Bagaimana Hukum Shalat Memakai Sandal atau Sepatu?

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Shalat adalah wajib bagi setiap muslim yang telah memenuhi syarat-syarat syah shalat. Umat Islam biasa melakukan shalat di surau/langgar, dan masjid maupun dirumah masing-masing. Namun, ibadah ini dapat dilakukan dimanapun selama tempat itu bersih dan suci dari najis.

Beberapa hari terakhir ini ramai diperbincangkan di jejaring sosial dan media online yang memperbincangkan Raja Salman bin Abdul Aziz karena beliau shalat di dalam Ka'bah dengan tetap memakai sepatu.

Bagaimana Hukum Shalat Menggunakan Sandal atau Sepatu?

Publikasi gambar-gambar Raja Salman sedang shalat tanpa melepas sepatu di tempat suci tersebut, mengundang kritik luas di tengah umat Islam dunia. Namun, yang menjadi pertanyaan bolehkan shalat menggunakan sandal atau sepatu?

Dalam agama Islam, shalat mengetakan sepatu atau sandal adalah dibolehkan. Bahkan hal tersebut merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW, namun banyak orang yang belum tahu tentang hal ini.

Bahkan ada yang menganggap bahwa shalat menggunakan sandal atau sepatu itu adalah sebuah sikap sombong, padahal pada masa Rasulullah SAW dan para sahabat, shalat menggunakan sandal adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan.

Banyak sekali dalil dari hadits-hadits shahih yang menunjukkan bahwa beliau shalat dengan menggunakan sandal, dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhu, beliau menyatakan,

"Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang shalat dengan tidak beralas kaki dan kadang shalat dengan memakai sandal." [HR. Abu daud 653, Ibnu Majah 1038, dan dinilai Hasan Shahih oleh al-Albani].

Sedang dalam riwayat lain dari Abi Sa'id Al Khudri berkata bahwasanya Rasulullah SAW shalat kemudian melepas sandalnya, dan orang-orang pun ikut melepas sandal mereka, ketika selesai shalat beliau bertanya, "Kenapa kalian melepas sandal kalian?", mereka menjawab, "Wahai Rasulullah, kami melihat engkau melepas sandal maka kami juga melepas sandal kami," lalu Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Jibril menemuiku dan mengabarkan bahwa ada kotoran di kedua sandalku, maka jika di antara kalian mendatangi masjid hendaknya ia membalik sandalnya lalu melihat apakah ada kotorannya, jika ia melihatnya maka hendaklah ia gosokkan kotoran itu ke tanah, setelah itu hendaknya ia shalat dengan mengenakan keduanya." [HR. Abu Daud]

Namun, meskipun para ulama menerima dan membenarkan bahwa Rasulullah pernah mendirikan shalat menggunakan sandal, namun ada perbedaan pendapat dalam penetapan hukumnya. Sebagian mengatakan hukumnya wajib atau sunnah, sebagian lainnya mengatakan hukumnya mubah dalam arti keringanan (rukhshah).

Dua pendapat ini tentu saja memiliki alasan serta dalil, kalangan yang mengatakan bahwa memakai sepatu atau sandal hukumnya sunnah, punya beberapa hujjah, diantaranya yaitu:

1. Agar Berbeda dari Cara Shalat orang Yahudi

Dari Syaddan bin Aus radhiyallahuanhu (marfu') bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Berbedalah kalian dari Yahudi. Mereka tidak shalat memakai sandal atau sepatu." [HR. Abu Daud dan Al-Hakim]

Dari hadits diatas jelas dikatakan bahwa Rasulullah memerintahkan umat Islam untuk berbeda penampilan ibadah dengan cara ibadah orang-orang Yahudi. Jika Rasulullah memerintahkan kita untuk tidak melepas sandal ketika shalat, tapi mengapa hukumnya sunnah? hal ini dikarenakan, Rasulullah juga pernah shalat tidak mengenakan sandal atau sepatu.

Itulah yang diriwayatkan oleh Amr bin Syu'iab yang meriwayatkan ayahnya: "Aku pernah melihat Nabi SAW shalat dengan telanjang kaki dan dengan memakai sandal." [HR. Abu Daud]

2. Karena Sepatu atau Sandal Termasuk Perhiasan

Alasan kedua adalah karena sepatu itu termasuk perhiasan, sedangkan perintah untuk mengenakan perhiasan kedalam masjid ada dalam firman Allah berikut:

"Hai anak Adam, pakailah perhiasanmu setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." [QS. Al-A`raf ayat 31]

Maka, jangan kaget atau menyalahkan jika ada orang yang mendirikan shalat dengan memakai sepatu ataupun sandal, karena mereka sedang melaksanakan sunnah Rasulullah SAW.

Namun, umumnya umat Islam saat ini menggunakan pendapat yang kedua, yakni shalat memakai sepatu atau sandal itu hukumnya sekedar diperbolehkan saja dan bukan merupakan keharusan. Dalam kondisi tertentu, misalnya dalam perjalanan yang tidak memungkinkan kita melepaskan alas kaki, maka tidak ada salahnya shalat dengan mengenakannya.

Meskipun diperbolehkan, namun kita tidak boleh mengenakan sepatu atau sandal di masjid yang beralas karpet. Imam Ibnu Baz mengatakan,

"Hukum menggunakan sandal ketika shalat dianjurkan, setelah dipastikan sandal itu bersih. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah shalat dengan memakai sandal... namun jika masjidnya beralas karpet, yang lebih baik adalah tidak memakai sandal, agar tidak mengotori karpet dan membuat kaum muslimin enggan untuk sujud di karpet." [Fatawa Ibnu Baz, dinukil dari Fatwa Islam, no. 69793]

Semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan Anda. Terimakasih.