Richard Leiman, Yahudi Amerika yang Jatuh Cinta Pada Islam

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Kisah ini berasal dari seorang pria bernama Richard Leiman, ia adalah seorang pria keturunan Yahudi Amerika yang merasakan kedamaian dan ketenangan ketika ia mempraktikkan ajaran-ajaran Islam.

Pria ini merupakan seorang progammer komputer, namun meskipun ia merupakan keturunan Yahudi Amerika ia justru malah sangat tertarik dengan berbagai macam hal yang berhubungan dengan Timur Tengah sejak ia masih kecil.

Yahudi Amerika Cinta Islam

Ia sangat suka dengan musik-musik Timur Tengah dan bahkan ia juga menyukai lantunan ayat-ayat suci Alquran yang ia dengarkan melalui siaran radio. Kebiasannya ini terus berlangsung hingga ia beranjak dewasa. Saat itu ia masih suka mendengarkan radio, acara yang paling ia suka adalah tentang ceramah singkat dari berbagai pimpinan agama.

Perkenalannya dengan Islam mulai dalam ketika ia memiliki rekan bisnis yang merupakan seorang Muslim bernama Anis Karim, kepada temannya itu ia tanpa ragu menanyakan hal-hal seputar Islam dan bahkan ia meminta salinan Alquran untuk dapat ia baca.

Setelah mendapatkan Alquran, ia kemudian membaca terjemahan kitab suci tersebut. Saat ia membaca kitab suci tersebut setiap hari Richard merasa bahwa dirinya merasa lebih yakin dan cinta lagi terhadap kitab suci umat Islam tersebut, dan ia pun semakin yakin akan kebenaran Islam.

Kesan pertama yang ditangkap oleh Richard tentang Islam adalah mereka yang memeluk dan mempraktikkan Islam pastilah merasa senang dan damai. Kemudian, adanya kesamaan antara Islam dan Yahudi yaitu sama-sama menyembah satu Tuhan juga menjadikan keyakinan Richard akan Islam semakin bertambah.

Dan pada saat itu juga Richard meyakini dalam hatinya bahwa Islam adalah agama yang benar. Ia mengatakan,

"Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi setelah membaca kitab yang paling suci di dunia," kata Richard.