Tips Memilih Sapi dan Kambing Qurban yang Baik

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Pada tanggal 24 September 2015 nanti umat Islam akan merayakan hari raya besar kedua umat Islam yaitu hari raya Idul Adha. Pada hari raya Idul Adha, akan dilaksanakan pemotongan hewan kurban sebagai bentuk rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT.

Daging hewan qurban nantinya akan dibagikan kepada orang-orang yang berada disekitar komplek pemotongan hewan kurban tersebut. Bagi Anda yang ingin melaksanakan ibadah kurban ini, sebaiknya dilakukan dengan sebaik-baiknya.

Tips Memilih Sapi dan Kambing Qurban yang Baik

Caranya adalah dengan memilih hewan kurban yang benar-benar baik dan sehat, untuk itu dalam memilih hewan kurban, pilihlah dengan teliti agar mendapatkan hewan kurban yang baik. Dan berikut ini adalah ada beberapa tips memilih hewan kurban baik sapi maupun kambing kurban dan sebenarnya Islam sendiri sudah menentukan kriteria hewan kurban yang baik, dan berikut tips memilih hewan kurban yang baik:

1. Umur Hewan

Umur sapi kurban minimal adalah 2 tahun, untuk domba 6 bulan s/d 1 tahun dan untuk kambing adalah 1 tahun. Nah, untuk mengetahui umur hewan kurban tersebut adalah dengan melihat gigi seri hewan qurban, yaitu dilihat dari jumlah gigi yang sudah berganti dari gigi susu menjadi gigi tetap.

Ukuran gigi tetap lebih besar dibandingkan gigi susu, warna gigi susu putih sedangkan gigi tetap biasanya berwarna kekuningan, ini terkait dengan lapisan yang berbeda pada kedua gigi tersebut.

Pada kambing apabila satu pasang gigi seri sudah berganti maka umur kambing tersebut sekitar satu tahun. Sedangkan pada domba pergantian satu pasang gigi seri dapat mempunyai arti bahwa umur domba tersebut sekitar 1 tahun. Untuk hewan sapi apabila satu pasang gigi seri sudah berganti dari gigi susu menjadi gigi tetap berarti umur sapi tersebut sudah sekitar dua tahun.

2. Sehat dan Tidak Cacat

Hewan kurban haruslah sehat dan tidak cacat. Periksalah dengan teliti hewan kurban yang akan Anda beli untuk berkurban, lihatlah apakah pada hewan tersebut ada cacat atau tidak. Jangan sungkan untuk menanyakannya kepada penjual hewan qurban.

Selain itu, lihat juga cara hewan tersebut makan. Jika hewan tersebut makan dengan lahap maka hewan tersebut bisa dikatakan dalam kondisi baik dan sehat, namun jika sebaliknya, bisa jadi hewan tersebut sedang mengalami gangguan kesehatan.

Tingkah laku hewan yang sehat gesit, enerjik dan tidak loyo. Jangan memilih hewan qurban yang menyendiri, tidak bersemangat dan terlihat lesu karena itu menandakan gejala hewan tersebut tidak sehat atau sakit.

3. Lihatlah Fisik Hewan

Hewan kurban yang sehat biasanya memiliki kelopak mata berwarna merah muda di bagian dalamnya. Selain itu, usahakan jangan memilih hewan kurban yang pada matanya ada belek, dsb.

Pada hidung sedikit basah tetapi tidak becek itu tanda hewan sehat. Tetapi jika hewan terlihat sperti pilek dan keluar cairan dari hidungnya secara berlebihan apalagi ada gejala bersin-bersin kemungkinan hewan tersebut tidak dalam kondisi yang sehat.

Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah keadaan anus hewan. Apabila disekitar anus hewan terlihat kotor berarti ada indikasi hewan tersebut mengalami diare. Perhatikan juga kotoran yang ada disekitar hewan tersebut, apabila ditemukan kotoran yang encer berarti benar hewan tersebut mengalami diare dan hewan tersebut sebaiknya jangan Anda pilih.Untuk lebih meyakinkan Anda mengenai hewan qurban yang Anda beli sebaiknya didampingi oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan.

Untuk lebih memudahkan Anda, berikut ini adalah ciri-ciri hewan kurban yang sehat.

Ciri-ciri hewan kurban yang sehat:

  • Secara fisik memilih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba bisa melihat aktivitasnya. Bila pergerakannya aktif saat didekati itu berarti hewannya sehat. Gerak/temperamennya bebas, lincah, kuat, bersemangat, tidak pincang, tidak gelisah, dan selera makannya bagus.
  • Rambut atau bulunya halus, mengkilap, tidak rontok, tidak mengalami kebotakan, tidak berdiri,tidak ada perubahan warna, tidak dihinggapi parasit kulit (caplak, tungau, kutu, dll.).
  • Matanya bersinar dan jernih, terbuka penuh, pupil bereaksi cepat, tidak keluar air (eksudat), tidak berwarna merah (yang berarti juga tidak sedang terjadi perdarahan), dan selaput lendir kelopak mata bagian dalam berwarna merah terang.Bila ditemukan mata hewan ternak yang beleken dan keruh, itu berarti sedang sakit.
  • Bentuk tubuhnya harus standar. Pengertian standar untuk sapi dan kerbau, tulang punggungnya relatif rata, tanduknya seimbang, keempat kakinya simetris, dan postur tubuhnya ideal. Postur tubuh ideal yang dimaksud, misalnya kombinasi perut, kaki depan dan belakang, kepala, dan leher seimbang.
  • Selain itu, dapat pula dilihat pada bagian mulut. Apabila mulutnya basah sekali sehingga air liurnya banyak keluar, atau tampak di mulutnya terdapat bintil-bintil berwarna merah, tentu hewan tersebut harus diwaspadai, mungkin mengidap penyakit. Adapun ternak yang cacat adalah karena salah satu bagian dari tubuhnya hilang atau rusak, misalnya tanduknya patah sebelah, tulang kakinya patah. Sikap berdirinya tegak, kokoh, kuat, dan bertumpu pada keempat kaki.
  • Hidung terlihat basah, bersih, dan tidak mengeluarkan cairan. Selaput lendir hidung berwarna merah terang.
  • Mulut dan gusi bersih, tidak ngiler, tidak mengeluarkan eksudat, tidak menganga, dan tidak ada bercak-bercak perdangan.
  • Celah kuku bersih, tidak ada luka, tidak ada peradangan, tidak ada pembengkakan.
  • Kulitnya lentur/elastis, tidak ada penebalan, tidak ada bisul, tidak ada luka.
  • Bagian pangkal hingga ujung ekor bersih, licin, kering. Bulu ekor lebat, bersih, dan kering.
  • Bagian dubur/anus bersih, kering, dan tidak menunjukkan tanda-tanda diare (mencret).
  • Jika saat musim hujan, maka waspadalah karena hewan rawan terkena diare dan cacingan.Biasanya pada hewan yang cacingan kulitnya terlihat kusam dan badannya kurus.
  • Waspadalah terhadap hewan ternak yang kulitnya mengalami korengan. Itu berarti hewan tersebut mengalami penyakit kulit sceabie

Demikianlah tips memilih hewan kurban yang baik, semoga bermanfaat.