Abu Bakar Ash-Shiddiq Menanyakan Bukti Kenabian Rasulullah

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah termasuk dalam golongan orang-orang yang pertama kali masuk Islam sejak Rasulullah diangkat menjadi Nabi dan mulai berdakwah mengajarkan Islam kepada bangsa Arab Jahiliyah yang pada saat itu masih menyembah berhala.

Perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam tentu saja bukanlah perkara yang mudah, banyak cobaan dan rintangan yang menghadang Rasulullah dalam menjalankan misi dakwahnya. Pada awal-awal kenabiannya, banyak sekali orang yang tidak percaya dengan kenabian beliau. Bahkan Rasulullah juga sering dianggap sebagai orang gila pada masa itu karena hal itu.

Abu Bakar Ash-Shiddiq Menanyakan Bukti Kenabian Rasulullah

Namun kita ketahui bahwa Rasulullah memiliki akhlaq yang sangat baik, beliau juga sabar dan selalu bertawakal kepada Allah SWT sehingga lama-kelamaan jalan dakwah beliau menjadi mudah.

Abu Bakar Ash-Shiddiq merupakan salah satu sahabat Nabi yang paling setia bersama Nabi pada saat awal Rasulullah berdakwah hingga akhir hayatnya. Diriwayatkan oleh Rabiah bin Ka'ab, bahwa awal mula penyebab Abu Bakar memeluk Islam adalah karena ia seperti mendapatkan petunjuk dalam mimpinya.

Pada saat itu, Abu Bakar sedang berdagang di negeri Syam. Disana beliau pernah mendapatkan mimpi yang ia sendiri tidak mengetahui maknanya. Kemudian ia bertemu dengan seorang kepada Rahib Buhaira, seorang Rahib Nasrani yang telah melihat tanda-tanda akan diutusnya Nabi akhir zaman dan Abu Bakar menceritakan mimpinya tersebut.

Setelah mendengar penuturan tentang mimpi yang dialami oleh Abu Bakar, Rahib Buhaira berkata:

"Kamu berasal dari mana?".

"Dari Makkah," Abu Bakar menjawab.

Rahib Buhaira melanjutkan; "Dari suku apa?".

"Suku Quraisy".

"Dalam rangka apa engkau berada di Negeri Syam?"

Abu Bakar menjawab; "Aku sedang dalam rangka berdagang wahai Rahib."

Kemudian Rahib itu berkata kepada Abu Bakar, "Jika mimpimu adalah benar, maka ini adalah sebuah tanda bahwa akan diutus seorang Nabi akhir zaman dari kalangan kaummu, dan engkau akan menjadi kawan yang selalu menyertainya sepanjang hidupnya kelak, juga akan menjadi penggantinya jika ia nanti telah wafat".

Setelah mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Rahib Buhaira tentang makna mimpi yang dialaminya, Abu Bakar merahasiakan mimpinya tersebut hingga setelah Muhammad shalallahu'alaihi wasallam memproklamirkan tentang kenabiannya, ia segera menemui beliau lalu bertanya;

"Wahai Muhammad, apa bukti atas kenabianmu tersebut"

Mendengar pertanyaan tersebut, Muhammad SAW kemudian membeikan jawaban, beliau berkata: "Bukti atas kenabianku adalah mimpi yang engkau alami pada waktu engkau berdagang di Negeri Syam itu wahai Abu Bakar".

Mendengar jawaban dari Rasulullah, Abu Bakar langsung memeluk Rasulullah dan menciumnya diantara kedua mata beliau sambil berkata; "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwasanya engkau adalah utusan Allah".

* (Disadur dari kitab ar-Riyadl an-Nadlroh fi Manaqib al-Asyroh karya al-Imam Abu Ja’far Ahmad bin Abdullah ath-Thobary rahimahullah)