Coba Melecehkan Alquran, Wanita Ini Malah Mualaf

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Ada banyak sekali kisah tentang orang-orang yang mencoba untuk mencari kelemahan-kelemahan serta kesalahan-kesalahan Alquran namun pada akhirnya ia malah tertarik untuk lebih mendalami Alquran dan pada akhirnya memutuskan untuk menjadi Muslim.

Baca Juga: Para Mualaf yang Dulunya Penentang Islam

Hal ini juga yang melatarbelakangi Jennifer Harrell untuk memeluk Islam di usianya yang ke 26 tahun. Jennifer Harrell adalah seorang wanita yang lahir dan besar dalam keluarga Katolik.

Coba Melecehkan Alquran, Wanita Ini Malah Mualaf

Seperti anak-anak lainnya, Jennifer kecil tak pernah ketinggalan untuk menghadiri sekolah minggunya di gereja. Beranjak dewasa, Jennifer masih tetap mengikuti keyakinan yang sudah ia yakini sejak kecil.

Namun, perjalanannya dalam menemukan lentera kebenaran Islam tidaklah datang dengan cara tiba-tiba. Awal mula ia mulai ingin mempelajari Islam berawal ketika ia bertemu dengan kawan-kawan Muslimnya di tempat kerjanya.

Disana ia beradu argumen dengan teman Muslimnya tentang agama masing-masing yang mereka yakini. Untuk dapat memiliki argumen yang dapat membuktikan bahwa agamanya adalah agama yang benar, maka Jennifer pun mempelajari Alkitab nya.

Namun ia juga tak lupa untuk mempelajari Alquran demi mencari titik lemah dan kesalahan yang ada dalam Alquran. Namun tak disangka, hidayah malah datang kepadanya.

Jennifer justru malah tertarik untuk lebih mempelajari Alquran dan Islam dan mulai memikirkan ulang tentang keyakinannya yang lama. Lama kelamaan, ia malah menjadi lebih kagum terhadap Islam, ia kagum dengan cara beribadah umat Islam, dan yang lebih membuatnya tertarik adalah tentang pandangan Islam tentang Yesus, Islam sangat menghormati Yesus tapi mereka tidak menyembahnya sebagaimana yang ia lakukan.

Dari situlah ia lantas memutuskan untuk lebih mempelajari Islam, ia kemudian datang ke Masjid. Pada saat pengalaman pertamanya di Masjid, Jennifer malah semakin terkesan. Dan tanpa berpikir panjang lagi ia kemudian meminta untuk diarahkan agar dapat masuk Islam, ia pun dituntun untuk mengucapkan kalimat syahadat.

Setelah memeluk Islam, Jennifer merasa bahwa ada banyak sekali perubahan yang terjadi dalam diri dan kehidupannya. Ia merasa lebih tenang dan damai saat ia menjalankan syariat-syariat Islam, dan karena Islam-lah, ia merasa bahwa tujuan hidupnya kini berubah yang mulanya hanya memikirkan dunia, ia kini memiliki tujuan untuk kehidupan selanjutnya kelak di akhirat.