Mengenal Malaikat Jibril

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Jibril adalah malaikat Allah yang bertugas untuk menyampaikan wahyu kepada para Nabi dan Rasul Allah. Jibril dipercaya sebagai pemimpin para malaikat, dalam agama Kristen Jibril dikenal sebagai Gabriel.

Dalam Islam, kata malaikat adalah bentuk jamak dari kata malakun yang memiliki arti utusan. Malaikat adalah makhluk ghaib yang Allah ciptakan dari cahaya, mereka selalu taat kepada perintah Allah dan selalu beribadah kepada-Nya.

Tidak seperti manusia, malaikat tidak makan, minum, tidur, dan lain sebagainya. Selama hidupnya, siang dan malam malaikat hanya mengabdikan dirinya kepada Allah SWT.

Sayap malaikat

Malaikat Jibril disebutkan didalam Alquran sebanyak dua kali, yaitu pada surat Al-Baqarah ayat 97-98 dan Surah At-Tahrim ayat 4. Jibril memiliki julukan lain yaitu Ruh al Amin dan Ruh al Qudus, Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

Malaikat Jibril bukan hanya sebagai penyampai wahyu kepada Nabi saja, namun Jibril juga merupakan pelindung Rasulullah jika beliau mendapatkan masalah. Seperti dalam firman Allah sebagaimana berikut:

"Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan); dan jika kamu berdua bantu-membantu menyusahkan Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah Pelindungnya dan (begitu pula) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain dari itu malaikat-malaikat adalah penolongnya pula." [QS. At-Tahrim ayat 4]

Pada malam Lailatul Qadar, malaikat Jibril dan malaikat-malaikat lainnya juga turun ke bumi untuk mengucapkan salam keselamatan bagi orang-orang yang beriman.

Allah SWT berirman:

"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." [QS. Al-Qadr ayat 4-5]

Wujud Jibril

Jibril menampakkan wujudnya kepada Rasulullah dengan enam ratus sayap antara barat-timur (masyrik dan maghrib). Busana kebesaran Jibril adalah putih laksana mutiara yang begitu indah dan rupawan dengan kekuatan yang dahsyat dan penuh mukjizat dari Allah.

Baca Juga: Bagaimana Wujud Asli Malaikat Jibril?

Wujud-wujud malaikat juga sudah dijelaskan dalam Alquran, ada yang berjumlah dua, tiga, dan empat. Sebagaimana firman Allah SWT:

"Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." [QS. Fatir ayat 1]

Sebagai umat Islam, iman kepada malaikat adalah merupakan salah satu rukun iman. Kita harus mempercayai dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan makhluk bernama malaikat.

Allah berfirman:

"Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali"." [QS. Al-Baqarah ayat 285]

Malaikat Jibril memiliki kemampuan yaitu dapat terbang dan turun dari langit dengan sangat cepat, dan didalam Alquran juga dijelaskan bahwa para malaikat itu memiliki kecepatan terbang yang sangat luar biasa cepat.

Allah berfirman:

"dan (malaikat-malaikat) yang turun dari langit dengan cepat, dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang," [QS. An-Nāzi`āt]

Dalam sebuah kisah, setelah Allah selesai meciptakan malaikat Jibril dengan bentuk yang indah dan Allah menciptakan baginya 600 sayap yang indah dan panjang. Setelah malaikat Jibril melihat dirinya sendiri, ia berkata kepada Allah SWT, "Wahai Rabb-ku, apakah engkau menciptakan makhluk lain yang lebih baik daripada aku?" lalu Allah menjawab, "Tidak.". Mendengar jawaban itu, malaikat Jibril pun berdiri dan melakukan shalat 2 rakaat sebagai bentuk syukurnya kepada Allah SWT yang menciptakannya.

Pada setiap rakaat shalat yang dikerjakan oleh malaikat Jibril membutuhkan waktu 20.000 tahun lamanya. Setelah malaikat Jibril melakukan shalat, kemudian Allah berfirman,

"Wahai Jibril, kamu telah menyembah-Ku dengan bersungguh-sungguh. Dan tidak ada seorangpun yang menyembah-Ku seperti yang engkau lakukan. Akan tetapi di akhir zaman nanti, akan datang seorang nabi yang mulia yang paling Aku cintai bernama Muhammad. Dia memiliki umat yang lemah dan senantiasa berbuat dosa, seandainya mereka melakukan shalat sebanyak 2 rakaat walau hanya sebentar dengan pikiran yang pelayang-layang dan dosa merekapun besar maka demi kemuliaan-Ku dan ketinggian-Ku, sesungguhnya sholat mereka itu yang lebih Aku sukai daripada shalatmu. Karena mereka melakukan shalat karena atas perintah-Ku, sedangkan engkau melakukan shalat bukan atas perintah-Ku"

Setelah mendengar hal tersebut, Jibril kembali bertanya kepada Allah, "Ya Rabb, apakah Engkau memberikan kepada mereka sebagai ganjaran atas ibadah mereka kepada-Mu?", Allah menjawab, "Ya, Jibril. Akan Aku berikan surga Ma'wa sebagai tempat tinggal mereka."

Kemudian Jibril memohon kepada Allah agar diperkenankan untuk melihat surga Ma'wa tersebut. Maka Allah mengabulkan permohonan Jibril, dan Jibril pun segera berangkat menuju surga Ma'wa.

Ia membentangkan seluruh sayapnya, ia pun terbang. Setiap kali malaikat Jibril mengepakkan sayapnya ia mampu menempuh jarak sejauh 300.000 tahun perjalanan. Namun, dengan kekuasaan Allah SWT sekalipun malaikat Jibril memiliki kemampuan terbang yang sangat luar biasa, namun tetap saja ia tidak dapat sampai ke surga Ma'wa.

Malaikat Jibril pun berhenti sejenak dan bersujud kepada Allah dan berkata kepada Allah, "Ya Allah, apakah perjalananku telah separuhnya? ataukah baru 2/3? atau bahkan separuhnya?" maka Allah berfirman, "Hai Jibril, walaupun kamu mampu terbang sejauh 300.000 tahun dengan sayap-sayapmu yang sudah ada dan Aku tambahkan lagi 600 sayap, niscaya kamu tidak akan bisa mencapainya, karena surga Ma'wa hanya akan Aku berikan kepada umat Muhammad, sebagai hadiah yang istimewa dari-Ku, karena mereka mau mengerjakan shalat".

Ratusan, atau bahkan ribuan abad yang lalu, Jibril bersama Mikail dan Israfil pernah mendatangi kekasih Allah yaitu Nabi Ibrahim AS. Ketiganya datang untuk memberitakan untuk menyampaikan kabar gembira kepada Ibrahim dan Sarah akan kehadiran buah hati mereka.

Setelah mereka menyampaikan kabar tersebut, mereka pun pergi untuk menemui nabi Luth. Jibril pernah mencongkel bumi seluas lima desa, mengangkatnya ke langit, dan membalikkannya hanya dengan satu sayapnya. Jibril mengazab kaum Nabi Luth karena perbuatan mereka sudah sangat menyimpang.

Baca Juga: Kisah Hancurnya Umat Nabi Luth

Tugas-Tugas Jibril

Selain sebagai malaikat yang menyampaikan wahyu kepada Nabi dan Rasul, Jibril juga dikenal sebagai penghulu para malaikat. Allah berfirman,

"Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan," [QS. Ash-Shu`arā' ayat 192-194]

Setelah malaikat era kenabian berakhir, lantas apakah malaikat Jibril pensiun dari tugas-tugasnya? para ulama sepakat mengatakan bahwa meskipun era kenabian sudah berakhir, namun malaikat Jibril masih tetap menyampaikan pesan-pesan Allah kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Inilah yang disebut dengan ilham, malaikat Jibril menyampaikannya kepada orang-orang yang dikehendaki Allah seperti kepada waliyullah yang shaleh dan lainnya. Malaikat Jibril juga dijelaskan dalam sebuah hadits shahih bahwa ia tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat berhala dan anjing.

Pada waktu Perang Badar, malaikat Jibril juga diutus oleh Allah untuk membantu kaum muslimin menghadapi kaum kafir Quraisy. Pada saat perang Badar, jumlah kaum muslimin sangat jauh dibawah kaum kafir Quraisy.

Melihat hal itu, kemudian Rasulullah SAW berdoa kepada Allah SWT memohon pertolongan,

"...Ya Allah, jika Engkau berkehendak (orang kafir menang), Engkau tidak akan disembah. Ya Allah, jika pasukan yang kecil ini Engkau binasakan pada hari ini, Engkau tidak akan disembah..."

Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam mengulang-ulang do'a ini sampai selendang beliau tarjatuh karena lamanya berdoa, kemudian datanglah Abu Bakar As Shiddiq radhiyallahu 'anhu memakaikan selendang beliau yang terjatuh sambil memeluk beliau, "Cukup-cukup, wahai Rasulullah..."

Kisah ini diabadikan oleh Allah dalam firman-Nya,

"(Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman". Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya." [QS. Al-Anfal ayat 12-13]

Setelah Rasulullah berdo'a maka Allah menurunkan 1000 pasukan malaikat yang dipimpin langsung oleh malaikat Jibril. Hal ini membuat pasukan kafir kocar-kacir.

Allah berfirman,

"(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut". [QS. Al-Anfal ayat 9]

Dan hingga pada akhirnya umat Islam berada dalam kemenangan, hal ini berkat pertolongan Allah SWT. Allah berfirman,

"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya." [QS. Ali Imran ayat 123]

Itulah beberapa kisah tentang malaikat Jibril. Semoga bermanfaat.