Garuda Pancasila Terinspirasi Dari Lambang Samudera Pasai

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Garuda Pancasila adalah lambang negara Indonesia, lambang tersebut adalah berbentuk burung garuda yang ditengah-tengahnya terdapat perisai berisi simbol yakni bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng, dan padi dan kapas.

Setiap lambang tersebut memiliki maksud dan makna yang berbeda-beda. Bintang melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa, kemudian mata rantai melambangkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, sedangkan pohon beringin melambangkan Persatuan Indonesia, kepala banteng melambangkan Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan kapas dan padi di bagian kanan bawah perisai berlatar putih.

Garuda Pancasila Terinspirasi Dari Lambang Samudera Pasai

Lambang Garuda Pancasila ini resmi menjadi lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 11 Februari 1950, dan terlihat lambang Negara Indonesia ini terdapat semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti "Berbeda-beda tetapi tetap satu".

Tapi sudahkah Anda tahu tentang sejarah bagaimana terbentuknya lambang Garuda Pancasila ini? Lambang Garuda Pancasila dirancang oleh Sultan Hamid II dari Pontianak, yang kemudian disempurnakan oleh presiden Soekarno.

Sebelum lambang Garuda itu dipakai sebagai lambang Negara Republik Indonesia, lambang Garuda ini sudah lebih dahulu digunakan sebagai lambang oleh Kerajaan Samudera Pasai. Samudera Pasai sendiri adalah sebuah kerajaan Islam pertama di Indonesia, Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malikussaleh (Meurah Silu) pada abad ke 13 atau pada tahun 1267.

Kerajaan Islam Samudera Pasai pada saat itu dikenal sebagai pusat studi Islam di kawasan Asia Tenggara, hal ini dikemukakan oleh seorang petualang bernama Ibnu Battutah dalam bukunya Tuhfat al-Nazha.

Lambang kerajaan Islam Samudera Pasai ini dirancang oleh seorang Sultan Samudera Pasai yaitu Sultan Zainal Abidin. Lambang burung tersebut memiliki makna yaitu syiar Islam yang luas.

Lambang Kerajaan Samudera Pasai
Lambang Kerajaan Samudera Pasai (Google Image)

R Indra S Attahashi menjelaskan bahwa lambang negara Samudera Pasai berisi kalimat Tauhid dan Rukun Islam. Rinciannya, kepala burung itu bermakna Basmallah, sayap dan kakinya merupakan ucapan dua kalimat Syahadat. Terakhir, badan burung itu merupakan Rukun Islam.

Indra melanjutkan penjelasannya bahwa lambang itu disalin ulang oleh Teuku Raja Muluk Attahashi bin Teuku Cik Ismail Siddik Attahashi yang merupakan Sultan Muda Aceh yang diangkat pasca peristiwa Perang Cumbok pada 1945. Pada saat itu di Aceh Tamiang ada kerajaan sendiri bernama Kerajaan Sungai Iyu.

Indra mengatakan, "Bisa saja disebut, lambang negara Indonesia ini meniru lambang Kerajaan Samudera Pasai yang duluan eksis sebelum kaum Nasionalis Marhaenisme merancang NKRI", ungkapnya. Ia juga generasi ketujuh dari Kerajaan Sungai Iyu.

Indra menjelaskan, lambang Kerajaan Samudera Pasai itu sudah ada dalam silsilah keluarganya lebih dari 100 tahun lalu. Dari kakek atau nenek, lambang itu diwariskan dari generasi ke generasi yang selalu dikisahkan bahwa itu lambang Kerajaan Samudera Pasai.

Tentang lambang Indonesia yang mirip dengan lambang kerajaan Samudera Pasai juga diutarakan oleh dosen Universitas Malikussaleh Aceh Utara, Ibrahim Qamarius. Setelah digelar seminar International Conference and Seminar "Malikussaleh; Past, Present and Future" di Aceh Utara pada 11-12 Juli 2011, masyarakat mengirim lambang Kerajaan Samudera Pasai yang merupakan replika.

Lambang itu dilukis oleh Teuku Raja Muluk Attahashi, keturunan dari panglima Turki Utsmani yang ke Aceh ketika Sultan Iskandar Muda menghadapi Portugis, pimpinan dari Panglima Tujuh Syarif Attahashi.

Ibrahim menjelaskan, walaupun lambang Indonesia mirip dengan Kerajaan Samudera Pasai belum bisa dipastikan Indonesia meniru dari Samudera Pasai. Menurutnya, perlu pengkajian lebih lanjut.

Lambang Garuda Pancasila ini ternyata terinspirasi dari lambang kerajaan Samudera Pasai, namun terlepas dari itu semua sejarawan LIPI, Aswi Warman Adam menegaskan kalau klaim itu menunjukkan kecintaan bangsa Indonesia. "Ini bukanlah sebuah klaim yang menjurus ke arah negatif. Ini merupakan sebuah bentuk kecintaan bangsa Indonesia, yang dulu saat proses pemilihan lambang negara memang ikut terlibat," ungkapnya, bagaimana menurut Anda?