Mengenal Macam-Macam Jenis Hadits

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Hadits sering sekali digunakan sebagai penguat dalil terhadap sesuatu yang masih belum jelas hukumnya. Pengertian dari hadits sendiri adalah sebuah sabda atau perkataan, perbuatan dan ketetapan serta persetujuan Rasulullah SAW yang digunakan sebagai landasan hukum Islam setelah Alquran.

Banyak sekali hadits-hadits yang ada di dunia ini, namun perlu diketahui bahwa tidak semua hadits itu shahih. Untuk itulah kita perlu untuk mengetahui berbagai macam jenis-jenis hadits agar kita tidak tersesat dengan dalil-dalil dari hadits palsu.

Mengenal Macam-Macam Jenis Hadits

Yang Harus diketahui Tentang Hadits


1. Sanad dan Matan

Seperti kita ketahui bahwa sanad/isnad dan matan merupakan dua komponen utama dalam hadits. Lalu apakah itu sanad?

Sanad adalah seorang yang menuturkan hadits atau meriwayatkannya, atau mudahnya adalah orang yang menuturkan hadits atau periwayat hadits yang dimulai dari orang yang mencatat hadits tersebut hingga sampai ke Rasulullah. Contoh sanad: "Musaddad mengabari bahwa Yahya sebagaimana diberitakan oleh Syu'bah, dari Qatadah dari Anas dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: ...", sehingga sanad dalam hadits tersebut adalah Musaddad --> Yahya --> Syu’bah --> Qatadah --> Anas --> Nabi Muhammad.

Selain sanad ada pula rawi, yakni orang yang menyampaikan hadits. Adapun ciri-ciri ideal seorang rawi antara lain:

  • Bukan pendusta atau tidak dituduh sebagai pendusta
  • Tidak banyak salahnya, Teliti
  • Tidak fasik
  • Tidak dikenal sebagai orang yang ragu-ragu (peragu)
  • Bukan ahli bid'ah
  • Kuat ingatannya (hafalannya)
  • Tidak sering bertentangan dengan rawi-rawi yang kuat
  • Sekurangnya dikenal oleh dua orang ahli hadits pada jamannya.

Matan ialah redaksi hadits atau isi dari hadits. Sebagai contoh matan: "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian sehingga ia cinta untuk saudaranya apa yang ia cinta untuk dirinya sendiri."

Jenis Hadits Berdasarkan Tingkat Keasliannya


Seperti yang sudah dikatakan diatas, bahwa dalam mengutip sebuah hadits tidak boleh dilakukan dengan sembarangan. Karena ada juga hadits-hadits yang tidak asli alias palsu. Tapi mirisnya ada banyak sekali hadits-hadits palsu tetapi sangat populer dikalangan masyarakat. Untuk mengertahui jenis hadits berdasarkan tingkat keasliannya, berikut adalah penjelasannya.

1. Hadits Shahih

Hadits shahih yaitu hadits yang sudah tidak diragukan lagi keasliannya, sehingga sudah pasti hadits tersebut asli selama tidak menyalahi syarat-syarat berikut:

  1. Sanadnya bersambung (lihat Hadits Musnad di atas);
  2. Diriwayatkan oleh para penutur/rawi yang adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
  3. Pada saat menerima hadits, masing-masing rawi telah cukup umur (baligh) dan beragama Islam.
  4. Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yang mencacatkan hadits (’illat).

2. Hadits Hasan

Hadits hasan hampir sama dengan hadits shahih, namun memiliki beberapa kelemahan yaitu pada rawi. Biasanya pada rawi terdapat rawi yang kurang baik ingatannya.

3. Hadits Dho'if

Hadits dho'if adalah hadits lemah dilihat dari sanadnya yang tidak bersambung, terdapat periwayat yang lemah ingatannya-bahkan pembohong, terdapat kejanggalan dalam matan-nya. Oleh karena itu, hadits-hadits yang dianggap dha'if tidak boleh dijadikan landasan untuk menetapkan sesuatu.

4. Hadits Maudhu'

Sedangkan hadits maudhu adalah hadits yang dicurigai sebagai hadits palsu. Adapun ciri-ciri hadits tersebut adalah: dalam sanadnya terdapat periwayat pembohong, matan-nya bertentangan dengan Al-Qur'an, bahasanya jelek, mengandung unsur dongeng yang tidak masuk akal.

Hadits ini haris ditolak salah satu contoh hadits tersebut adalah: "Laba - laba itu adalah setan yang dirubah bentuknya oleh Allah, maka bunuhlah binatang itu."

Jenis Hadits Berdasarkan Jumlah Penuturnya


1. Hadits Mutawattir

Hadits mutawattir adalah hadits yang diriwayatkan oleh beberapa orang atau sanadnya banyak sehingga tidak mungkin hadits tersebut hadits dusta atau palsu.

2. Hadits Ahad

Hadits Ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh seorang atau lebih namun tidak memenuhi persyaratan hadits mutawattir.

Jenis Hadits Berdasarkan Ujung Sanad


1. Hadits Marfu'

Hadits ini adalah hadits yang sanadnya berujung langsung kepada Rasulullah SAW.

2. Hadits Mauquf

Hadits ini adalah hadits yang sanadnya terhenti pada sahabat nabi dan tidak memiliki tanda-tanda marfu'

3. Hadits Maqtu'

Yaitu hadits yang sanadnya terhenti kepada para Tabi'in (orang yang pernah bertemu sahabat nabi).

Berdasarkan Keutuhan Sanad


Sebagai ilustrasi sanad: Pencatat Hadits > penutur 4 > penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(sahabat) > Rasulullah SAW

  1. Hadits Musnad = yaitu hadits yang urutan sanadnya tidak terpotong pada bagian tertentu.
  2. Hadits Mursal = yaitu hadits yang penutur 1 tidak ditemui, dengan kata lain seorang tabi'in menisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW.
  3. Hadits Munqati' = yaitu hadits yang sanadnya terputus pada penutur ke 3 atau ke 4.
  4. Hadits Mu'dal = yaitu hadits yang terputus pada dua generasi berturut2.
  5. Hadits Mu'allaq = yaitu hadits yang terputus dari penutur ke 4 sampai penutur ke 1.

Itulah hadits berdaasarkan keutuhan sanad.

Hadits Qudsi


Anda tentu pernah mengenal istilah hadits qudsi bukan? Hadits qudsi adalah hadits yang berisi firman Allah yang langsung diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW namun tidak sama dengan Alquran, kata-katanya adalah kata-kata Rasulullah. Hadits ini juga harus diukur ke sahihannya sebagaimana hadits-hadits yang lainnya.

Mengenal Para Ahli Hadits dan Kitabnya


Ahli hadits yaitu orang yang mengetahui tentang hadits, mereka juga mengumpulkan, mendaftar, menyeleksi dan menuliskan hadits-hadits dalam suatu kitab hadits. Dikenal sebagai mudawwin atau mukharrij. Adapun para periwayat hadits yang dikenal hingga saat ini antara lain:

  • Shahih Bukhari, disusun oleh Bukhari (194-256 H).
  • Shahih Muslim, disusun oleh Muslim (204-262 H).
  • Sunan Abu Dawud, disusun oleh Abu Dawud (202-275 H).
  • Sunan at-Turmudzi, disusun oleh At-Turmudzi (209-279 H).
  • Sunan an-Nasa'i, disusun oleh an-Nasa'i (215-303 H).
  • Sunan Ibnu Majah, disusun oleh Ibnu Majah (209-273).
  • Musnad Ahmad, disusun oleh Imam Ahmad bin Hambal (164-241 H).
  • Muwatta Malik, disusun oleh Imam Malik (93-179 H).
  • Sunan Darimi, disusun oleh Ad-Darimi (181-255 H).

Itulah macam-macam jenis hadits, semoga dapat menambah wawasan kita semua. Aamiin.