Wasiat Rasulullah di Akhir Zaman Untuk Kaum Muslimin

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Rasulullah SAW diutus sebagai nabi terakhir sekaligus pertanda bahwa akhir zaman telah tiba. Dalam sebuah hadits, Rasulullah pernah mengatakan bahwa jarak antara kiamat dan diutusnya dirinya itu sangat dekat.

Hari kiamat adalah hari dimana seluruh alam semesta ini akan musnah, segala sesuatu yang ada di langit maupun di bumi akan hancur kecuali mereka yang Allah kehendaki. Namun, sebelum hari kehancuran alam semesta itu datang, ada tanda-tanda yang pernah Rasulullah sebutkan.

Baca Juga: Fenomena Sebelum Datangnya Kiamat

Bisa kita lihat, tanda-tanda tersebut memang sudah terjadi di zaman sekarang. Itu berarti hari kiamat memang sudah benar-benar ada didepan mata. Rasulullah pernah berwasiat tentang akhir zaman. Berikut ini adalah wasiat akhir zama yang pernah Rasulullah sampaikan dalam hadits.

Wasiat Rasulullah di Akhir Zaman Untuk Kaum Muslimin

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Qudamah Al Jumahi dari Ishaq bin Abu Furat dari Al Maqburi dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, amanat diberikan kepada pengkhianat, orang yang jujur dikhianati, dan Ruwaibidlah turut bicara." Lalu beliau ditanya, "Apakah Ruwaibidlah itu?" beliau menjawab: "Orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum." [HR. Ibnu Majah]

Kemudian dalam hadits lain dari Abdullah bin Amr bin Ash ra bahwa Rasulullah SAW bersabda Rasulullah bersabda,

"Bagaimana denganmu jika kamu berada di tengah kekacauan, janji janji dan amanat mereka abaikan, kemudian mereka berselisih seperti ini?" Lalu, beliau menyilangkan antara jari jari. Abdullah bin Amr bertanya, "Lalu, dengan apa engkau menyuruhku?" Beliau menjawab, "Jagalah rumah, keluargamu, lidahmu, dan lakukanlah apa yang kamu tahu dan tinggalkan yang mungkar, serta berhati hatilah dengan urusanmu sendiri, lalu tinggalkanlah perkara yang umum." [HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i]

Kemudian dalam riwayat lain, Dari Hudzaifah bin al-Yaman ra bertanya,

"Wahai Rasulullah, apakah setelah kebaikan akan datang kejahatan?" Beliau menjawab, "Ya, banyak penyeru yang mengajak ke pintu jahanam, maka, barangsiapa yang mengijabahnya (mengikutinya), mereka akan dilemparkan ke dalamnya." Aku bertanya, "Sifatkanlah mereka itu kepada kita." Beliau SAW berkata, "Mereka dari golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita." Aku berkata, "Lalu, kau suruh apa ketika aku melihatnya?". Beliau SAW menjawab, "Lazimilah (berpeganglah) pada jamaah muslimun dan imam mereka." Aku berkata, "Jika tidak ada jamaah dan Imam?" Beliau SAW menjawab, "Jauhilah semua kelompok itu meskipun akar pohon melilitmu hingga maut menjemputmu, dan engkau tetap seperti itu." [HR. Muslim]

Kemudian dari Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Wahai Abu Dzar, bagaimana kamu jika berada dalam kekacauan?" Lalu beliau Rasulullah SAW menyilangkan jari jarinya. Abu Dzar berkata, "Apa yang akan engkau perintahkan kepadaku, ya Rasulullah?" beliau menjawab, "Bersabarlah! bersabarlah! manusia akan berpura-pura dengan akhlak dan perbuatan mereka." [HR. Hakim dan Baihaqi]

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari wasiat Rasulullah ini. Mari kita bagikan wasiat ini agar menjadi nasehat sesama muslim dan semoga menambah keimanan dan ketakwaan. Aamiin.