Bahaya Bersumpah Palsu dan Bersumpah Selain Nama Allah

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Bersumpah palsu adalah ucapan resmi yang disertai dengan kesaksian Allah untuk hal-hal atau keadaan yang tidak sepantasnya. Perbuatan semacam ini adalah perbuatan yang termasuk dalam golongan dosa besar.

Sumpah atas nama Allah untuk sebuah kebohongan adalah termasuk dosa besar karena perbuatan ini adalah kebohongan yang mengatasnamakan Allah sebagai saksinya. Adzab dan ancaman bagi pelaku sumpah palsu ini sangat mengerikan, karena Allah akan menghukumnya dengan siksa yang amat pedih.

Bahaya Bersumpah Palsu dan Bersumpah Selain Nama Allah

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih." [QS. Ali Imran ayat 77]

Sungguh siksa yang pedih akan menanti orang-orang yang bersumpah atas nama Allah demi kebohongan. Mengatakan sumpah memang terlihat sepele, namun dibalik itu semua sebenarnya kita mengemban tanggung jawab yang sangat besar atas sumpah yang kita ucapkan, karena itu akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak.

Bersumpah atas nama Allah tidak boleh sembarangan, Rasulullah bersabda,

"Barangsiapa memutuskan hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan kepadanya ke neraka dan ia diharamkan masuk surga" (lalu) ada seseorang yang bertanya "Bagaimana kalau (perkara) itu ringan ya Rasulullah?", beliau menjawab, "Meskipun hanya memotong pendapatmu" [HR. Muslim]

Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda,

"Barangsiapa yang berdusta atas namaku maka akan dibangunkan baginya rumah mereka di dalam neraka Jahannam" [HR. Muslim]

Dalam hadits diatas secara jelas menerangkan bahwa bersumpah palsu itu dapat membawa bencana pada diri sendiri, untuk itu Islam sangat melarang umatnya untuk mengatakan sumpah palsu, karena itu sangat berbahaya dan pelakunya di ancam neraka.

Selain itu, umat Islam juga dilarang untuk bersumpah atas nama selain Allah. Bersumpah, artinya menguatkan suatu obyek pembicaraan dengan menyebut sesuatu yang diagungkan dengan lafazh yang khusus. Yaitu dengan menggunakan salah satu di antara huruf sumpah ba`, wawu, atau ta` (dalam bahasa Arab)

Yakni dengan mengatakan billahi, wallahi, atau tallahi, yang artinya demi Allah. Dengan demikian, di dalam sumpah terkandung sikap pengagungan kepada yang namanya disebut dalam sumpah tersebut. Sedangkan pengagungan termasuk jenis ibadah yang tidak boleh ditujukan, kecuali hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu, bersumpah adalah ibadah yang hanya boleh ditujukan kepada Allah saja dengan mengatakan demi Allah saja.

Oleh karena itu, bersumpah dengan atas nama selain Allah adalah termasuk dalam kategori musyrik. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa,

"Barangsiapa bersumpah dengan nama selain Allah maka sesungguhnya dia telah kafir dan syirik. [HR. At-Tirmidzi]

Dengan demikian, jelas bahwa bersumpah atas nama selain Allah adalah syirik. Baik itu bersumpah atas nama Ka'bah, Malaikat, maupun Rasulullah. Misalnya dengan mengatakan, "demi Ka'bah", atau "demi Rasulullah", "demi Jibril", dan lain sebagainya.

Tetapi, larangan ini tidak mencakup sumpah dengan menyebut sifat Allah, karena sifat itu mengikuti Dzat yang disifatinya (Allah). Oleh karena itu, kita boleh mengatakan "demi kemuliaan Allah." Semoga bermanfaat, terimakasih.