Keajaiban Alquran Tentang Kelahiran Manusia

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Banyak sekali hal-hal yang disebutkan di dalam Alquran yang mampu mengundang manusia untuk beriman. Alquran sebagai firman Allah selalu memberikan informasi yang sangat akurat dan sesuai dengan apa yang terjadi dimasa sekarang.

Sudah banyak sekali ilmuwan membuktikan kebenaran Alquran melalui penemuan-penemuan mereka, dan ini memang salah satu cara Allah untuk menunjukkan kekuasaan dan keagungann-Nya.

Keajaiban Alquran Tentang Kelahiran Manusia

Salah satu keakuratan informasi dari Alquran yang paling mudah kita pahami adalah tentang penciptaan manusia. Jika kita melihat, ada banyak ayat yang mengingatkan manusia tentang penciptaan manusia.

Manusia sering diingatkan tentang bagaimana tahapan-tahapan yang dilalui hingga kita sampai ke bumi, dan bahkan Alquran juga menjelaskan secara gamblang bahan dasar manusia.

Allah SWT berfirman:

"Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan? Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?" [QS. Al-Waqi'ah ayat 57-58]

Penciptaan manusia dan aspek-aspeknya yang luar biasa itu ditegaskan dalam banyak ayat. Beberapa informasi di dalam ayat-ayat ini sedemikian rinci sehingga mustahil bagi orang yang hidup di abad ke-7 untuk mengetahuinya. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

  1. Manusia tidak diciptakan dari mani yang lengkap, tetapi dari sebagian kecilnya (spermazoa).

    "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." [QS. Al-Insan ayat 2]
  2. Sel kelamin laki-lakilah yang menentukan jenis kelamin bayi.

    "dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita. dari air mani, apabila dipancarkan." [QS. An-Najm ayat 45-46]
  3. Janin manusia melekat pada rahim sang ibu bagaikan lintah.

    "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah." [QS. Al-`Alaq ayat 1-2]

    Arti kata "`alaq" dalam bahasa Arab adalah "sesuatu yang menempel pada suatu tempat". Kata ini secara harfiah digunakan untuk menggambarkan lintah yang menempel pada tubuh untuk menghisap darah.
  4. Manusia berkembang di tiga kawasan yang gelap di dalam rahim.

    "...Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" [QS. Az-Zumar ayat 6]

    Dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:

    "Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah minggu pertama, embrionik; sampai akhir minggu ke delapan, dan janin; dari minggu ke delapan sampai kelahiran." [(Williams P., Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.]

Orang-orang yang hidup pada zaman kala Alquran diturunkan, pasti mengetahui bahwa bahan dasar kelahiran berhubungan dengan mani laki-laki yang terpancar selama persetubuhan seksual.

Fakta bahwa bayi lahir sesudah jangka waktu sembilan bulan tentu saja merupakan peristiwa yang gamblang dan tidak memerlukan penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi, sedikit informasi yang dikutip di atas itu berada jauh di luar pengertian orang-orang yang hidup pada masa itu, namun dimasa sekarang apa yang tertera didalam Alquran sudah didukung dengan bukti ilmiah pengetahuan modern abad ke-20