Dukungan Palestina dan Mesir Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

70 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hari yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada masa itu, Bung Karno dan Bung Hatta membacakan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang hingga saat ini selalu diperingati sebagai hari kemerdekaan atau hari proklamasi Indonesia.

Indonesia yang hampir 3,5 abad lamanya dijajah oleh Belanda dan Jepang akhirnya secara de facto memproklamirkan diri sebagai sebuah negara yang berdaulat dan merdeka. Namun, seperti kita ketahui untuk menjadi negara yang berdaulat dibutuhkan pengakuan dari negara lain (de jure).

Dukungan Palestina dan Mesir Terhadap Kemerdekaan Indonesia

Dukungan untuk kemerdekaan Indonesia pun akhirnya mengalir, pertama-tama adalah Palestina dan Mesir yang pada saat itu menyuarakan bahwa mereka mendukung untuk kemerdekaan Indonesia.

Dalam buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar Negeri" yang ditulis Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan Indonesia, M. Zein Hassan Lc ini dikatakan bahwa disaat negara-negara lain belum menentukan sikap terhadap Indonesia justru Palestina dan Mesir dengan berani menyuarakan dukungan yang nyata terhadap kemerdekaan Indonesia.

Adalah mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini yang mewakili Palestina untuk mendukung kemerdekaan Indonesia. Pada sebuah siaran radio berbahasa Arab di Berlin, Syekh Muhammad Amin Al-Husaini memberikan 'ucapan selamat' dan mendukung kemerdekaan Indonesia.

Berita tersebut disiarkan selama dua hari berturut-turut dan disebar-luaskan. Harian Al-Ahram yang sangat terkenal teliti juga meberitakan berita tersebut. Namun sayangnya, peristiwa bersejarah ini tampaknya tidak banyak diketahui oleh banyak orang.

Satu lagi salah seorang Palestina bernama Muhammad Ali Taher yang sangat mendukung kemerdekaan Indonesia. Ia merupakan seorang saudagar yang sangat kaya, bahkan beliau menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata, "Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia". Dari situlah gelombang demonstrasi mulai bermunculan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia sebagai salah satu bentuk rasa solidaritas rakyat Timur Tengah.

Di Mesir, ribuan penduduk dan buruh di Mesir berkumpul di pelabuhan untuk melakukan blokade terhadap kapal-kapal perusahaan asing yang ingin menyuplai air & makanan untuk kapal Volendam milik Belanda yang berupaya melewati Terusan Suez, mereka menghalau menggunakan kapal boat dengan bendera merah putih yang berkibar di kapal-kapal mereka, hal ini terjadi pada 9 Agustus 1947 pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947.

Wartawan Al-Balagh pada 10/8/47 melaporkan, "Kapal-kapal boat yang dipenuhi warga Mesir itu mengejar kapal-kapal besar dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. Mereka menyerang kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan kapal-kapal besar itu ke jurusan lain."

Itulah bentuk dukungan dari Palestina dan Mesir dalam upaya mendukung penuh atas kemerdekaan Indonesia. Ini tentu dapat menjadi motivasi dan pelajaran untuk kita semua. Apalagi saat kita melihat sekarang ini di Palestina dan Mesir sedang terjadi peperangan, Palestina yang saat ini masih dijajah oleh penjajah Israel masih tetap berjuang untuk terus memperjuangkan kemerdekaan dan merebut kembali negaranya yang saat ini sudah dikuasai oleh Israel.

Kita harus memberikan dukungan kepada rakyat Palestina, paling minimal mendoakan saudara-saudara kita disana agar mereka kembali mendapatkan kebebasan dan mendapatkan kemerdekaan. Aamiin. Semoga bermanfaat.