Masa Kejayaan Islam dan Runtuhnya Kejayaan Islam

Bantu kami membuat situs ini menjadi lebih baik.

Dengan menonaktifkan AdBlock atau aplikasi-aplikasi sejenis yang mampu memblokir iklan, kamu sudah membantu kami untuk tetap membuat konten-konten di website ini terus update.

Untuk selengkapnya, baca artikel kami berikut ini: Suka Artikel Kami? Tolong Matikan AdBlock Anda Untuk Makintau

Islam merupakan agama yang sempurna, dan kitab suci Alquran adalah kitab yang sempurna. Karena didalamnya terdapat berbagai macam ilmu pengetahuan dan sangat bersesuaian dengan ilmu pengetahuan modern saat ini.

Dulu, Islam sempat berjaya di seluruh dunia. Zaman kejayaan Islam itu antara tahun 750 M hingga sekitar 1258 M. Pada masa-masa itu banyak sekali para filsuf, ilmuwan serta insinyur dunia Islam yang berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Masa Kejayaan Islam dan Runtuhnya Kejayaan Islam

Banyak sekali tokoh-tokoh muslim yang sangat terkenal karya-karyanya bahkan hingga saat ini, karya-karyanya masih dapat dijumpai dan digunakan oleh para ilmuwan dunia sebagai pedoman.

Ada banyak ilmuwan muslim yang sangat berjasa bagi peradaban dunia. Sebut saja Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, AI-Kindi dan lainnya. Mereka adalah tokoh-tokoh besar pada masa kejayaan Islam di dunia. Pada masa kejayaan Islam, terdapat dua kerajaan besar yaitu Daulah Umayyah dan Kerajaan Abbasiyah yang sering disebut Daulah Abbasiyah.

Pada masa Daulah Umayyah berkuasa, perkembangan Islam ditandai dengan perluasan wilayah Islam serta berdirinya bangunan-bangunan pusat dakwah Islam. Bidang politik, keagamaan, ekonomi, ilmu bangunan (arsitektur), sosial, dan bidang militer adalah beberapa contoh kemajuan Islam pada zaman ini.

Sementara pada masa Daulah Abbasiyah, kejayaan Islam ditandai dengan berkembang pesatnya ilmu pengetahuan, politik, arsitektur dan militer. Semua itu tidak secara tiba-tiba diperoleh. Masa-masa keemasan ini diperoleh karena pada saat itu umat Islam masih memegang teguh ajaran Islam.

Selain itu, pada masa itu umat Islam mempelajari segala sesuatunya dari Alquran dan mempraktekkannya. Karena di dalam Alquran banyak terdapat ayat-ayat yang menyuruh kita untuk berpikir.

Dari situlah muncul para tokoh-tokoh Islam yang namanya dikenal di seluruh dunia hingga sekarang karena karya-karyanya yang memang tidak diragukan lagi kualitasnya.

Contohnya ialah Ibnu Sina, pada usianya yang ke-17 tahun beliau sudah terkenal. Bahkan ia dipanggil untuk mengobati Pangeran Samani, Nuh bin Mansyur. Beliau menulis lebih dari 200 buku dan di antara karyanya yang terkenal berjudul Al-Qanun Fi At-Tibb, yaitu ensiklopedi tentang ilmu kedokteran dan Al-Syifa, ensiklopedi tentang filsafat dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, ada banyak sekali ilmuwan-ilmuwan dan tokoh besar Islam lainnya yang hingga saat ini namanya masih dikenal di seluruh dunia. Mereka anatara lain:

  1. Al-Kindi (809‒873 M),
  2. Al Farabi (wafat tahun 916 M),
  3. Ibnu Bajah (wafat tahun 523 H),
  4. Ibnu Thufail (wafat tahun 581 H),
  5. Ibnu Shina (980‒1037 M),
  6. Al-Ghazali (1085‒1101 M),
  7. Ibnu Rusd (1126‒1198 M).

Mereka adalah tokoh Islam di bidang ilmu filsafat. Sedangkan di bidang kedokteran, Islam memiliki tokoh-tokoh seperti:

  1. Jabir bin Hayyan (wafat 778 M),
  2. Hurain bin Ishaq (810‒878 M),
  3. Thabib bin Qurra (836‒901 M),
  4. Ar-Razi atau Razes (809‒873 M).

Pada bidang Matematika:

  1. Umar Al-Farukhan,
  2. Al-Khawarizmi.

Bidang Astronomi:

  1. Al-Farazi: pencipta Astro lobe
  2. Al-Gattani/Al-Betagnius
  3. Al-Farghoni atau Al-Fragenius

Bidang Seni Ukir:

  1. Badr dan Tariff (961‒976 M) Ilmu Tafsir
  2. Ibnu Jarir ath Tabary,
  3. Ibnu Athiyah al-Andalusy (wafat 147 H),
  4. As Suda, Muqatil bin Sulaiman (wafat 150 H),
  5. Muhammad bin Ishak dan lain-lain.

Ilmu Hadis:

  1. Imam Bukhori (194‒256 H),
  2. Imam Muslim (wafat 231 H),
  3. Ibnu Majah (wafat 273 H),
  4. Abu Daud (wafat 275 H),
  5. At-Tarmidzi, dan lain-lain.

Runtuhnya Peradaban Islam


Peradaban Islam runtuh ditandai dengan banyaknya umat muslimin yang mulai meninggalkan ajaran Islam karena mereka sudah terbuai dengan kemewahan dunia. Sifat iri dan dengki yang merasuk kedalam jiwa membuat terjadinya permusuhan diantara umat Islam.

Dari situlah perpecahan umat Islam mulai terjadi, dan ini membuka kesempatan bagi orang-orang kafir yang tidak senang dengan Islam untuk menghasut dan mengadu domba umat Islam hingga terjadilah perpecahan.

Selain itu, gaya hidup yang mulai modern juga penyebab utama dari kemunduran Islam di dunia. Salah satunya adalah dengan gaya hidup yang bermewah-mewahan.

Mereka yang bergelimang dalam kehidupan yang gemerlap dan terjerembab dengan gaya hidup yang mewah, hatinya akan mudah dilalaikan dari mengingat Allah, semangat juangnya akan semakin melemah, dan jiwanya menjadi pengecut. Dengan begitu, umat Islam sudah enggan untuk belajar dan pada akhirnya kerajaan-kerajaan Islam mulai hancur dan kembali di rebut oleh bangsa barat.