmund Freud dan teori ponsel (perhatian terpecah)

Sebelum saya jelaskan tentang 2 teori diatas,mari terlebih dulu kita perhatikan gambar dibawah ini :

Foto Gunung Es
Foto diatas akan mengantarkan kita untuk memahami teori yang akan dibahas. Perhatikan foto itu,ada es yang berada di permukaan daratan dan ada yang berada di bawah permukaan air.Foto tersebut menunjukkan bagaimana sebenarnya otak kita.Bagian atas es yang ada di daratan menggambarkan alam sadar di otak,sementara es yang ada di bawah merupakan alam bawah sadar kita.Dari bentuknya sudah terlihat jelas bahwa alam bawah sadar lebih besar dari alam sadar.Informasi yang diterima otak,semuanya disimpan di alam bawah sadar,dan hanya sebagian kecil informasi yang kita terima itu benar-benar bisa di ingat.

Teori Sigmund Fraud

Sigmund Fraud percaya ketika seseorang mengalami de javu secara spontan ia akan teringat memori di alam bawah sadarnya,tapi tidak sepenuhnya terjadi karena terhalang alam sadarnya,meskipun begitu perasaan familiar akan tetap terasa.Perasaan itulah yang menyebabkan de javu bisa terjadi.

Teori Ponsel (Perhatian Terpecah)

Seorang peneliti bernama Dr Alan Brown pernah melakukan sebuat riset untuk menciptakan de javu.Dalam percobaanya dia memberi sugesti subliminal pada subyek penelitiannya.Subliminal berarti beroperasi di bawah kesadaran.Dr Alan menunjukkan beberapa foto dengan lokasi yang berbeda-beda pada sekumpulan pelajar dan mereka tak pernah melihat foto itu sebelumnya.Tapi sebelum uji coba dilakukan,terlebih dulu foto tersebut ditayangkan pada layar dengan kecepatan 10 milidetik.Kecepatan yang cukup bagi otak manusia untuk menyimpan sebuah informasi,tapi tak cukup bagi para pelajar itu untuk menyadari foto yang tayang sangat cepat tadi.

Setelah itu,pelajar tersebut ditanya tentang foto lokasi itu dan mereka mengatakan pernah melihatnya tapi tak bisa menyebutnya dengan pasti kapan dan dimana.Contoh pehatian terpecah ini gampang kita temui di kondisi sekeliling kita,contohnya : ketika kita sedang ngobrol dengan teman kita di rumahnya,perhatian kita tidak akan hanya berfokus pada teman kita.Kadang mata kita melihat bentuk rumah dan benda-benda disekitarnya.Informasi tentang rumah itu,masuk ke otak tapi kita tak menyadarinya karena fokus kita adalah berbicara dengan teman.Informasi tadi akan masuk ke alam bawah sadar,dan bisa terpanggil lagi saat beberapa lama kita tak mengunjungi tempat itu,lalu melihat rumah itu lagi.

Sumber: http://terungkaplagi.blogspot.com/2013/10/fenomena-dejavu.html
Selengkapnya
Kisah Taubatnya Seseorang Di Dalam Taksi

Kisah Taubatnya Seseorang Di Dalam Taksi

Dulu saya adalah seorang supir taksi yang bekerja pada periode 2004 hingga 2008. Saya mengambil pekerjaan sebagai supir taksi untuk sementara waktu, sampai saya bisa menemukan pekerjaan yang cocok.

Suatu hari, saya mengemudi di sekitar jalan-jalan Alexandria, sambil mendengarkan murattal yang dibacakan Syaikh Mishari Rasyid. Saat itu, Syaikh Misyari Rasyid membacakan surat Al-Hadid.

Tak berapa lama, seorang pria berusia 60 tahunan menghentikan taksi saya dan meminta untuk mengantarkannya ke Karmuz (salah satu lokasi tua di Alexandria, Mesir). Dia masuk ke dalam taksi dan saya mulai mengemudi untuk mengantarnya ke tempat tujuan.

Kisah Taubatnya Seseorang Di Dalam Taksi

Saya mengemudikan taksi dengan fokus. Meskipun begitu, saya bisa melihat penumpang yang duduk di belakang ini terlihat gemetar. Ia juga terlihat menggosok-gosokkan tangannya dan matanya melihat-lihat terus ke pemutar kaset. Dia terus menerus melakukan hal itu sampai Syaikh Mishari Rashid membacakan ayat ke 16 dari surat Al-Hadid.

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS. Al-Hadid ayat 16]

Barulah kisah ini benar-benar dimulai...

Pria tua itu tiba-tiba menangis histeris. Dia menangis keras dan tidak bisa menghentikan tangisnya sehingga saya terpaksa harus menghentikan taksi dan menenangkannya. Saya berbicara padanya tapi dia tidak menanggapinya, dia hanya terus menangis dan menangis.

Saya pikir, bacaan surat inilah yang menyebabkan pria tua ini menangis. Akhirnya, saya pun mematikan kaset, yang ternyata dilarang oleh pria tersebut. Ia bahkan meminta untuk mengulang ayat terakhir dari surat tersebut yang berbunyi:

"(Kami terangkan yang demikian itu) supaya ahli Kitab mengetahui bahwa mereka tiada mendapat sedikitpun akan karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwasanya karunia itu adalah di tangan Allah. Dia berikan karunia itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar." [QS. Al-Hadid ayat 29]

Ketika saya lakukan, dia mulai menangis lagi. Baru setelah Syaikh Mishari Rashid menyelesaikan bacaan murattalnya, pria tua ini mulai tenang. Ia kemudian bercerita tentang kehidupannya.

"Maaf anakku. Nama saya Mus`ad. saya memiliki penyakit jantung dan anak-anak saya biasa membawa saya ke dokter tetangga kami ketika saya mengalami serangan jantung di malam hari.

Suatu malam, saya terkena serangan jantung dan anak-anak saya seperti biasa membawa saya ke dokter tetangga kami. Sayangnya, dokter tetangga kami pura-pura tidak menengar dan tidak mau membukakan pintu lagi bagi kami.

Akhirnya, anak-anak membawa saya ke rumah sakit. Dan seperti yang kau tahu, tidak ada perawatan nyata yang ditawarkan di rumah sakit umum. Hanya saja, saya mengatakan kepada anak-anak bahwa saya telah mendapat perawatan yang baik, dengan tujuan agar mereka bisa pulang.

Saya merasa kasihan dengan anak-anak saya yang terlihat kelelahan karena mereka telah bekerja di pagi hari dan saya tidak ingin mereka kehilangan pekerjaan.

Setelah kami sampai di rumah, rasa sakit yang saya rasakan bertambah parah. Saya merasa begitu sakit. Jadi, saya meninggalkan rumah saya dan duduk di sisi Mahammadyah (kanal air tua di Alexandria).

Untuk beberapa jam, saya terus berdoa kepada Allah dan sungguh-sungguh meminta kepada-Nya untuk menyembuhkan saya dari penyakit jantung ini. Saya menangis dan berdoa:

"Ya Allah, Kau membuat saya menderita karena saya tidak pernah shalat. Saya mohon, sembuhkanlah penyakit ini dan saya berjanji tidak akan meninggalkan shalat walaupun satu rakaat"

Namun, rasa sakit saya malah bertambah. Saya menangis dan berteriak:

"Hentikan. Apakah Kau tidak merasa kasihan kepadaku?"

Beberapa saat kemudian, aku merasa sedikit tenang dan pergi tidur. Ketika saya terangun, saya merasa jauh lebih baik. Dan sejak hari itu, saya tidak pernah mengalami rasa sakit atau jantung krisis lagi.

"Tapi anakku, saya lupa dengan janji saya. Saya tidak melaksanakan shalat walaupun satu rakaat. Sampai saya bertemu dengan Anda yang memutarkan bacaan ini. Saya merasa bahwa Allah Yang Maha Kuasa telah berbicara kepada saya. Dia menegur saya karena lalai tidak melaksanakan shalat.

Apakah Anda berpikir bahwa saya menangis karena takut bahwa Allah akan menimpa saya dengan penyakit jantung? Tidak, Demi Allah, tidak! Saya hanya merasa malu dan malu pada diri sendiri. Allah memenuhi keinginan saya, tetapi saya tidak pernah melaksanakan janji yang pernah saya ucapkan." (OnIslam.net)
Selengkapnya
Fatwa Arab Saudi Jika Anda Enggan Mengikuti Imam yang Berqunut Subuh

Fatwa Arab Saudi Jika Anda Enggan Mengikuti Imam yang Berqunut Subuh

Kita seringkali melihat ada saudara kita yang pada saat melakukan shalat subuh berjamaah tidak mengikuti imam yang berqunut. Namun, ada juga yang mengikuti gerakan imam, tapi ia sebenarnya tidak berqunut. Sebenarnya bolehkah melakukan yang demikian? padahal ia sedang mengikuti shalat berjamaah?

Komite Tetap Kajian dan Fatwa Kerajaan Arab Saudi menyatakan bahwa apabila ada makmum yang beranggapan tidak ada qunut pada shalat subuh, sedangkan ia shalat subuh di belakang imam yang berqunut, maka hendaknya ia mengikuti gerakan imam.

Fatwa Arab Saudi Jika Anda Enggan Mengikuti Imam yang Berqunut Subuh

Ini dikarenakan keputusan imam untuk berqunut juga memiliki sandaran dalil. Meskipun komite ini berpandangan hukum berqunut saat shubuh tidak dianjurkan.

Komite ini mengutip pendapat dari Ibnu Taimiyah, dalam Majmu' al-Fatawa. Sosok berjuluk Syaikh al-Islam itu, menegaskan hendaknya makmum mengikuti gerakan apapun dari imam, selama masih berada dalam ranah ijtihad.

Jika imam berqunut, maka ikutlah berqunut. Sebaliknya, bila imam tidak berqunut maka jangan sekali-kali berqunut sendiri. Ini penting. Karena, keberadaan imam itu untuk ditaati. "Seorang imam (shalat) ditunjuk supaya diikuti," demikian sabda Rasulullah SAW.

Pandangan ini juga diungkapkan oleh Ibnu Qudamah al-Maqdisi, dalam kitab al-Mughni. Ia menyebutkan, jika seorang imam berqunut maka hendaknya makmum mengamininya. Para ulama sepakat mengatakan demikian. Ini juga pandangan yang dirujuk oleh Imam Ahmad, Ishaq, dan imam lainnya.

Ibnu Qudamah menambahkan, dirinya belum mendapati satupun ulama yang secara tegas melarang ikut qunut dan mengamininya, jika sang imam berqunut. Uraian yang sama juga ditegaskan oleh Syekh Ibn Qasim dalam kitab Hasyiyah ar-Raudh. (ROL)
Selengkapnya
Kapan Nabi Isa akan Turun ke Bumi?

Kapan Nabi Isa akan Turun ke Bumi?

Salah satu tanda-tanda akan terjadinya kiamat adalah turunnya nabi Isa as ke bumi untuk meluruskan umatnya yang telah tersesat dan memberitahukan bahwa Islam merupakan agama yang benar. Seiring dengan turunnya nabi Isa as ke bumi juga akan diiringi dengan turunnya Al-Mahdi dan Dajjal. Kedatangan Isa yang akan memberikan dukungan terhadap Al Mahdi dan Thaifah Manshurah yang bersamanya, lalu memerangi Dajjal dan membunuhnya merupakan bagian dari keimanan seorang muslim terhadap tanda-tanda kiamat kubra.

Turunnya Nabi Isa di akhir zaman adalah masalah akidah yang telah tetap berdasar Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah yang mencapai derajat mutawatir. Banyak dalil-dalil dalam Al Quran yang menyebutkan tentang kedatangan Isa kembali ke bumi.

Dalil yang pertama adalah dalam QS. Az-Zukhruf ayat 61, sebagaimana Allah berfirman:

"Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus." [QS. Az-Zukhruf ayat 61]

Konteks ayat-ayat ini bercerita tentang kisah Nabi Isa. Pada akhir rangkaian ayat-ayat tersebut, Allah berfirman وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat.".

Maknanya adalah, turunnya Nabi Isa sebelum terjadinya kiamat kelak merupakan pertanda bahwa terjadinya kiamat sudah sangat dekat. Makna ini dikuatkan oleh qira'ah Ibnu Abbas, Mujahid dan sejumlah ulama tafsir lainnya yang membaca ayat ini dengan memfathahkan huruf 'ain dan lam pada lafal "la-'ilmun" sehingga menjadi وَإِنَّهُ لَعَلَمٌ لِلسَّاعَةِ, yang maknanya adalah "Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar merupakan salah satu tanda (dekatnya) hari kiamat".

Lalu, dalam QS. An-Nisa ayat 158-159 Allah berfirman:

"Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.". "Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.". [QS. An-Nisa ayat 158-159]

Ayat-ayat dalam surat An-Nisa di atas menjelaskan bahwa orang-orang Yahudi tidak mampu membunuh Nabi Isa, tidak pula mampu menyalibnya, karena Nabi Isa telah diangkat oleh Allah Ta'ala ke langit lengkap dengan jasad dan ruhnya.

Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib, tetapi ada orang yang diserupakan dengan Isa di mata mereka, dan orang itulah yang mereka salib sebagaimana firman Allah Ta'ala: "Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya.".

Makna lafazh di dalam firman Allah بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ mengandung arti bahwa Allah telah mengangkat Isa lengkap dengan jasad dan ruhnya, sehingga dengan demikian tercapai bantahan terhadap pengakuan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh dan menyalibnya, karena pembunuhan dan penyaliban itu hanya terjadi pada jasad saja.

Dalam hal ini, pengangkatan ruhnya saja tidak cukup untuk membantah pengakuan mereka itu. Karena yang disebut oleh Isa itu mencakup badan dan ruh, sehingga tidak cukup dengan hanya menyebut salah satu dari kedua unsur itu, kecuali ada bukti yang membenarkan, sedangkan di sini tidak ada bukti seperti itu.

Lagi pula, pengangkatan ruh dan jasadnya secara keseluruhan itu sesuai dengan keperkasaan Allah Yang Maha Sempurna, dan sesuai dengan hikmah, kemuliaan dan pertolongan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yang dikehendaki-Nya.

Dalil-Dalil dari As-Sunnah


Terdapat banyak hadits shahih yang menjelaskan bahwa Nabi Isa belum wafat. Isa diangkat oleh Allah ke langit sebagaimana dijelaskan oleh ayat-ayat di atas dan kelak di akhir zaman akan turun kembali ke dunia untuk memerangi Dajjal, menegakkan keadilan Islam, dan akhirnya wafat dan dikebumikan di bumi layaknya manusia yang lain. Di antara hadits-hadits tersebut adalah:

1. Rasulullah bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga turun kepada kalian Ibnu Maryam sebagai hakim yang adil, ia mematahkan salib, membunuh babi, menghentikan jizyah dan melimpahkan harta sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima pemberian harta." (HR. Bukhari: no. 2296)

2. Rasulullah bersabda: "Bagaimana keadaan kalian apabila Ibnu Maryam turun di antara kalian sedangkan yang menjadi imam (pemimpin) kalian berasal dari kalangan kalian sendiri?" (HR. Bukhari: Kitabu ahaditsil anbiya' no. 3193 dan Muslim: Kitabul iman no. 222, 223, 224).

3. Dari Jabir bin Abdullah ia berkata: Saya mendengar Nabi bersabda: "Akan senantiasa ada di antara umatku satu kelompok yang berperang di atas kebenaran, mereka senantiasa menang hingga hari kiamat." Beliau bersabda: "Lantas Isa ibnu Maryam turun, maka pemimpin kelompok tersebut berkata, 'Kemarilah, shalatlah sebagai imam kami!' Maka Isa menjawab, "Tidak, sebagian kalian memimpin sebagian yang lain sebagai penghormatan Allah terhadap umat ini." (HR. Muslim: Kitabul iman no. 225)

Bagaimana dan kapan Nabi Isa turun ke Bumi?


Setelah Dajjal muncul dan melakukan perusakan dan penghancuran di muka bumi, Allah mengutus Isa as untuk turun ke bumi turun di menara putih di timur Damsyiq, Siria. Beliau mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za'faran, beliau taruh kedua telapak tangan beliau di sayap dua orang Malaikat.

Baca Juga: Kisah Matinya Dajjal di Tangan Nabi Isa

Bila beliau menundukkan kepala, meneteslah/menurunlah rambutnya, dan bila diangkat kelihatan landai seperti mutiara. Dan tidak ada orang kafir yang mencium nafasnya kecuali akan mati, dan nafasnya itu sejauh pandangan matanya.

Beliau akan turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran dan bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa as turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan za’faran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecualipasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang derajat mereka di surga." (Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68)

Ibnu Katsir berkata, "Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami' Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami' Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, "Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat." Kemudian beliau menjawab, "Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda." Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, "Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini."
Selengkapnya
Peneliti Ungkap Cara Orang Mesir Bangun Piramida

Peneliti Ungkap Cara Orang Mesir Bangun Piramida

Mesir sangat terkenal sekali dengan piramidanya. Disana terdapat ratusan piramida-piramida yang berdiri megah sebagai peninggalan dari bangsa-bangsa Mesir terdahulu.

Tetapi dibalik itu semua terdapat teka-teki yang selama ini masih menjadi misteri dikalangan masyarakat maupun peneliti. Para peneliti masih bingung tentang bagaimana cara bangsa Mesir membangun bangunan megah itu di masa lalu? karena pada masa itu belum ada teknologi canggih seperti sekarang ini.

Peneliti Ungkap Cara Orang Mesir Bangun Piramida

Apalagi bahan baku yang digunakan untuk membangun piramida itu sangat berat apabila dibawa ke lokasi pembangunan yang berada di gurun pasir. Karena, pada waktu itu pasti belum ada alat canggih yang dapat membawa batuan dalam jumlah besar apalagi di medan seperti itu.

Namun kini teka-teki tersebut berhasil dipecahkan. Adalah Daniel Bonn dari University of Amsterdam yang mengklaim bahwa ia telah berhasil memecahkan teka-teki tersebut dalam hasil risetnya yang akan terbit di jurnal Physical Review Letter Rabu (29/4).

Bonn mengunngkapkan bahwa orang-orang Mesir kuno menggunakan cara yang jitu untuk membawa batuan-batuan itu ke lokasi pembangunan di gurun pasir. Ia dan rekannya mengatakan orang Masir kuno menggunakan alat semacam gerobak yang digunakan untuk mengangkut batu-batu itu dan menyeretnya di gurun pasir yang sudah dibasahi dengan air.

Bonn juga telah melakukan penelitian tersebut yaitu dengan menggunakan miniatur gerobak Mesir Kuno dan wadah berisi pasir yang telah dikeringkan di oven. Dengan pasir yang dibasahi dengan air hingga level tertentu akan membetntuk sebuah jembatan kapiler.

Air akan membuat pasir menjadi padat sehingga meminimalisasi gesekan dengan benda yang bergerak di atasnya. Ia juga mengungkapkan dengan menggunakan teknik semacam itu, total gaya tarik dapat berkurang hingga 50 persen.

Dengan gaya tarik yang berkurang 50 persen itu, maka orang yang dibutuhkan untuk menarik gerobak juga akan berkurang setengahnya dari jumlah orang apabila gurun dalam keadaan kering.

Berkurangnya gaya tarik dan gesekan disebabkan karena gurun pasir yang menjadi kaku karena basah. Sehingga gerobak akan bergerak lebih mudah di permukaan pasir yang basah.

Kesimpulan itu juga diperkuat dengan adanya lukisan yang terdapat di kuburan Djehutihotep. Lukisan itu menggambarkan adanya percikan warna abu-abu dan oranye dengan orang yang berdiri di depan gerobak sambil menyiramkan air. Lukisan itu sebelumnya telah memicu banyak perdebatan.

Penelitian ini memberi penjelasan ilmiah fungsi air dalam pembangunan piramida yang semula cuma dikaitkan dengan pencucian.
Selengkapnya
Misteri Samudera yang Belum Terpecahkan

Misteri Samudera yang Belum Terpecahkan

Ada pepatah yang berkata bahwa dalamnya laut dapat diukur, dalamnya hati siapa tahu. Akan tetapi sebenarnya dalamnya laut pun menyimpan sejumlah rahasia yang sulit dijelaskan. Berikut enam misteri laut yang masih belum terpecahkan, seperti yang dikutip dari intisari-online.com.

1. Hilangnya Empat Kapal Selam di Tahun 1968



Pada tahun kelam ini empat kapal selam dari empat negara hilang tanpa jejak. Berbagai teori pernah diungkapkan namun tidak satupun yang dapat memberikan jawaban jelas bagaimana kapal USS Scorpion (Amerika Serikat), INS Darak (Israel), Minerve (Perancis), dan K-129 ( Uni Soviet) tersebut menghilang.

2. Hiu Kanibal Australia



Hewan yang bisa lebih seram dari hiu mungkin hanya hiu kanibal. Peneliti mengetahui keberadaan hiu kanibal ini saat sedang melacak hiu putih yang sudah diberi tanda. Suhu tubuh hiu tersebut seketika berubah dengan drastis dan satu-satunya penjelasan yang masuk akal adalah ia telah disantap oleh hiu lain yang lebih besar. Bayangkan saja bagaimana ngerinya hiu kanibal seberat dua ton?

3. Atlantis Jepang



Negeri matahari terbit ternyata punya juga punya atlantis. Tahun 1986 seorang penyelam lokal menemukan reruntuhan kastil dengan lima candi di Yonaguni Jima, sebuah pulai di bagian selatan Jepang. Beberapa orang percaya bahwa reruntuhan tersebut terkubur dalam di lautan karena gempa bumi yang dahsyat.

4. Fenomena Laut Susu



Sejumlah nelayan pernah melaporkan keadaan dimana laut tiba-tiba berubah warna menjadi putih, pucat, dan bercahaya. Para peneliti memang telah menemukan bahwa sejumlah bakteria di lautan akan bercahaya untuk menarik ikan calon inang mereka. Akan tetapi hingga sekarang peneliti masih belum mengetahui apa alasan mengapa tiba-tiba triliunan bakteri itu bercahaya di lautan. Selengkapnya baca disini

5. Segitiga Bermuda



Tak perlu banyak penjelasan, Anda tentu sudah tahu tentang misteri yang satu ini. Sejumlah kapal dan pesawat hilang tanpa bekas dalam area keramat ini sejak tahun 1918. Sekarang teori terbaru yang muncul adalah adanya hidrasi gas dari sinkhole yang berada di dekat lokasi segitiga bermuda.

6. Suara-Suara Misterius dari Dalam Lautan



Sementara para astronom sibuk mencari sinyal-sinyal dari alien di ruang angkasa, justru para ahli kelautan bumi yang mendapat sinyal dan suara aneh di bagian tertentu dasar lautan. Penyebab suara-suara tersebut sampai sekarang masih misteri. Suara-suara seperti kapal selam, gunung berapi dasar laut sudah dikenal oleh para ilmuwan NOAA, sedangkan suara hewan laut terkeras yang dikenal adalah suara Paus Biru.

Itulah enam misteri laut yang masih belum terpecahkan hingga sekarang. Mungkin ketika teknologi sudah lebih maju kelak kita akan menemukan jawaban dari misteri-misteri tersebut
Selengkapnya
Seperti Apa Sebenarnya Wujud Dajjal Itu?

Seperti Apa Sebenarnya Wujud Dajjal Itu?

Dajjal, sosok ini masih menjadi sebuah misteri karena banyak kalangan yang masih memperdebatkan tentang tokoh akhir zaman yang satu ini. Dalam banyak hadits Rasulullah, Dajjal dikabarkan akan membawa berbagai macam fitnah akhir zaman yang akan menyesatkan manusia.

Perdebatan tentang wujud asli Dajjal masih berlangsung hingga saat ini, ada yang menganggap bahwa Dajjal adalah sebuah sistem atau ideologi (Amerika dan Yahudi), ada juga yang beranggapan bahwa Dajjal itu bukan manusia, melainkan ia berbentuk monster yang menakutkan. Lalu, apa wujud Dajjal yang sebenarnya? sebuah sistem/ideologi, monster, atau ia seorang manusia?

Beberapa redaksi hadits tentang Dajjal memang cocok dengan anggapan orang-orang yang menganggap bahwa Dajjal adalah bahasa kiasan untuk sistem atau sebuah ideologi. Namun, apa makna kiasan dari tubuh Dajjal yang gemuk dan berambut keriting? Apa karena Amerika itu menguasai perekonomian dunia sehingga disebut cocok dengan kiasan sosok Dajjal yang gemuk itu?

Lalu bagaimana dengan rambut keriting? Apakah berarti Presidennya Obama yang campuran kulit hitam berambut keriting? oleh karena itu jangan seenaknya menyimpulkan bahwa Dajjal itu adalah sebuah simbol atau kiasan terhadap sebuah sistem. Ingatlah bahwa di Amerika juga ada saudara-saudara muslim kita, dan juga di negara-negara Yahudi juga ada saudara-saudara kita juga yang hidup damai dan bahkan bangga dengan negaranya.

Baca Juga: Beram Kayal, Pemain Muslim yang Taat Asal Israel

Selain itu, jika kita melihat keterangan hadits tentang sosok Dajjal, disana Rasulullah menerangkan bahwa Dajjal mirip dengan orang yang hidup pada saat itu yang bernama Abdul 'Uzza bin Qathan atau Ibnul Qathan bin Khuza'ah (dari Bani Khuza'ah).

Jika Dajjal bukan manusia melainkan sebuah sistem, ideologi atau organisasi rahasia Yahudi, lalu apa maksud dari perkataan Rasulullah yang mengatakan bahwa Dajjal itu mirip dengan orang yang hidup pada saat itu yang bernama Abdul 'Uzza bin Qathan?

Ada yang mengatakan bahwa Abdul 'Uzza bin Qathan bin Amr Al-Khuza'i itu berasal dari kalangan Bani Musthaliq dari suku Khuza'ah. Ibunya bernama Halah binti Khuwailid, ada yang mengatakan pula bahwa ia bukanlah sahabat Nabi karena dia telah meninggal pada zaman jahiliah.

Tapi ada yang mengatakan pula bahwa dia merupakan sahabat Nabi karena dia pernah bertemu dengan Rasulullah SAW dan ia juga pemah bertanya sehubungan dengan hadits Dajjal itu kepada Nabi SAW, "Apakah keserupaannya denganku itu membahayakan bagiku?" lalu Rasulullah menjawab, "Tidak, engkau muslim sedang dia kafir.", hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad, namun dikatakan dha'if karena ada riwayat Al-Mas'udi yang dicampur dengan hadits lain. Periksa: Ta'liq Ahmad Syakir atas musnad Ahmad 15: 30-31; Al-lshobah Fi Tamyizish-Shahabah 4: 239, dan Fathul-Bari 6: 488 dan 13: 101

Al-Albani berkata: "Hadits ini menunjukkan Dajjal adalah sosok manusia, mempunyai sifat seperti manusia. Rasulullah menyerupakan sosok Dajjal ini dengan Abdul 'Uzza bin Qathan. Hadits ini adalah satu dari sekian banyak dalil yang membatilkan takwil sebagian orang yang menyatakan Dajjal bukanlah sosok tapi simbol/kiasan orang Barat/Eropa berikut kemegahan serta fitnahnya. (Yang benar) Dajjal adalah manusia, fitnahnya lebih besar dari fitnah Eropa sebagaimana banyak diterangkan dalam banyak hadits." [Ash-Shahihah, III/191]

"Dajjal adalah seorang pemuda..." [HR. Muslim]

"Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk..." [HR. Bukhari]

"Ia (Jasassah) berkata, "Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian bawa!" [HR. Muslim]

"Dajjal tidak punya anak atau keturunan..." [HR. Bukhari]

Baca Juga: Heboh! Lelaki Ini Pernah Melihat dan Bertemu Dajjal

Dari hadits-hadits diatas sudah jelas dan membantah anggapan banyak orang menganggap bahwa Dajjal adalah sebuah sistem, ideologi atau sebuah organisasi. Dan hadits diatas lebih menerangkan ciri fisik Dajjal sebagai sosok manusia.

Selain itu, yang menganggap Dajjal adalah sesosok makhluk yang berjasad atau manusia juga terbagi menjadi berbagai macam topik, seperti:

  1. Dajjal itu makhluk monster/binatang/alien dari segitiga bermuda
  2. Dajjal itu sosok manusia
  3. Dajjal itu satu orang atau sekelompok orang / kaum?
  4. Dajjal itu sosok yang sudah ada sejak dahulu, atau baru akan muncul?

Sebagian orang menganggap bahwa Dajjal adalah sesosok monster atau binatang melata yang mengerikan. Sedangkan orang-orang Nasrani sebagian menganggap bahwa Dajjal adalah 'The Beast' yang tercantum dalam ramalan kitab Wahyu, Kitab Nabi Daniel dan Kitab Nabi Yesaya.

Sedangkan umat Muslim yang menganggap Dajjal adalah monster, mereka mendasar pada hadits yang menceritakan sahabat Rasulullah SAW bernama Tamim Ad-Daari yang bertemu sosok "Al-Jasasah" berupa monster yang berbulu.

"Setelah itu mereka masuk kedalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak." [HR. Muslim]

Maka pendapat yang menganggap bahwa Dajjal adalah sesosok makhluk yang tinggi besar dan berbulu lebat seperti monster ini hanya melihat pada 1 hadits ini saja. Padahal masih banyak sekali ciri fisik Dajjal yang lainnya, sehingga teori ini jelas dapat terbantahkan. Yang benar adalah Dajjal merupakan sosok manusia sedangkan monster atau makhluk berbulu itu adalah makhluk yang berada 1 pulau dengan Dajjal adalha al Jassasah yang memberi keterangan tentang sosok manusia di biara/istana.

Sedangkan yang menganggap bahwa Dajjal adalah sesosok manusia juga ada beberapa perbedaan pendapat, yaitu:

1. Dajjal adalah sekelompok orang atau kaum, anggapan ini juga masih ada berbagai pendapat lain:

  • Dajjal adalah kaum Yahudi
  • Dajjal adalah kaum Nasrani

Sebagian umat Muslim menganggap bahwa Dajjal Al-Masih atau Masihid-Dajjal yaitu yang menutupi ajaran Al-Masih adalah ajaran Nasrani itu sendiri yang telah menyimpang dari ajaran Nabi Isa yang asli.

Sedangkan orang-orang Nasrani menganggap bahwa Dajjal adalah kaum Anti-Kristus. Orang Nasrani menganggap bahwa Dajjal Al-Masih artinya adalah adalah yang menutupi, Dajjal artinya menutupi dan Al-Masih adalah Isa atau Yesus. Sehingga Dajjal Al-Masih oleh orang Nasrani adalah orang, kaum atau kelompok yang Anti-Kristus.

Sedangkan sebagian orang-orang Kristen menganggap bahwa Dajjal adalah orang Islam. Kaum Kristen ekstrim seperti Advent Hari Ketujuh atau Saksi Yehova beranggapan demikian karena isyarat dari kitab Wahyu bahwa The Beast memiliki tanda 666, hal ini adalah isyarat terhadap Alquran yang memiliki 6.666 ayat.

Namun, semua yang menganggap bahwa Dajjal adalah sebuah kelompok atau kaum adalah salah. Karena semua itu bertolak belakang dengan hadits berikut:

Dari Abu Said Al Khudri: "Dajjal tidak punya anak/keturunan..." [HR. Muslim]

Karena disebutkan bahwa Dajjal tidak memiliki keturunan, maka Dajjal bukanlah suatu kaum. Karena jika Dajjal adalah suatu kaum, maka apakah semua kaum tersebut adalah orang yang mandul?

2. Dajjal adalah seseorang atau kaum, ini terbagi menjadi beberapa anggapan:

  • Dajjal adalah penjelmaan Iblis
  • Dajjal adalah Samiri yang dahulu membuat anak lembu
  • Dajjal adalah manusia yang sudah muncul sejak dahulu
  • Dajjal adalah sosok yang belum muncul

Jika ada yang menganggap bahwa Dajjal adalah penjelmaan dari Iblis, maka hal ini adalah sebuah anggapan yang sangatlah salah. Karena Allah telah menyebutkan dengan jelas di dalam Alquran bahwa Iblis itu berasal dari golongan Jin. Dan Iblis adalah salah satu makhluk yang diberikan penangguhan ajal hingga hari kiamat tiba.

Sedangkan Dajjal adalah sosok manusia yang mati sebelum hari kiamat. Ia akan dibunuh oleh Isa Al-Masih yang didukung pula oleh Imam Mahdi. Sehingga jelas bahwa Dajjal bukanlah Iblis.

Sedangkan ada beberapa orang berpendapat bahwa Dajjal adalah Samiri yang hidup pada zaman Nabi Musa A.S. Ia adalah orang yang membuat patung sapi dari emas dan bisa membuatnya hidup bersuara dengan menggunakan sihir.

Muh. Isa Dawud dalam bukunya yang berjudul "Dajjal Muncul dari Segitiga Bermuda", beliau mendasarkan diri pada penafsiran ayat Alquran ketika menjelaskan bahwa Musa mendiamkan Samiri dan hanya menghukumnya dengan mengusirnya, dan tidak membunuhnya.

Lalu beliau berspekulasi dengan teorinya bahwa Samiri inilah yang kemudian dirantai dan ditemukan oleh Sahabat Rasulullah SAW di sebuah pulau misterius, dan Samiri inilah yang nanti akan muncul di masa yang akan datang sebagai Dajjal. Wallahu A'lam.

Tetapi yang jelas jika melihat ciri-ciri fisik Dajjal yang disebutkan Rasulullah dalam hadits, Dajjal itu adalah seorang manusia, bukan sebuah sistem, ideologi, kaum, atau bahkan monster.
Selengkapnya
Hikmah Dibalik Perbedaan Bacaan Shalat

Hikmah Dibalik Perbedaan Bacaan Shalat

Selama ini kita mengetahui bahwa terdapat beberapa perbedaan dalam bacaan-bacaan shalat. Untuk satu gerakan shalat kita dapat menjumpai beberapa riwayat bacaan shalat yang berbeda.

Misalkan pada doa ketika sujud, kita dapat menemukan berbagai macam riwayat dari satu gerakan ini yang menerangkan bacaan-bacaan yang berbeda. Dalam riwayat muslim, hadits Abu Hudzaifah radhiyallahu’anhu diterangkan bacaan sujud adalah,

"Subhaana Robbiyal A'la" *3x
Artinya: "Maha suci Allah, Rabb yang Maha tinggi"

Kemudian dalam riwayat lainnya, hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu diterangkan doa yang berbeda:

"Allahummagh fir Lii Dzanbii Kullah, Diqqohu wa Jillah, wa Awwalahu wa Aakhiroh, wa ‘Alaaniyatahu wa sirroh"
Artinya: "Ya Allah, ampunilah seluruh dosaku, yang sekecil-kecilnya dan yang sebesar-besarnya, yang pertama dan yang terakhir, yang terang-terangan dan yang tersembunyi"

Dan masih banyak yang lainnya, tapi tahukah Anda ternyata dibalik bacaan-bacaan shalat yang berbeda ini mengandung hikmah? Lalu, apa hikmah tersebut?

Hikmah Dibalik Perbedaan Bacaan Shalat

Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin menerangkan bahwa hikmah dibalik itu semua ialah agar pada saat menjalankan ibadah shalat, orang tersebut selalu berada dalam konsentrasi dan upaya agar bisa mencapai kekhusyukan.

Sehingga, bacaan shalat tersebut tidak hanya sebagai bacaan yang menjadi kebiasaan saja. Seorang bila bacaan sujudnya itu itu saja, maka tidak menutup kemungkinan dia akan jatuh dalam keadaan dimana membaca doa tersebut hanya sebatas kebiasaan, tanpa lagi tersadar untuk menghayati maknanya.

Namun, hal berbeda akan terjadi apabila Anda membaca doa lain yang juga diajarkan oleh Rasulullah SAW. Maka saat itu Anda akan merasakan adanya usaha untuk menghayati makna yang terkandung dalam doa dan berusaha untuk menghadirkan konsentrasi. Sehingga Anda akan terbantu untuk mencapai kyusu' dalam sholat.

Barangkali ini bagian dari jawaban keluhan sebagian orang, mengenai sulitnya mencapai khusyuk dalam sholat. Bisa jadi dikarenakan bacaan doa yang tidak dinamis; hanya itu-itu saja. Sehingga yang ia rasakan dari doanya sebatas kebiasaan, kurang tersentuh makna dan kandungannya. Hati dan pikiran tidak ada usaha untuk menghayati dan konsentrasi.

Disamping itu, orang yang berusaha mengamalkan (semampunya) seluruh doa yang diajarkan Nabi dalam setiap gerakan sholat, orang seperti ini lebih sempurna dalam hal mengikuti sunnah Nabi shallallahu’alaihi wasallam, ketimbang mereka yang hanya membaca satu jenis doa saja. Karena mengingat Nabi dahulu membacanya berbeda-beda.

Hikmah lainnya, Allahu a’lam; yang juga dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘ Utsaimin, karena obyek yang dituju dalam perintah ibadah kepada Allah adalah, manusia (mencakup di dalamnya jin). Dan sudah suatu hal yang maklum bahwa tabi’at manusia mudah merasakan bosan dengan kebiasaan yang tidak dinamis.

Allah berfirman:

"Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?" [QS. Al-Mulk ayat 14]
Selengkapnya
Hadits Nabi: "Ipar adalah Maut", Apa Maksudnya?

Hadits Nabi: "Ipar adalah Maut", Apa Maksudnya?

Pernahkah Anda mendengar hadits nabi tentang 'Ipar adalah Maut'? Apa maksud dari hadits tersebut? Dalam sebuah hadits dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِيَّاكُمْ وَالدُّخُولَ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَرَأَيْتَ الْحَمْوَ . قَالَ الْحَمْوُ الْمَوْتُ

Artinya:

"Berhati-hatilah kalian masuk menemui wanita." Lalu seorang laki-laki Anshar berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda mengenai ipar?" Beliau menjawab, "Hamwu (ipar) adalah maut." [HR. Bukhari dan Muslim]

Lalu, apa yang dimaksud dengan Ipar adalah Maut?

Kata 'Hamwu' dalam hadits diatas bukan hanya untuk ipar saja, tapi juga setiap kerabat dekat isteri yang bukan mahram. Yang masih mahram bagi suami dari keluarga istri adalah seperti ayah dan anaknya.

Hadits Nabi: "Ipar adalah Maut", Apa Maksudnya?

Al Laits berkata bahwa al hamwu adalah ipar (saudara laki-laki dari suami) dan keluarga dekat suami. Sehingga apa yang dikatakan oleh Al Laits menunjukkan bahwa ipar itu bukan mahram bagi istri.

Yang dimaksud dengan maut di sini yaitu berhubungan dengan keluarga dekat isteri yang bukan mahram perlu ekstra hati-hati dibanding dengan yang lain. Karena dengan mereka seringkali bertemu dan tidak ada yang bisa menyangka bahwa perbuatan yang mengantarkan pada zina atau zina yang keji itu sendiri bisa terjadi. Kita pun pernah mendapatkan berita-berita semacam itu.

Hadits di atas juga mengajarkan larangan berdua-duaan dengan wanita yang bukan mahram. Karena dalam hadits sudah disebutkan pula,

لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا

"Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya." [HR. Ahmad]

Namun jika bersama wanita itu ada wanita lain atau terdapat mahramnya, maka jadilah hilang maksud yang dilarang. Ini berlaku untuk pergaulan dengan yang bukan mahram. Semoga bermanfaat.
Selengkapnya
Kisah: 'Ipar itu Adalah Maut'

Kisah: 'Ipar itu Adalah Maut'

Khalid duduk di ruang kerjanya dengan pikiran yang diliputi kesedihan dan kegalauan. Shaleh, kawannya, memperhatikan kegalauan dan kesedihan itu di wajahnya. Ia berdiri dari mejanya dan mendekati Khalid, lalu berkata padanya:

"Khalid, kita ini berteman layaknya bersaudara sejak sebelum kita sama-sama bekerja. Aku perhatikan sejak seminggu ini selalu termenung, tidak konsentrasi. Engkau kelihatan begitu galau dan bersedih?"

Khalid terdiam sejenak. Kemudian ia berkata:

"Terima kasih atas kepedulianmu, Shaleh. Aku merasa memang membutuhkan seseorang yang dapat mendengarkan masalah dan kegelisahanku, barangkali itu bisa membantuku untuk mencari jalan keluarnya."

Kisah: 'Ipar itu Adalah Maut'

Khalid memperbaiki duduknya, lalu menuangkan segelas teh kepada kawannya, Shaleh. Kemudian ia berkata lagi:

"Masalahnya, wahai Shaleh, seperti yang engkau tahu aku sejak menikah 8 bulan lalu, aku dan istriku tinggal sendiri di sebuah rumah. Namun masalahnya adikku yang paling kecil, Hamd, yang berusia 20 tahun baru saja menyelesaikan SMA-nya dan diterima di salah satu universitas di sini. Dia akan datang satu atau dua minggu lagi untuk memulai kuliahnya.

Ayah dan ibuku memintaku bahkan mendesakku agar Hamd dapat tinggal bersamaku di rumahku daripada ia harus tinggal di asrama mahasiswa bersama teman-temannya. Mereka takut nanti dia terseret mengikuti kawan-kawannya!

Aku menolak hal itu, karena kamu tahu kan bagaimana seorang pemuda yang sedang puber seperti itu. Keberadaannya di rumahku akan menjadi bahaya besar. Kita semua sudah melewati masa remaja seperti itu.

Kita tahu betul bagaimana kondisinya. Apalagi aku terkadang keluar dari rumah, sementara ia akan tetap berada di kamarnya. Mungkin juga aku pergi untuk beberapa hari untuk urusan pekerjaan dan banyak lagi.

Aku harus pula sampaikan padamu bahwa aku sudah menanyakan kepada salah seorang Syekh terkait masalah ini, dan beliau mengingatkanku untuk tidak mengizinkan siapapun, meski itu saudaraku sendiri untuk tinggal bersamaku dan bersama istriku di rumah. Beliau mengingatkanku tentang sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam:

"Ipar itu adalah maut"

Maksudnya bahwa hal paling berbahaya bagi seorang istri adalah kerabat-kerabat dekat sang suami, seperti saudara dan pamannya, karena mereka biasanya dengan mudah masuk ke dalam rumah. Dan tidak ada yang meragukan bahwa fitnah yang sangat besar dan berbahaya dapat terjadi di sini.

Lagi pula, engkau pasti tahu, wahai Shaleh, kita seringkali ingin berdua saja dengan istri di rumah agar kita bisa beristirahat bersamanya dengan selapang-lapangnya. Dan ini sudah pasti tidak bisa terwujud jika adikku, Hamd, tinggal bersama kami di rumah."

Khalid terdiam sejenak. Ia meneguk teh yang ada di depannya. Kemudian ia melanjutkan kembali ucapannya:

"Aku sudah menjelaskan semuanya kepada ayah dan ibuku. Bahkan aku bersumpah bahwa yang aku inginkan adalah kebaikan untuk adikku, Hamd. Namun mereka justru marah kepadaku, mereka menyerangku di depan semua keluarga, menganggapku sudah durhaka, bahkan menyebutku berprasangka buruk kepada adikku, padahal ia menganggap istriku seperti kakaknya sendiri. Mereka mengira aku dengki pada adikku karena aku tidak menghendaki ia melanjutkan pendidikan tingginya."

"Yang lebih berat dari itu semua, wahai Shaleh, adalah karena ayahku telah mengancamku dengan mengatakan bahwa ini akan menjadi citra buruk dan aib besar di tengah keluarga, karena bagaimana adikku bisa tinggal bersama orang lain sementara rumahku ada. Ayahku mengatakan: "Demi Allah, jika Hamd tidak tinggal bersamamu, aku dan ibumu akan marah padamu hingga kami mati. Kami tidak pernah mengenalmu sejak hari ini, dan kami akan berlepas diri darimu di dunia sebelum di akhirat"

Khalid menundukkan kepalanya sejenak, lalu kembali berujar:

"Sekarang aku sungguh bingung tidak tahu berbuat apa. Dari satu sisi, aku ingin menyenangkan hati ayah dan ibuku, tapi di sisi lain aku tidak ingin mengorbankan kebahagiaan keluargaku. Nah, sekarang bagaimana pandanganmu, wahai Shaleh, terhadap masalah yang sangat berat ini?"

Shaleh memperbaiki duduknya. Ia kemudian mengatakan:

"Tentu engkau ingin mendengarkan pendapatku sejelas-jelasnya dalam masalah ini, bukan? Karenanya izinkan aku untuk mengatakan kepadamu, wahai Khalid, bahwa engkau benar-benar seorang peragu dan bimbang.

Sebab jika tidak begitu, untuk apa semua persoalan dan masalah ini terjadi bersama kedua orang tuamu? Bukankah engkau tahu bahwa ridha Allah itu bergantung pada ridha kedua orang tua, begitu pula kemurkaan-Nya bergantung pada kemurkaan mereka berdua? Lagi pula jika adikmu tinggal serumah denganmu, ia akan membantumu menyelesaikan urusan rumah. Dan ketika engkau tidak ada di rumah untuk suatu urusan, ia akan menjaga rumahmu selama engkau pergi."

Shaleh sengaja diam sebentar. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Khalid terhadap apa yang diucapkannya. Kemudian ia melanjutkan dengan mengatakan:

"Lagi pula aku ingin bertanya padamu: mengapa engkau berburuk sangka pada adikmu sendiri? Apa kamu lupa Allah melarang kita berburuk sangka kepada orang lain? Coba katakan padaku: bukankah engkau percaya dengan istrimu? Bukankah engkau percaya kepada adikmu?"

Khalid segera memotongnya:

"Aku percaya kepada istriku dan juga adikku, tapi..."

Kita kembali lagi menjadi ragu dan percaya pada praduga-praduga...", potong Shaleh. "Percayalah, wahai Khalid, adikmu Hamd akan menjadi penjaga yang amanah untuk rumahmu, baik ketika engkau ada ataupun tidak. Ia tidak mungkin akan mengganggu istri kakaknya karena ia sudah menganggapnya seperti kakaknya. Dan coba tanyakan pada dirimu sendiri, wahai Khalid, jika adikmu Hamd kelak menikah, apakah engkau sempat berpikir untuk mengganggu istrinya? Aku yakin jawabnya tidak, bukan?

Lalu kenapa engkau harus kehilangan ayahmu, ibumu dan saudaramu? Keluargamu akan berpecah hanya karena praduga-praduga seperti itu? Gunakanlah akal sehatmu. Buatlah ayah dan ibumu ridha agar Allah juga ridha pada-Mu. Dan jika engkau setuju, biarlah adikmu Hamd, tinggal di bagian depan dari rumahmu, kemudian kuncilah pintu pemisah antara bagian depan rumahmu dengan ruangan-ruangan lain."

Khalid akhirnya bisa menerima penjelasan kawannya, Shaleh. Di hadapannya, ia tidak punya pilihan selain menerima adiknya, Hamd untuk tinggal bersamanya di rumahnya.

Beberapa hari kemudian, Hamd pun tiba. Khalid menjemputnya di bandara. Mereka kemudian meluncur menuju rumah Khalid di mana Hamd akan menempati bagian depannya. Dan seperti itulah yang terjadi selanjutnya.

Hari demi hari terus berganti. Ia bergulit mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah. Dan kini kita telah berada di empat tahun setelah perisitiwa itu.

Kini Khalid telah genap berusia 30 tahun. Ia telah menjadi ayah bagi tiga orang anak. Sementara Hamd kini telah memasuki tahun terakhir perkuliahannya. Ia sudah hampir menyelesaikan kuliahnya di universitas. Kakaknya, Khalid telah berjanji untuk mengupayakan pekerjaan yang layak untuk adiknya di universitas itu, dan membolehkannya tetap tinggal di rumah itu hingga ia menikah dan pindah dengan istrinya ke rumah tersendiri.

Pada suatu malam, ketika Khalid baru saja pulang ke rumahnya dengan mengendarai mobilnya, ia melintas di jalan yang bertepian dengan rumahnya. Tiba-tiba dari jauh ia melihat seperti dua sosok hitam di pinggir jalan. Ketika ia mendekat, ternyata seorang ibu tua dengan seorang gadis yang terbaring di tanah menangis kesakitan. Sementara sang ibu tua itu terus berteriak meminta tolong:

"Tolong! Toloooong kami!"

Khalid sungguh heran dengan pemandangan itu. Rasa ingin tahunya mendorongnya untuk mendekat lebih dekat lagi dan bertanya mengapa mereka berdiri di pinggir jalan seperti itu.

Ibu tua itupun menceritakan padanya bahwa mereka bukanlah penduduk kota itu. Mereka baru sepekan saja berada di situ. Mereka tidak mengenal siapapun di sini, dan bahwa gadis itu adalah anaknya, suaminya sedang pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Dan sekarang si anak itu mengalami sakit melahirkan sebelum waktunya.

Anaknya hampir mati karena rasa sakit yang luar biasa itu, sementara mereka tidak menemukan seorang pun yang dapat mengantar mereka ke rumah sakit.

Ibu tua itu meminta tolong dan memohon-mohon padanya sembari mengucurkan air mata: "Tolonglah, aku akan mencium kedua kakimu, bantulah aku dan anakku ke rumah sakita terdekat! Semoga Allah menjagamu, istrimu dan anak-anakmu dari semua musibah."

Air mata ibu tua dan erangan kesakitan gadis itu membuatnya terenyuh. Ia benar-benar merasa kasihan. Dan karena dorongan untuk membantu orang kesulitan, ia pun setuju untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat. Ia segera menaikkan mereka ke mobilnya, dan secepatnya meluncur ke rumah sakit terdekat. Sepanjang perjalanan, ibu tua itu tidak putus-putusnya mendoakan kebaikan dan keberkahan untuk Khalid dan keluarganya.

Tidak lama kemudian, mereka pun sampai ke rumah sakit. Setelah menyelesaikan urusan administrasinya, gadis itu kemudian dimasukkan ke dalam ruang operasi untuk menjalani operasi cesar, karena ia tidak mungkin melahirkan secara normal.

Karena ingin berbuat baik, Khalid merasa kurang enak jika segera pergi dan meninggalkan ibu tua itu bersama putrinya di sana sebelum ia merasa yakin betul akan keberhasilan operasi itu dan bayi yang dikandungnya keluar dengan selamat. Ia pun menyampaikan kepada ibu tua itu bahwa ia akan menunggunya di ruang tunggu pria.

Ia meminta pada ibu itu untuk mengabarinya jika operasi itu selesai dan proses melahirkan itu berhasil dengan selamat. Khalid kemudian menghubungi istrinya dan menyampaikan bahwa ia akan sedikit terlambat pulang ke rumah. Ia menenangkan istri bahwa ia baik-baik saja.

Khalid pun duduk di ruang menunggu khusus pria. Ia menyandarkan punggungnya ke tembok, dan kelihatannya ia sangat mengantuk. Ia pun tertidur tanpa ia sadari. Khalid tidak pernah tahu berapa lama waktu berjalan selama ia tertidur. Namun yang ia ingat betul adalah pemandangan yang tidak akan pernah ia lupakan untuk selamanya.

Ketika ia tiba-tiba terbangun oleh suara dokter jaga dan dua petugas keamanan yang mendekatinya, sementara si ibu tua tadi berteriak-teriak sambil menunjuk ke arahnya: "Itu dia! Itu dia!"

Khalid sangat terkejut dengan kejadian itu. Ia berdiri dari tempat duduknya dan segera mendatangi ibu tua itu, lalu berkata: "Apakah proses kelahirannya berhasil, Bu?"

Dan sebelum ibu tua itu mengucapkan sesuatu, seorang petuga keamanan mendekatinya dan bertanya: "Anda Khalid?", "Ya benar", jawabnya. "Kami ingin Anda datang sekarang juga ke ruang kepala keamanan!", ujar si petugas.

Semuanya akhirnya masuk ke ruang kepala keamanan dan mengunci pintunya. Ketika itulah, ibu tua itu kembali berteriak dan memukul-mukul badannya sendiri. Ia mengatakan: "Inilah penjahat keji itu! Aku harap kalian tidak melepaskan dan membiarkannya pergi! Duhai malangnya nasibmu, wahai putriku!"

Khalid hanya bisa terkejut penuh kebingungan, tidak memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya. Ia tidak sadar dari kebingungannya kecuali setelah polisi itu mengatakan:

"Ibu tua ini mengaku bahwa engkau telah berzina dengan putrinya. Engkau telah memperkosanya hingga hamil. Lalu ketika ia mengancammu untuk melaporkan ini pada polisi, engkau berjanji akan menikahinya. Namun setelah melahirkan, kalian akan meletakkan anak bayi itu di pintu salah satu mesjid agar ada orang baik yang mau mengambilnya untuk membawanya ke panti sosial!"

Khalid benar-benar terkejut mendengarkan ucapan itu. Dunia menjadi gelap di matanya. Ia tidak lagi bisa melihat apa yang ada di depannya. Kalimat-kalimatnya tertahan di kerongkongannya. Hingga tiba-tiba saja ia terjatuh, tidak sadarkan diri.

Tidak lama kemudian, Khalid tersadar dari pingsannya. Ia melihat dua orang petugas keamanan bersama di dalam ruangan itu. Seorang polisi khusus yang ada di situ segera mengajukan pertanyaan untuknya:

"Khalid, coba sampaikan yang sebenarnya. Karena kalau kami melihat sosokmu, nampaknya engkau adalah seorang yang terhormat. Penampilanmu menunjukkan bahwa engkau bukanlah pelaku yang melakukan kejahatan seperti ini."

Dengan hati yang sangat hancur, Khalid mengatakan:

"Tuan-tuan, apakah seperti balasan untuk sebuah kebaikan? Apakah seperti ini kebaikan itu dibalas? Aku adalah seorang pria terhormat dan baik-baik. Aku sudah menikah dan punya tiga orang anak: Sami, Su’ud dan Hanadi. Dan aku tinggal di lingkungan baik-baik."

Khalid tidak bisa menguasai dirinya. Air matanya mengalir deras dari kedua pelupuk matanya. Kemudian ketika ia mulai tenang, ia pun menceritakan kisahnya dengan ibu tua dan putrinya itu secara lengkap.

Dan ketika Khalid selesai menyampaikan informasinya, polisi itu berkata padanya:

"Tenanglah! Aku percaya bahwa engkau tidak bersalah. Tapi persoalannya adalah semuanya harus berjalan sesuai prosedur. Harus ada bukti yang menunjukkan ketidakbersalahanmu dalam masalah ini. Perkaranya sangat mudah dalam kasus ini. Kami hanya akan melakukan beberapa pemeriksaan laboratorium medis khusus yang akan menyingkap hakikat sebenarnya."

"Hakikat apa?" potong Khalid, "Hakikat bahwa aku tidak bersalah dan seorang yang terhormat? Apakah kalian tidak mempercayaiku?"

Keesokan paginya, selesailah pengambilan sampel sperma milik Khalid untuk kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa dan diteliti. Khalid duduk bersama polisi khusus di sebuah ruangan lain. Ia tak putus-putusnya berdoa dan meminta kepada Allah agar menunjukkan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Kurang lebih dua jam kemudian, datanglah hasil pemeriksaan tersebut. Hasilnya sungguh mengejutkan. Pemeriksaan itu menunjukkan bahwa Khalid sama sekali tidak bersalah dalam masalah ini. Itu sepenuhnya adalah tuduhan dusta.

Khalid tak kuasa menahan rasa gembiranya. Ia bersujud kepada Allah sebagai ungkapan rasa syukurnya karena Ia telah menunjukkan ketidakbersalahannya dalam kasus itu. Petugas polisi itupun meminta maaf atas gangguan yang mereka munculkan. Kemudian si ibu tua dan putrinya itupun ditangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelum meninggalkan rumah sakit, Khalid berusaha untuk berpamitan kepada dokter spesialis yang telah melakukan pemeriksaan tersebut, karena telah menjadi sebab kebebasannya dari tuduhan keji itu.

Ia pun pergi menemui sang dokter di ruangannya untuk berpamitan dan berterima kasih. Namun dokter itu justru memberikan kabar kejutan padanya:

"Jika Anda berkenan, saya ingin berbicara dengan Anda secara khusus beberapa menit."

Dokter itu nampak agak gugup, lalu seperti berusaha mengumpulkan keberaniannya ia berkata:

"Khalid, sebenarnya dari hasil pemeriksaan yang telah saya lakukan, saya khawatir Anda mengidap sebuah penyakit! Tapi saya belum bisa memastikannya. Karena itu saya harap Anda berkenan untuk melakukan beberapa pemeriksaan lagi untuk istri dan anak-anak Anda agar saya bisa memastikannya dengan yakin."

Dengan perasaan dan raut wajah penuh keterkejutan dan kekhawatiran, Khalid pun berkata:

"Dokter, tolong kabarkan pada apa yang sedang kuderita, aku rela menerima semua takdir Allah bagiku. Yang paling penting bagiku adalah anak-anakku yang masih kecil. Aku siap mengorbankan apa saja untuk mereka."

Lalu ia menangis tersedu-sedu. Dokter berusaha untuk menenangkannya dan berkata:

"Sebenarnya saya tidak bisa mengabari Anda sekarang sampai saya benar-benar yakin dengan hal itu. Boleh jadi keraguanku tidak pada tempatnya. Tapi segeralah bawa ketiga anakmu ke sini untuk pemeriksaan."

Beberapa jam kemudian, Khalid pun membawa istri dan anak-anaknya ke rumah sakit itu. Selanjutnya mereka diperiksa dan diambil sampel-sampelnya yang dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium. Setelah itu, ia membawa mereka pulang lalu ia kembali lagi ke rumah sakit untuk menemui dokter itu lagi. Ketika mereka berdua sedang mengobrol, tiba-tiba telefon genggam Khalid berbunyi. Ia mengangkatnya dan berbicara kepada orang yang menelponnya beberapa menit.

Kemudian setelah selesai, ia kembali melanjutkan pembicaraannya dengan dokter yang mendahuluinya dengan pertanyaan: "Siapa orang yang padanya kau sampaikan untuk tidak membongkar pintu apartemen itu?"

"Ia adikku, Hamd. Ia tinggal bersama kami dalam satu apartemen. Ia telah menghilangkan kuncinya dan memintaku untuk segera pulang agar dapat membuka kunci pintu yang tertutup itu," jawab Khalid.

"Sejak kapan ia tinggal bersama kalian?" tanya dokter heran.

"Sejak empat tahun yang lalu," jawab Khalid. "Saat ini, ia sedang menyelesaikan tahun terakhirnya di universitas."

"Bisakah engkau menghadirkannya pula besok untuk juga diperiksa? Kami ingin memastikan apakah penyakit ini keturunan atau bukan?" tanya dokter.

"Dengan senang hati, besok kami akan hadir ke sini bersama," jawab Khalid.

Pada waktu yang telah ditentukan, Khalid dan Hamd, adiknya, hadir di rumah sakit. Dan akhirnya selesai pula pemeriksaan laboratorium terhadap sang adik. Dokter kemudian meminta Khalid untuk menemuinya satu pekan dari sekarang untuk mengetahui hasil akhirnya.

Sepanjang pekan itu, Khalid hidup dalam kegalauan dan kegelisahan. Pada waktu yang dijanjikan, Khalid pun datang pada minggu berikutnya. Dokter menyambutnya dengan hangat. Ia juga memesankan segelas lemon untuknya agar ia lebih tenang. Dokter mengawali penjelasannya dengan mengingatkan Khalid betapa pentingnya bersabar menghadapi musibah, dan memang demikianlah dunia itu.

Khalid memotong pembicaraan dokter itu dengan mengatakan:

"Tolong, Dokter, Anda jangan membakar tubuhku lebih lama lagi. Aku sudah siap untuk menanggung penyakit apapun yang menimpaku. Ini telah menjadi takdir Allah untukku. Apa yang sebenarnya telah terjadi, Dokter?"

Dokter itu menganggukkan kepalanya lau berkata:

"Seringkali, hakikat yang sebenarnya itu begitu menyakitkan, keras dan pahit! Tapi harus diketahui dan dihadapi! Sebab lari dari masalah tidak akan menyelesaikannya dan tidak akan mengubah keadaan"

Dokter itu terdiam sebentar. Lalu ia pun menyampaikan yang sebenarnya:

"Khalid, mohon maaf, sebenarnya Anda itu mandul dan tidak bisa punya anak, Ketiga anak itu bukan anak Anda. Mereka adalah anak adik Anda, Hamd."

Khalid tidak mampu mendengarkan kenyataan pahit itu. Ia berteriak histeris hingga teriakannya memenuhi penjuru rumah sakit. Lalu ia jatuh tak sadarkan diri.

Dua minggu kemudian, barulah ia sadar dari ketidaksadarannya yang panjang. Namun ketika ia sadar, ia telah menemukan hidupnya hancur berkeping-keping.

Khalid mengalami stroke di setengah bagian tubuhnya. Kewarasannya hilang akibat berita yang menyakitkan itu. Ia akhirnya dipindahkan ke rumah sakit jiwa untuk melewati hari-harinya yang tersisa.

Adapun istrinya, maka ia telah diserahkan kepada Mahkamah Syariat untuk membenarkan pengakuannya lalu dihukum dengan hukum rajam hingga mati.

Sedangkan adiknya, Hamd, ia sekarang berada di dalam penjara menunggu keputusan hukum yang sesuai dengan kejahatannya. Sedangkan ketiga anak itu, mereka dipindahkan ke panti sosial untuk akhirnya hidup bersama anak-anak yatim dan mereka yang dipungut dari jalanan. Begitulah, sunnatullah berlaku: "Ipar itu adalah maut." "Dan engkau tak akan menemukan perubahan pada ketentuan Allah."
Selengkapnya
Adzab Ketika di Dunia Bagi yang Meninggalkan Shalat

Adzab Ketika di Dunia Bagi yang Meninggalkan Shalat

Adzab di dunia bagi mereka yang suka meninggalkan shalat yaitu berupa berbagai macam cobaan yang datang seperti usaha dan rezekinya tidak barakah, namun kebanyakan orang jarang menyadarinya.

Hal ini dikarenakan karena kebanyakan orang hanya menilai antara keadaan orang yang shalat dan yang tidak shalat. Ada yang tekun shalat, tetapi tidak terlalu kaya, namun ada yang mengabaikan shalat tetapi rezekinya lancar dan bahkan melebihi tetangga-tetangganya, ada yang suka berjudi tetapi mudah mencari rezeki.

Adzab Ketika di Dunia Bagi yang Meninggalkan Shalat

Nah, pemikiran-pemikiran seperti inilah yang dapat menyesatkan apabila tidak dibekali dengan ilmu agama, bahkan apabila tidak dibekali dengan akidah yang kuat, bisa jadi orang-orang tersebut akan menyalahkan Tuhan.

Dengan demikian, dapat dipahami bahwa masalah rizki itu ada yang barokah dan ada pula yang tidak, sehingga kita tidak boleh melihat hanya dari sisi sedikit atau banyaknya saja. Karena, harta yang sedikit seringkali mengandung banyak berkah. Baegitupun sebaliknya, harta yang berlimpah juga tak sedikit yang tidak membawa berkah.

Sehubungan dengan orang yang mengabaikan shalat atau orang yang sering berjudi akan tetapi mudah mencari uang atau tampaknya lebih kaya dari tetangganya, maka harus kita perhatikan terlebih dahulu, apakah harta yang ia dapatkan itu penuh barokah?

Orang yang taat menjalankan shalat, tetapi hartanya sedikit, jika barokah akan memperkaya hati. Artinya meskipun tidak terlalu kaya, hatinya akan selalu merasa tentram dan damai.

Hal ini tentu saja berbeda dengan orang yang tidak taat dalam menjalankan shalat, sehingga meskipun ia memiliki harta yang sangat berlimpah, tetapi hartanya tidak barokah. Sehingga muncul masalah-masalah yang menghampiri dirinya, masalah rumah tangga, penyakit, dan hatinya selalu tidak tenang.

Inilah yang dimaksud dengan perbedaan antara rizki sedikit tetapi berkah vs harta banyak tetapi tidak berkah. Adapun ancaman Allah terhadap golongan yang melalaikan shalat diantaranya adalah:

  • Cahaya shalih akan lenyap dari dirinya.
  • Allah menghapus cahaya shalih dari diri orang yang enggan menjalankan shalat.
  • Mereka tidak disukai orang mukmin.
  • Hatinya risih apabila berkumpul dengan orang-orang yang beriman dan taat.

Allah SWT berfirman:

"Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong." [QS. Ali Imran ayat 56]

Penjelasan:

Orang-orang kafir di akhirat nanti tidak akan mendapatkan penolong, sebenarnya penolong mereka adalah setan, tapi setan sudah terlebih dahulu di neraka.

Orang yang meninggalkan atau mengabaikan shalat dapat kita amati dari cobaan di dunia berupa rizki yang tidak barokah, meskipun tampak kaya namun hati mereka miskin akan iman, maka dari itu dalam hatinya akan selalu muncul masalah-masalah baru yang akan terus membuat hatinya tidak nyaman dan tidak tenang.

Dengan demikian, kita sebagai umat muslim harus taat dalam menjalankan semua perintah yang telah Allah ajarkan kepada kita semua.
Selengkapnya
Ancaman Bagi yang Meninggalkan Shalat

Ancaman Bagi yang Meninggalkan Shalat

Shalat adalah rukun Islam yang kedua, rukun yang mengandung esensi menanam rasa selalu ingat kepada Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Shalat juga merupakan sebuah tiang agama dari kehidupan beragama dan merupakan tulang punggung akhlakul karimah.

Sebagai umat muslim yang beriman, shalat adalah sebuah kewajiban utama. Sehingga barangsiapa yang melalaikan shalat, Allah mengancam mereka dengan siksa yang sangat luar biasa pedih. Karena, melalaikan dan meninggalkan shalat sama dengan sombong dan merupakan pelanggaran.

Ancaman Bagi yang Meninggalkan Shalat

Jika seorang hamba menghina Allah, maka patutlah Allah menjatuhkan hukuman. Seorang rakyat yang menghina raja, pasti dia akan ditangkap dan disiksa atau bahak dipancung lehernya. Apalagi penghinaan terhadap raja dari segala raja, namun Allah Maha Pemurah dan Bijaksana sehingga masih memberi kesempatan bagi hamba-Nya yang ingin bertaubat.

Oleh karena itu, sebaiknya gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin sebelum ajal menjemput sehingga tertutuplah pintu taubat. Karena jika seseorang meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka orang tersebut pasti dijatuhi hukuman oleh Allah.

Sebagaimana firman Allah dalam Alquran surat Al-Baqarah ayat 6-7, Allah mengancam orang-orang yang meninggalkan dan melalaikan shalat dengan adzab yang teramat berat:

"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman." [QS. Al-Baqarah ayat 6]

"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." [QS. Al-Baqarah ayat 7]

Dalam surat Maryam ayat 59-60 juga diterangkan:

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya," [QS. Maryam ayat 59]

"kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun," [QS. Maryam ayat 60]

Yang dimaksud dengan 'menyia-nyiakan shalat' yaitu meninggalkan shalat, meremehkan atau mengakhirkan waktunya, sedangkan 'memperturutkan hawa nafsu' ialah menuruti kesenangan dalam kemaksiatan sehingga ia melupakan kewajibannya atau jika tidak lupa, ia merasa enggan melakukannya.

Ayat tersebut turun berkenaan dengan sikap umat Rasulullah SAW bagi yang suka meninggalkan shalat dan memuaskan hawa nafsunya. Golongan orang-orang yang demikina inilah oleh Allah kemudian disebut sebagai "Adha 'ush Shalaah" yaitu yang menyia-nyiakan atau mengabaikan shalat.

Dalam tafsir Al Kabir, kata Adha 'ush Shalaah mengandung banyak pengertian atau penjelasan, diantaranya:

  1. Acuh tak acuh terhadap shalat yang wajib hukumnya.
  2. Enggan shalat berjama'ah ke masjid dan tidak memiliki perhatian sedikitpun.
  3. Tidak mau memelihara shalat.
  4. Suka mengumpat (ghibah) dan riya' sekalipun rajin shalat.
  5. Melakukan shalat dengan tidak khusyuk (lalai).
  6. Mengabaikan syarat, rukun yang harus dipenuhi ketika shalat.

Bagi orang-orang yang masuk dalam golongan diatas yang diantaranya mengaku Islam dan mengaku beriman kepada Allah, namun sama sekali tidak mengerjakan shalat. Ketika di khitan, dia dinyatakan Islam, ketika menikah dia ikrarkan sebagai seorang Islam dan membaca dua kalimat syahadat, jika di kampungnya membangun masjid, dia pun tak segan-segan berinfak, jika bulan ramadhan dia berpuasa bahkan ikut tarawih, jika shalat hari raya dia bahkan rajin datang paling awal, namun sehari-hari dia mengabaikan shalat fardhu.

Golongan yang demikian ini dianggap meremehkan shalat, karena shalat yang harus didahulukan adalah shalat fardhu dan shalat hari Raya dan Tarawih adalah sunnah muakad.

Sesungguhnya orang yang mengabaikan shalat atau meremehkan shalat, maka dia akan mendapatkan ancaman dari Allah, baik di dunia ketika sehat, menjelang kematian, di alam kubur dan kelak di akhirat.

Dalam surat Maryam telah disebutkan tentang orang yang mengabaikan shalat atau melalaikannya, juga diikuti dengan kata "alghayya" pada tafsir Al-Lubab kata itu mengandung banyak pengertian, diantaranya:

  1. Sebuah sungai kecil yang sangat dalam di neraka jahannam. Keadaannya sangat panas dan berbau busuk, suasananya mencekam, jika airnya menetes ke bumi maka dapat menghancurkan bumi dan penghuninya.
  2. Sebuah jurang diantara jahannam yang panasnya sangat luar biasa. Keadaan yang demikian itu membuat jurang-jurang yang lain memohon perlindungan kepada Allah sampai 1000 kali, jurang ini disediakan untuk mereka yang mengabaikan atau melalaikan shalat berjamaah.
  3. Sebuah jurang yang mengalirkan darah dan nanah di neraka jahannam.
  4. Sebuah jurang di neraka jahannam yang sangat dalam dan keadaannya sangat panas luar biasa, didalamnya ada sebuah perigi bernama Habhab, ketika jahannam terdiam, maka Allah membuka penutup perigi itu, maka seketika kobaran api menyala dan menjilat-jilat, sangat mengerikan.
  5. Sedangkan menurut Ash Dhahhak, bahwa yang dimaksud dengan Al-Ghoyya adalah kerugian dan kebinasaan.

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melalaikan shalat berjamaah, pasti ditimpa 12 macam cobaan yang membahayakan dirinya, yaitu: cobaan di dunia: usaha dan rizkinya tidak barokah, Nur Shalihin lenyap dari dirinya, dan dibenci oleh setiap orang mukmin, cobaan menjelang kematiannya: dicabut rohnya dalam keadaan haus, sekalipun meminum seluruh air sungai, keluarnya nyawa dirasa sangat pedih dan dikhawatirkan akan mati tidak membawa iman yaitu suul khatimah, cobaan di alam kubur: sulit menjawab oertanyaan malaikat munkar dan nakir, terasa sangat gelap kuburnya, seluruh anggota tubuhnya dihimpit oleh kubur sehingga hancur, cobaan di hari kiamat: terasa sangat berat perhitungan amalnya, dimurkai Allah, disiksa oleh Allah dengan api neraka".

Allah berfirman:

"Mudah-mudahan Tuhanmu akan melimpahkan rahmat(Nya) kepadamu; dan sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman." [QS. Al-Isra' ayat 8]
Selengkapnya
Renungan: Kisah Cinta dari Orang yang Sudah Meninggal

Renungan: Kisah Cinta dari Orang yang Sudah Meninggal

Dikutip dari Zilzaal, Bismillahi-rahmanir-rahim. Kisah ini merupakan kisah nyata yang saya alami, saya punya pacar ketika saya Kuliah semester pertama di bangku kuliahku teknik arsitektur, kami begitu dekat, dia seorang yang sangat baik. Seorang wanita yang sangat saya sayangi, begitu juga dia kepada saya, berselang 2 Tahun kemudian, ketika diperjalanan menuju sebuah kota, dia pergi sendirian menggunakan motor bebek yang sering dia pakai kemana-mana.

Sebelum berangkat dia sempat mengirimkan pesan singkat "aku pergi ya, jaga diri baik-baik nanti aku kabari kalau sudah sampai disana," ternyata hari itu dan sms itu merupakan sms terakhir dia untuk saya.

Hari naas itu terjadi pada dirinya, tidak lama setelah dia berangkat sekitar 30 menit. Ia mengalami sebuah kecelakaan, ia terserempet mobil yang melaju sangat kencang hingga dirinya terseret sejauh 10 meter. Ia mengalami luka yang sangat parah dikepala yang membuat dirinya tidak sadarkan diri.

Renungan: Kisah Cinta dari Orang yang Sudah Meninggal

Saya pun tidak tahu hal itu terjadi, dengan tenangnya saya masih sempat mengirimkan sms kepada dia setelah kecelakaan, dengan bercanda, "iya aku tunggu kamu sampai, hati-hati dan baik-baik disana, jangan lupa kasih kabar ya".

Lama menunggu kabar darinya hingga larut malam, namun ia tak kunjung juga memberikan kabar. Saya merasa bingung dan berpikir apa yang harus saya lakukan? karena sampai larut malam handphone-nya tidak bisa dihubungi, namun saya masih memiliki pikiran positif dan berpikir mungkin chargernya tertinggal.

Keesokan harinya saya mencoba menelponnya pagi-pagi buta, handphonenya masih saja tidak aktif. Tetapi saya masih berfikir tentang hal yang sama dan tidak merasa cemas sekalipun.

Saat itu, dia sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun belum juga sadarkan diri. Sedangkan saya tidak tahu soal hal ini, hingga dalam hati saya selalu bertanya "dimanakah dia?".

Saat itu hari sudah menjelang siang, sembari menenangkan pikiran saya pun mencoba untuk jalan-jalan sekaligus refreshing. Tak lama setelah itu, handphone saya pun berbunyi. Saya lihat ada sms yang isinya "adik Imam, Reina sudah pergi", itu merupakan sms dari kakaknya yang sudah akrab dengan saya.

Dengan polosnya, saya pun menjawab sms itu dengan kata-kata yang singkat "iya mbak aku sudah tau kok, kemarin kan dia pergi.".

Kemudian disaat saya sedang duduk dengan teman, tak lama setelahnya handphone kembali berbunyi. Rupanya si kakak membalas sms saya yang isinya "Imam, Reina sudah pergi, dan dia pergi untuk selamanya.", saya kemudian lemas dengan harapan kalau pergi untuk selamanya bukan berarti meninggal melainkan pindah rumah.

Setelah mendengar kabar itu, saya langsung menghubungi kakak Reina. Ketika diangkat tidak ada sedikitpun percakapan, saya hanya mendengar raung tangisan yang sangat haru. Tidak lama setelah itu saya pingsan.

Beberapa saat berselang, saya pun sadar dan berada dirumah. Saya tidak tahu apa yang terjadi, yang saya ingat saya hanya ingin bertemu Reina, kekasih saya sambil berharap bahwa apa yang saya dengar tadi hanyalah mimpi.

Saya pun langsung pergi ke rumah Reina malam itu juga berharap bisa bertemu dengan orang yang sangat saya cintai itu. Namun, saat saya sudah sampai dirumahnya, terlihat banyak sekali orang berkerumun yang datang ke rumah Reina. Karena masih tidak percaya, saya pun masih sempat bingung dengan apa yang terjadi, ketika saya masuk, saya melihat sebujur mayat di tengah tengah ruangan tamu rumah itu.

Saya terhenyak, dan saya dengan sekejab mendekat, saya bertanya kepada orang-orang, siapa yang meninggal? dan mereka mengatakn Reina. Saya berteriak dan menangis dengan keras. Seolah tak percaya hal ini terjadi, saya melihat wajah reina yang terdapat goresan-goresan luka, saya tidak bisa membayangkan betapa lemahnya saya saat itu.

Seseorang yang sudah sangat lama saya kenal pergi untuk selamanya. Saya pun sadar kematian bisa kepada siapapun, saya, Anda dan siapapun, sesuai kehendak dan waktu yang sudah ditentukan oleh-Nya.

3 Tahun berselang, saya berulang kali mimpi tentang dirinya. Terakhir 5 hari yang lalu tepat tanggal 15 Oktober saya kembali bermimpi. Mimpi yang menyadarkan saya betapa sayangnya dia kepada saya, dan menyadarkan saya bahwa apa yang harus kita lakukan di dunia ini agar menjadi lebih baik.

Dalam mimpi itu, saya bermimpi seperti nyata dan benar-benar terlihat nya. Kami bertemu di depan kampus, saya bercerita-cerita dengannya seolah melepas rindu. Didalam mimpi itu saya sadar bahwa dirinya sudah meninggal, saya bilang padanya "sudah lama kita tidak bertemu ya".

Kemudian Reina menjawab, "Iya sudah hampir 3 tahun ini.", "Aku kangen banget sama kamu.", lanjut saya.

Saya bertanya, "selama 3 tahun didalam kubur apa yang kamu lakukan?". Lalu dia menjawab, dengan santai, tapi ternyata ini adalah peringatan besar untuk saya, dan mungkin untuk Anda juga, "Imam, kalau saya ceritakan apa yang terjadi kepada saya selama 3 tahun didalam kubur, tidak akan ada lagi kejahatan di dunia ini, semua manusia pasti akan bertaubat." jawabnya singkat.

Kemudian dia melanjutkan, "siksaan dan hukuman yang tidak pernah bisa dibayangkan untuk orang yang masih hidup, dan saran saya kamu harus berbuat sebaik mungkin sebelum ajal datang dan meninggal seperti aku.", lanjutnya.


"Aku ingin hidup 1 hari saja lagi dan ingin memperbaiki semua kesalahan aku pada hari itu juga.", lanjutnya singkat dan itulah kata-kata yang paling membuat jantung saya berdebar sangat kencang.

Tidak lama dalam mimpi itu dia mau pamit dan pergi, tapi saya sangat heran. Karena mimpi ini benar-benar seperti kenyataan, ini seperti sebuah reka ulang 3 tahun yang lalu, dia pamit pergi seperti disaat saat kematiannya, dia bilang baik-baik ya, jaga diri, dan dia pergi menggunakan motor dan juga pakaian yang sama pada saat kecelakaan.

Lalu aku bilang, "aku mau ikut, aku tidak mau kamu pergi,", namu Reina menolak, "tidak usah ikut aku.", dan tidak lama setelahnya dia pergi. Kemudian aku kejar Reina namun sayangnya dia telah menghilang.

Selang beberapa saat, saya tebangun dari tidur. Saat tersadar tubuh saya merasa merinding, tetapi tidak seperti biasanya badan saya terasa segar. Saya berpikir mungkin mimpi itu membawa saya kedalam alam lain, karena konon 1 hari di dunia, perbandingannya sekian kali lipat di alam sana.

Sampai saat ini saya masih saya masih sangat terpikir dengan pesan-pesannya, bahwa betapa menyesalnya kita bila kita tidak berbuat sebaik mungkin di dunia, karena kita tidak tahu ketika kita sudah meninggal, apa yang akan terjadi pada diri kita disana, semoga dengan cerita saya ini bisa menggugah kita.

Mari kita menabung amal ibadah kita dari sekarang, karena ketika kita mati sudah tidak ada kesempatan lagi.
Selengkapnya
Orang-Orang yang Paling Dicintai Allah

Orang-Orang yang Paling Dicintai Allah

Allah adalah Ar-Raham dan Ar-Rahim yaitu Yang Maha Pengasih dan Yang Maha Penyayang. Allah selalu menyayangi makhluk-makhluk-Nya dan tidak akan berpaling kepada makhluk-Nya jika ia meminta kepada-Nya.

Tapi ada beberapa golongan orang yang yang dicintai dan disayangi oleh Allah SWT, siapa sajakah mereka-mereka itu? Apakah kita termasuk dalam orang-orang yang paling dicintai oleh Allah? Berikut ini adalah orang-orang yang dicintai oleh Allah, mereka adalah:

Orang-Orang yang Paling Dicintai Allah

1. At-Tawwabin (Orang-orang yang bertaubat)

Allah SWT berfirman:

"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." [QS. Al-Baqarah ayat 222]

2. Al-Mutathohirin (Orang yang mensucikan diri/orang yang berwudhu)

Allah SWT berfirman:

"Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: "Haidh itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri." [QS. Al-Baqarah ayat 222]

3. Al-Muqsithin (Orang-orang yang adil)

Allah berfirman:

"Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (untuk meminta putusan), maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka, atau berpalinglah dari mereka; jika kamu berpaling dari mereka maka mereka tidak akan memberi mudharat kepadamu sedikitpun. Dan jika kamu memutuskan perkara mereka, maka putuskanlah (perkara itu) diantara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil." [QS Al-Ma'idah ayat 42]

4. Al-Muttaqin (Orang-orang yang taqwa)

Allah berfirman:

"(Bukan demikian), sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa." [QS. Ali `Imran ayat 76]

5. Al-Muhsinin (Orang-orang yang berbuat kebaikan)

Allah berfirman:

"(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." [QS. Ali `Imran ayat 134]

6. Al-Mutawakilin (Orang-orang yang bertawakal kepada Allah)

Allah berfirman:

"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya." [QS. Ali `Imran ayat 159]

7. As-Shobirin (Orang-orang yang sabar)

Allah berfirman:

"Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar." [QS. Ali `Imran ayat 146]

8. Orang-orang yang mengikuti Rasul

Allah berfirman:

"Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. Ali `Imran ayat 31]

9. Orang-orang yang berperang di jalan Allah

Allah berfirman:

"Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." [QS. As-Saf ayat 4]

10. Orang-orang yang tidak suka mengeluarkan kata-kata yang keji, berpikir mandiri, sabar dan rajin melakukan sholat malam.

Imam al-Baqir as berkata, "Sesungguhnya ALLAH mencintai orang yan (apabila) bersenda gurau tidak mengeluarkan kata-kata yang keji, yang berpikir mandiri, selalu bersabar (apabila) sendirian, dan suka melakukan shalat malam."

11. Orang-orang yang memiliki sifat malu (al-hayya') dan santun (al-halim).

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah mencintai orang yang memiliki sifat malu, orang yang senantiasa santun, orang yang selalu menjaga kesucian dirinya ('afif) , dan orang yang enggan berbuat keji (muta'afiffah)"

12. Orang-orang yang rajin sholat malam, bersedekah, dan tidak takut mati di jalan Allah.

Rasulullah saw bersabda, "Tiga macam orang yang ALLAH ‘Azza wa Jalla mencintai mereka yakni mereka yang senantiasa bangun di malam hari (untuk mengerjakan shalat malam) lalu membaca kitab Alla (Alquran), mereka yang senang bersedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikannya dari tangan kirinya, dan mereka yang mengalahkan dan mengusir musuhnya dalam perang sementara kawan-kawannya menyerahkan diri kepada musuh."

13. Orang-orang yang banyak mengingat mati.

Rasulullah saw bersabda, "Barangsiapa yang banyak mengingat kematian niscaya Allah mencintainya"

Itulah beberapa orang yang paling dicintai Allah, semoga semakin menambah semangat kita dalam beribadah agar senantiasa dicintai Allah SWT.
Selengkapnya
Kisah Manusia yang Dikutuk Menjadi Kera dalam Alquran

Kisah Manusia yang Dikutuk Menjadi Kera dalam Alquran

Kutukan, apakah Anda percaya dengan kutukan? mungkin sebagian dari Anda ada yang mempercayai dan ada yang menganggap bahwa kutukan itu hanya ada di cerita-cerita dongeng saja seperti pada kisah Malin Kundang yang dikutuk menjadi batu karena durhaka kepada ibunya.

Namun tahukah Anda bahwa kutukan itu memang benar-benar ada? bahkan didalam Alquran ada kisah tentang suatu kaum yang dikutuk oleh Allah menjadi kera yang hina, seperti firman Allah SWT berikut:

Kisah manusia dikutuk menjadi monyet

"Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: "Jadilah kamu kera yang hina." [QS. Al-'A`rāf ayat 166]

"Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: "Jadilah kamu kera yang hina". [QS. Al-Baqarah ayat 65]

Lalu siapakah kaum yang dikutuk oleh Allah itu? Para mufassir mengatakan bahwa yang dikutuk menjadi kera adalah kaum dari bangsa Yahudi yang hidup dimasa lampau jauh sebelum Rasulullah SAW hidup.

Namun, Allah tidak mengutuk seluruh bangsa Yahudi. Para mufassir beranggapan bahwa yang dikutuk itu hanyalah sebagian dari kalangan mereka saja, bahkan mungkin hanya menimpa suatu desa saja.

Mereka yang dikutuk adalah yang hidup di tepi pantai yang mayoritas penduduknya memiliki mata pencaharian sebagai penangkap ikan di laut. Pada waktu itu, Allah telah menetapkan hari sebagai hari khusus untuk beribadah dan Allah melarang kaum tersebut untuk menangkap ikan di hari Sabtu.

Kemudian Allah menguji mereka dengan memunculkan ikan yang berlimpah pada hari Sabtu dan pada hari selain hari Sabtu ikan-ikan akan sedikit jumlahnya. Namun, sebagian diantara mereka ada yang melanggar aturan tersebut dengan memasang perangkap ikan pada hari Jumat menjelang Sabtu, sehingga pada hari Sabtu mereka tetap beribadah dan pada hari Minggu perangkap mereka akan penuh dengan ikan.

Karena melanggar perintah Allah untuk tidak menangkap ikan pada hari Sabtu, maka mereka yang melanggar dikutuk menjadi kera yang hina. Anggapan ini diperkuat dengan firman Allah SWT:

"Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu, di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik." [QS. Al-'A`rāf ayat 163]

Dalam ayat diatas jelas dikatakan bahwa Allah tidak mengutuk semua Bani Israil, sebab ada sebagian dari merka yang tetap taat dan tidak melanggar larangan hari Sabtu. Mereka yang tidak dikutuk menjadi kera ini adalah yang memberikan peringatan kepada mereka yang melanggar larangan. Seperti dalam ayat selanjutnya:

"Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik." [QS. Al-'A`rāf ayat 165]

Semoga kisah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita semua agar senantiasa taat terhadap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Selengkapnya
5 Simbol Terkenal yang Dianggap Simbol Setan

5 Simbol Terkenal yang Dianggap Simbol Setan

Simbol adalah sebuah lambang yang digunakan oleh seseorang atau kelompok sebagai identitas bagi yang menggunakannya. Banyak sekali simbol-simbol di dunia ini yang digunakan oleh berbagai macam perusahaan atau kelompok yang melambangkan identitas mereka.

Namun, dari sekian banyak simbol-simbol yang ada di dunia ini beberapa diantaranya mengandung kontroversi karena suatu hal. Hal yang paling umum adalah karena simbol-simbol tersebut dianggap sebagai simbol-simbol iblis atau iluminati.

5 Simbol Terkenal yang Dianggap Simbol Setan

Teori konspirasi memang banyak yang menuliskan tentang simbol-simbol iblis dan sebagainya, namun benar atau tidaknya tentang simbol-simbol tersebut belum diketahui dengan pasti. Dan berikut ini adalah beberapa simbol-simbol terkenal yang dianggap sebagai simbol iblis.

1. CBS

CBS

CBS adalah salah satu stasiun TV yang menggunakan simbol atau logo yang kontroversial. Perusahaan tersebut menggunakan logo mata satu yang selalu dikait-kaitkan dengan All Seeing Eye.

Lambang mata yang berasal dari mata Horus, dewa mesir yang berhubungan dengan matahari. Mata Horus merupakan simbol mistik dari kekuatan gelap yang bermakna dapat melihat segalanya.

Sedangkan bagi orang islam, simbol tersebut adalah simbol Dajjal. Dajjal merupakan raja iblis yang akan turun ke dunia dan membuat kehancuran di akhir zaman, Dajjal bermata satu.

Simbol ini juga di kaitkan dengan organisasi rahasia seperti Freemason dan Illuminati yang menurut kabar merupakan pemuja iblis.

2. Texaco

Texaco

Perusahaan ritel minyak asal Amerika yaitu Texaco juga dianggap menggunakan simbol iblis untuk perusahaannya. Hal tersebut terlihat sangat jelas karena Texaco menggunakan lambang bintang David yang sekaligus pentagram.

Pentagram sendiri dipercaya sering digunakan tukang sihir perempuan dalam melakukan praktenya selama berabad-abad. Dimana para penyihir percaya jika Lucifer sang iblis adalah Tuhan mereka.

3. Alfa Romeo

Alfa Romeo

Perusahaan mobil asal Italia Alfa Romeo juga di tuding menggunakan simbol setan. Disalah satu sisinya perusahaan tersebut meletakan ular sebagai logonya.

Logo ular tersebut dipercaya sebagai kelompok persaudaraan ular yang dituding sebagai kelompok pengikut iblis sejak awal dunia atau sejak jaman Nabi Adam.

4. P&G

P&G

P&G merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di bidang penyedia barang konsumen. Perusahaan tersebut menggunakan logo huruf P dan G dengan begitu besar, namun sebelum menggunakan logo tersebut P&G sempat menggunakan logo pria berjenggot di dalam bulan dengan 13 bintang yang menggambarkan koloni asli Amerika.

Namun logo tersebut di tuding sebagai simbol setan dengan pria tersebut adalah Lucifer yang memiliki tanduk baphomet serta melambangkan 3 angka iblis, 666 di jenggotnya.

5. Monster Energy

Monster Energy

Mungkin kita sering sekali menemukan lambang minuman berergi ini. Ya lambang milik perusahaan minuman berenergi ini sangat populer di seluruh dunia. Bahkan lambang ini sudah mejeng di berbagai brand yang membuatnya semakin populer.

Namun tahukah Anda jika lambang tersebut dianggap sebagai salah satu simbol setan? Simbol M pada logo tersebut merupakan 3 angka berderet untuk Vavs. Vavs sendiri merupakan angka 6 dalam abjad ibrani. Jadi jika angak tersebut berjajar maka berarti 666 yang merupakan simbol setan.

Itulah beberapa simbol terkemuka yang dianggap sebagai simbol-simbol setan, bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya
Kabar Tentang Kiamat di Dalam Al Quran

Kabar Tentang Kiamat di Dalam Al Quran

Hari Kiamat, disebut dalam Al Quran dengan banyak nama, hari kiamat juga disebut sebagai Yaumul Fashl yang berarti hari pemisah antara orang-orang beriman dengan orang-orang kafir.

Pada hari itu pula, manusia akan dikelompokkan berdasarkan keyakinannya masing-masing. Selain itu, hari kiamat juga disebut dengan Yaumul Jam'i, adalah hari berkumpulnya seluruh manusia sejak zaman Nabi Adam sampai dengan manusia akhir zaman untuk di tanyakan seluruh amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Oleh karena itu, kiamat juga disebut sebagai Yaumul Hisab, yaitu hari perhitungan amal, dan juga Yaumul Mizan atau hari penimbangan, yaitu hari diadakannya timbangan amal perbuatan yang telah di lakukan manusia selama hidup di dunia. Tidak ada suatu amalpun yang terlewatkan. Semua akan di berikan balasan yang setimpal. Karena itu pula, hari kiamat disebut dengan Yaumul Jaza atau hari pembalasan.

Allah SWT sudah menjelaskan tentang bagaimana kejadian pada hai kiamat itu dalam Al Quran:

"Apabila terjadi hari kiamat, tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain), apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya, dan gunung-gunung dihancur luluhkan seluluh-luluhnya, maka jadilah ia debu yang beterbangan" [QS. Al-Waqi'ah ayat 1-6]

Tidak satupun yang dapat selamat dari bencana maha dahsyat ini. Semuanya akan musnah, baik yang dilangit maupun di bumi. Semoga kita menjadi orang-orang yang berada dalam lindungan-Nya pada hari kiamat nanti.

Lalu bagaimana alam semesta ini akan hancur? Berbagai teori ilmu pengetahuan memperkuat keterangan dari kitab suci Al Quran. Suatu saat, bintang-bintang akan kehabisan bahan bakarnya akibat gravitasinya sendiri dan menyusut menjadi sebuah titik kecil dengan ratapan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga seperti pada teori penciptaan alam semesta ini.

Alam semesta ini tercipta dari simularitas yang kemudian meledak dan mengembang terus hingga radius maksimum. Inilah peristiwa yang disebut dengan Big Bang, dan hingga saat ini alam semesta terus mengembang.

Dan kehancuran total, bermula karena mengerutnya alam semesta hingga galaksi makin berdekatan kemudian saling membentur dan alam semesta makin mengecil ukurannya sehingga menjadi satu kesatuan seperti pada awal penciptaan, dan inilah yang disebut dengan Big Crunch.

Karena itulah, Allah mengilustrasikan kehancuran alam semesta ini seperti melipat lembaran buku. Dalam surat Al-Anbiya Allah berfirman:

"(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya." [QS. Al Anbiya ayat 104]

Allah SWT juga menjelaskan tentang kondisi kiamat yang ditandai dengan hancurnya matahari dan bintang. Allah berfirman:

"Apabila matahari digulung, dan apabila bintang-bintang berjatuhan," [QS. At-Takwir ayat 1-2]

Meski keberadaan benda-benda langit hingga saat ini belum membahayakan kehidupan manusia, namun menjelang kiamat akan terjadi hujan batu seperti yang dijelaskan oleh Al Quran.

"Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang?, atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku? Dan sesungguhnya orang-orang yang sebelum mereka telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka alangkah hebatnya kemurkaan-Ku." [QS. Al-Mulk ayat 16-18]

Betapa dahsyatnya peringatan Allah tentang kiamat, jangan sampai kita mendustakan apa yang telah Allah firmankan dalam Al Quran. Semoga kita termasuk golongan yang diberi pertolongan-Nya di hari kiamat kelak.

Baca Juga: Benarkah Kiamat Sudah Dekat?
Selengkapnya