Riya', Sifat yang Menghapus Pahala

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Riya' merupakan sebuah sifat yang sangat dibenci oleh Allah. Riya' adalah pamer dengan apa yang telah ia lakukan dengan tujuan untuk mendapatkan pujian dari orang-orang disekitarnya.

Sifat riya' ini secara tidak sadar sering hinggap di dalam tubuh kita. Rasa ingin dipuji oleh orang lain adalah salah satu contoh riya. Riya' adalah penyakit hati yang harus dihindari agar terhindar dari dosa.

Riya', Sifat yang Menghapus Pahala

Karena, riya' bisa menyerang siapa saja bahkan seorang ahli ibadah sekalipun. Jadi jangan selalu beranggapan bahwa orang yang rajin sholat itu akan terhindar dari siksaan. Karena serajin apapun seseorang beribadah, namun jika didalam hatinya ada rasa ingin dipuji (riya') maka percuma saja amal ibadahnya. Malah Allah akan memasukkannya kedalam golongan orang-orang yang celaka.

Barangkali diantara kita banyak yang mengabaikan tentang masalah riya' ini, mungkin karena keterbatasan ilmu agama yang dimiliki, atau memang sengaja mencari pujian orang lain dalam beribadah, padahal riya' itu dianggap sebagai syirik kecil.

Rasulullah bersabda,

"Berjalan (dengan bersifat) riya' itu termasuk syirik." [HR. Al Hakim]

Allah SWT menjelaskan bahwa sifat riya' itu juga dapat menghapus pahala yang telah ia dapatkan. Hal ini diterangkan dalam Alquran sebagai berikut:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." [QS. Al-Baqarah ayat 264]

Dalam ayat diatas, Allah memperingatkan kita bahwa riya' itu merupakan salah satu sebab terhapusnya pahala yang kita dapatkan. Oleh karena itu, jauhilah sifat riya' tersebut.

Dan jangan menganggap bahwa semua perbuatan baik itu semua akan diterima oleh Allah, karena apabila didalam hatinya terdapat benih-benih riya' maka Allah akan menolaknya. Dan jangan menganggap bahwa orang yang mati terbunuh di medan perang itu akan masuk surga, karena jika ada riya' didalam hatinya maka sia-sia saja semua itu.

Sehingga jelas bahwa segala amal ibadah apapun apabila dalam mengerjakannya tidak ikhlas karena Allah, apalagi dengan tujuan riya' maka segala amalnya itu akan sia-sia dan pahala yang diterimanya akan terhapus.

Rasulullah SAW bersabda,

"Berlindunglah kamu kepada Allah Azza wa Jalla dari telaga kesedihan.", para sahabat bertanya, "Apa maksudnya wahai Rasulullah?", beliau menjawab, "Yaitu lembah di neraka yang disediakan bagi orang-orag yang membaca Alquran tetapi hatinya riya'." [HR. At-Turmudzi]

Jadi semakin jelas bukan? bahwa tidak mesti perbuatan baik itu akan diterima Allah SWT, karena semua itu tergantung niatnya. Karena jika kita beramal atau beribadah namun niatnya hanya untuk riya' maka semua itu hanya sia-sia belaka, dan kita akan termasuk dalam golongan orang yang menyesal di akhirat.

Karena, sepercik riya' dapat menghapus semua amal perbuatan, dan orang yang beribadah sekalipun bisa celaka apabila di dalam hatinya terdapat perasaan riya' dan segala pahalanya akan dihapus. Untuk itu, sebaiknya kita lebih berhati-hati agar terhindar dari sifat riya' tersebut. Semoga bermanfaat.