Pengertian Beriman Kepada yang Ghaib

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Beriman kepada yang ghaib merupakan salah satu bentuk rukun iman, karena di dalam rukun iman ada yang namanya iman kepada Allah dan juga iman kepada malaikat.

Dalam QS. Al-Baqarah ayat 3, Allah menjelaskan bahwa beriman kepada yang ghaib adalah salah satu ciri orang yang bertaqwa:

"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." [QS. Al-Baqarah ayat 3]

Isi kandungan dari ayat diatas adalah menerangkan bahwa ada dua anak manusia, yang pertama adalah mereka yang hanya mempercayai hal yang nyata namun tidak mempercayai atau tidak mengakui adanya sesuatu dibalik kenyataan itu.

Beriman Kepada yang Ghaib

Orang-orang yang seperti itu, biasanya tidak mempercayai adanya Tuhan, malaikat, kiamat, akhirat, dan lain-lain. Sedangkan orang yang kedua adalah orang yang mempercayai adanya hal yang nyata dan ghaib.

Surat Al-Baqarah ayat 3 dimulai dengan kalimat: “...mereka yang berinab kepada yang ghaib...”, kata “yang ghaib” dapat diartikan dengan yang tidak dapat disaksikan oleh panca indera, tidak tampak oleh mata, tidak dapat didengar oleh telinga, namun keberadaannya dapat dirasakan.

Beriman kepada yang ghaib, yang pertama adalah iman kepada Allah SWT, Dzat yang menciptakan seluruh alam yang tidak dapat disaksikan oleh mata telanjang, akan tetapi dapat dirasakan sifat dan wujud-Nya.

Selain beriman kepada Allah, hal ghaib yang harus kita imani selanjutnya adalah akhirat. Akhriat termasuk hal ghaib, sebab tidak ada orang yang mampu menyaksikan akhirat dengan mata atau mendengar dengan telinga, namun yang harus kita yakini bahwa akhirat itu pasti ada.

Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Muhammad SAW, semua telah wafat beberapa abad yang lalu juga merupakan hal ghaib. Karena kita tidak pernah bertatap muka dengan beliau.

Kita hanya mendengar dari sejarah atau makamnya saja saat ini, orang-orang yang mentaati mereka dan ingin melanjutkan perjuangan mereka termasuk beriman kepada yang ghaib.