Bagaimana Cara Allah Turun ke Langit Dunia Setiap 1/3 Malam?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah bersabda bahwa setiap malam, yakni sepertiga malam terakhir Allah akan turun ke langit dunia dan berfirman, "Barang siapa berdoa kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan, barang siapa meminta kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan, dan barang siapa memohon ampun kepada-Ku, niscaya akan Aku ampuni."

Hadits diatas shahih bahkan mencapai derajat mutawatir. Hadits tersebut juga dikeluarkan oleh banyak ulama ahli hadits seperti Imam Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah dan masih banyak yang lainnya.

Berdasarkan hadits tersebut, barangsiapa yang ingin do'anya dikabulkan Allah dan di ampuni dosa-dosanya maka hendaknya memohon kepada Allah pada waktu-waktu tersebut. Karena pada waktu tersebut Allah turun ke langit dunia dan dipercaya sebagai waktu yang mustajab untuk berdoa.

Bagaimana Cara Allah Turun ke Langit Dunia Setiap 1/3 Malam?

Namun, sebagian orang masih suka bertanya-tanya tentang bagaimana cara Allah turun ke langit dunia, padahal kita tahu bahwa Allah bersemayam diatas Arsy sebagaimana firman Allah yang secara tegas mengatakan,

"Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas Arsy." [QS. Taha ayat 5]

Jika Allah bersemayam di atas Arsy, lalu bagaimana Dia turun ke langit dunia setiap sepertiga malam? bukankah setiap belahan bumi memiliki waktu siang dan malam yang silih berganti? kalau begitu apakah setiap hari Allah meninggalkan Arsy-Nya karena turun ke langit dunia?

Ini adalah pertanyaan yang umum kita jumpai, karena manusia memang dibekali akal untuk berfikir dan mencari tahu apa yang tidak diketahuinya. Lalu bagaimana penjelasan untuk pertanyaan diatas?

Allah Turun ke Langit Dunia Setiap 1/3 Malam Terakhir


Seperti kita ketahui bahwa Allah memiliki sifat-sifat, dan dari kesekian banyak sifat-sifat fi'liyah yang dimiliki Allah, salah satunya adalah sifat Allah tersebut yaitu Allah turun ke langit dunia.

Karena sifat fi'liyah adalah sifat yang sudah ada sejak dulu dan hal itu berkaitan dengan kehendak Allah SWT seperti turun, tertawa, murka, ridha, dan lain sebagainya.

Dalam hadits diatas dikatakan bahwa Allah SWT turun kelangit dunia, namun Rasulullah tidak menjelaskan kepada kita tentang bagaimana cara Allah turun ke langit dunia.

Namun, sebagai seorang muslim yang beriman dan taat kepada Allah sudah selayaknya kita menerima apa yang dikabarkan Rasulullah ini tanpa menanyakan bagaimana cara Allah turun ke langit dunia.

Manusia juga harus menahan diri dari mempertanyakan masalah ini dengan "mengapa?" dan "bagaimana?", yang berkaitan dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah SWT, karena hal itu tidak akan dapat di jangkau oleh akal kita sebagai manusia yang memiliki pengetahuan terbatas ini.

Kita juga dilarang untuk membuat permisalan-permisalan terhadap sifat Allah tersebut seperti mengatakan bahwa yang turun bukanlah Dzat Allah, tetapi yang turun adalah rahmat Allah. Orang yang memiliki keyakinan ini, berarti telah terjebak dalam tahrif (mengubah makna). Padahal sejatinya, kebiasaan seperti itu adalah kebiasaan buruk orang-orang Mu’tazilah dan Asy’airah yang zhahirnya adalah perilaku kaum Yahudi, sebagaimana difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,

"Yaitu orang-orang Yahudi, mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya…" [QS. An-Nisa ayat 46]

Kita ketahui bersama bahwa tidak ada sesuatu yang menyamai Allah, maka kita harus menerima dan mengatakan kami mendengar, kami beriman, kami mengikuti, dan kami menaati. Itulah kewajiban kita.

Sehingga kesimpulannya adalah kita harus mengimani dan menerima hadits tersebut tanpa mempertanyakan bagaimana caranya Allah turun ke langit dunia. Dan kita dilarang untuk membuat perumpamaan-perumpamaan tentang bagaimana cara Allah turun ke langit dunia, semoga bermanfaat.